
Menurut pikiran pria, wanita yang tak bisa menahan dirinya untuk jatuh lemas saat berhubungan badan hanya ada satu alasan, tubuhnya menyerah sepenuhnya pada rasa lain yang diberikan.
Jun Haobei selalu merasakan pencapaian ini dan suka membuat Shen Yin lemas di akhir permainan.
Ketika keduanya mencapai puncak masing-masing, Shen Yin merasakan sesuatu tumpah di dalam tubuhnya. Dia terkejut.
"Haobei, kamu tidak memakai pengaman!" katanya kaget.
Jun Haobei tidak terkejut dan merasa bahwa dia memiliki rencana. "Tidak apa-apa. Aku tak bisa menahan diriku saat ini. Jangan pikirkan pengaman. Bukankah Xiao Yin juga senang?" jawabnya.
Jun Haobei memeluknya dari belakang dan meremas buah persiknya yang berisi dan kental.
Wanita itu tidak menjawab tapi wajahnya memerah.
Keduanya menghabiskan waktu di kamar mandi cukup lama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Beberapa hari kemudian, Shen Yin yang telah dikonfirmasi mengembalikan kemampuannya. Awalnya dia kesal dan mengutuk Bo Yu. Karena dia yakin jika Bo Yu yang membuatnya kembali melihat makhluk tak kasat mata. Tapi dengan ini juga bisnisnya sebagai seorang ahli fengsui kembali berjalan.
Jika sebelumnya dia hanya bisa menggunakan mata kanannya saja untuk melihat apa yang terjadi, kini dia bisa menggunakan kedua matanya tanpa rasa khawatir. Seperti yang dikatakan Bo Yu, kemampuannya saat ini merupakan berkah dan bukan kutukan.
Mungkin karena sudah terbiasa dengan julukan ‘Wanita Terkutuk yang Dibenci Surga’, dia enggan untuk pergi ke kuil.
“Xiao Yin, mari kita adakan pesta pernikahan,” kata Jun Haobei setelah selesai berbicara dengan ibunya di telepon.
“Pesta pernikahan? Apakah ini masih perlu?”
Jun Haobei memeluknya. “Tentu saja. Kita hanya mengambil sertifikat dan mengumumkannya saja. Banyak yang mengira jika pernikahan kita palsu. Ibu sangat kesal dan ingin mengadakan pesta pernikahan.”
Shen Yin terdiam sebentar. Lalu dia pun setuju untuk mengadakan pesta pernikahan.
“Kapan?”
“Lebih cepat lebih baik.” Jun Haobei tersenyum.
Shen Yin telah mencoba beberapa gaun dan akhirnya menemukan gaun yang cocok. Dia terlihat kelelahan saat ini.
“Bu, gaun ini juga bagus.” Shen Yin berdiri di depan cermin besar dan menatap dirinya sendiri yang terbalut gaun putih dengan rok yang terseret di lantai.
“Ya, ini juga bagus.” Nyonya Jun puas dengan pilihannya sendiri. Lalu dia menatap putranya yang kini telah berganti pakaian menjadi setelan jas pernikahan yang serasi dengan gaun yang dipakai Shen Yin. “Nak, biarkan gaun ini dipesan.”
“Baik, Bu.” Jun Haobei tidak berdaya saat dia dan Shen Yin dipaksa untuk datang ke butik.
Pesta pernikahan akan diadakan seminggu lagi dari sekarang. Undangan sudah mulai disebar dan pestanya akan diadakan di mansion yang telah menjadi salah satu situs bangunan nasional. Tentu saja tidak murah untuk menyewa tempat itu. Namun keluarga Jun punya uang, jadi tidak khawatir.
Shen Yang dan gurunya juga telah turun pegunungan agar bisa menghadiri pesta pernikahan Shen Yin tanpa terlambat. Belum lagi Shen Yang menjadi satu-satunya kerabat kandung Shen Yin. Sebagai seorang kakak, tentu saja dia harus hadir.
Setelah memilih gaun pernikahan, Nyonya Jun tidak lagi mengganggu pasangan itu dan pergi untuk bermain mahjong dengan teman-teman satu lingkarannya.
“Ke mana lagi setelah ini?” Jun Haobei membiarkannya masuk mobil.
“Aku ingin pergi ke suatu tempat. Sebelum itu, Hubungi saudaraku dulu,” jawabnya.
Shen Yin menghubungi Shen Yang dan memintanya datang ke suatu tempat. Jun Haobei penasaran dengan situs keluarga Shen di masa lalu dan seperti apa bangunan itu saat ini. Setelah berkendara cukup lama, mobil memasuki sebuah jalanan yang agak sempit dan sepi.
Jun Haobei tidak yakin pada awalnya, namun setelah melihat sebuah pintu gerbang besar di depannya, dia akhirnya penasaran lagi. Di sana, ternyata Shen Yang sudah menunggu. Mobil tidak bisa masuk dan akhirnya parkir.
“Kenapa kamu tiba-tiba ingin datang ke sini?” tanya Shen Yang agak khawatir.
“Datang saja dan lihat seperti apa tempat ini setelah ditinggalkan begitu lama.”
Jun Haobei melihat pintu gerbang yang memiliki tinggi lebih dari tiga meter, merasa luar biasa. Tanah keluarga Shen sepertinya sangat luas bahkan pintu gerbang saja ditempatkan di jalanan menuju ke suatu tempat.
Di dalamnya masih terlihat jalanan yang dipenuhi dengan dedaunan kering serta dikelilingi oleh pepohonan persik serta bunga sakura.
“Sepertinya tidak ada yang menemukan tempat ini?” Jun Haobei menebak.
Shen Yang mengangguk. “Bagaimana pun keluarga Shen sangat misterius dan rahasia. Tidak ada satu pun pihak yang tahu tempat ini tanpa dibawa secara sengaja.”