The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
Mencari Tahu Apa Yang Terjadi


MEREKA TIDAK bisa melihat apa yang Jun Ye lihat saat ini. Laki-laki itu membayangkan jika makhluk entitas kini sedang berlari semakin dekat ke arah mereka dan pasti akan menerkamnya.


Namun entah kenapa, makhluk itu belum tiba saat ini. Mungkinkah hanya menakutinya.


Di saat Jun Ye berpikir keras, dua teman laki-laki yang ada di sampingnya pun penasaran dan mengambil senternya sendiri.


"Ada apa sebenarnya? Apakah ada hantu?" tanya laki-laki itu sedikit bercanda.


Jun Ye ingin berteriak, hantu kepalaku!


Jelas itu hantu nyata yang bisa memakan orang. Apakah orang-orang ini tidak takut sama sekali? Kedua teman laki-laki itu menyoroti pepohonan dan dimaksud oleh Jun Ye, tapi tidak melihat apa-apa.


Semuanya tampak normal dan tidak ada kejanggalan apapun.


Sementara Shen Yin tidak perlu repot-repot menggunakan senter. Dia bisa melihat dalam gelap. Ada makhluk entitas beberapa meter dari mereka. Sesekali tersoroti senter tapi tak bisa dilihat oleh orang biasa.


Mungkin hanya Shen Yin dan Jun Ye saja yang mampu melihatnya. Untuk Yi Er, dia selalu merasa melihat kabut di sekitarnya.


"Aku hanya melihat kabut?" Yi Er bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


"..." Penglihatan bermasalah, pikir Jun Ye.


Makhluk entitas itu menjulurkan lidah berdarah, gigi runcing yang kotor, tubuh putih pucat dengan telinga panjang, kepala botak dan ada beberapa rambut pendek di seluruh tubuhnya. Makhluk itu ingin mendekat dan memakan mereka tapi terhalang oleh sesuatu.


"Aku tidak melihat apa pun. Ketua Kelas, apakah kamu terlalu lelah hingga berhalusinasi?" tanya murid laki-laki di sampingnya.


"... Tidak." Jun Ye menjawab dengan nada pelan. Ekspresinya sudah membosankan.


Akhirnya, suasana tenang kembali. Jun Ye juga tidak berkata apa-apa walaupun kini melihat makhluk entitas itu seperti tidak bisa mendekati mereka. Dia kebingungan.


Adapun Jun Haobei yang juga tak bisa melihat apapun, bukan berarti tidak merasa aura di sekelilingnya. Dia mengerutkan kening. Merasa jika aura di depan mereka sedikit dingin dan berbahaya.


Sekilas Jun Haobei menatap Shen Yin. Dia pasti melihat sesuatu juga.


"Mari kita lanjutkan perjalanan. Yang lain sudah ada di belakang kita," kata Jun Haobei saat melihat lampu senternya tim lain yang baru saja menyusulnya.


Mereka setuju dan segera meninggalkan tempat tersebut. Shen Yin melihat ke arah di makhluk entitas itu berada dan menyemprotkan air suci ke sekitar tubuhnya. Segera makhluk entitas itu sedikit menjauh setelah melihat air suci yang memercik di udara.


Di mata Shen Yin, aura ungu keemasan dari tubuh Jun Haobei menguar dan menekan makhluk itu agar tidak mendekat. Jika berani mendekat, bayangan naga ungu akan muncul untuk menyerangnya.


Oleh sebab itulah kenapa makhluk entitas tidak mau mendelati mereka. Sepertinya, membiarkan Jun Haobei berada di kelompok ini juga keputusan yang tepat.


Hanya saja ... Shen Yin tidak yakin dengan kelompok lain. Apakah mereka baik-baik saja?


Setelah berjalan cukup lama, mereka tiba di sebuah sungai yang cukup lebar. Airnya dangkal dan bisa melewati bebatuan tanpa harus terendam air. Suasana di sungai justru lebih lembap lagi.


"Aku benci tempat berair saat malam hari," ujar Tong Ye.


"Kenapa memangnya?"


"Kudengar hantu air selalu muncul untuk menakut-nakuti manusia dan menenggelamkan mereka. Setelah itu, jiwanya akan dimakan," jelas Tong Yue penuh gosip.


"Dari mana kamu mendapatkan cerita konyol seperti itu? Nenekku pernah cerita jika hantu air itu hanya menempati genangan air yang dalam." Yi Er menanggapi.


"Aku mendapatkannya dari internet."


"Internet itu berantakan," kata Yi Er.


"Omong-omong, kenapa hantu air suka di genangan air yang dalam?" tanya murid laki-laki yang ada di belakang Jun Ye.


Murid laki-laki yang ada di bekang temannya itu tertawa konyol, sedikit menahan diri agar tidak keterlaluan saat bercanda. Tidak baik membuat lelucon di hutan seperti ini.


"Oh, aku tahu itu!" temannya itu kesal.


Yi Er dan Tong Yue juga terkikik.


Shen Yin hanya menggelengkan kepala. Dia tahu lebih baik dari mereka. Untungnya tidak ada hantu air di sini sehingga lelucon mereka tidak menyinggung makhluk-makhluk itu.


Hanya saja, di saat mereka hampir sampai di seberang sungai, suara teriakan melengking terdengar dari kejauhan.


Suara lengkingan itu seperti binatang kecil yang penuh amarah. Dan bukan hanya satu suara, melainkan beberapa suara dari arah berbeda.


Semua kelompok murid perkemahan yang berada di perjalanan kini terdiam, takut dan juga penuh dengan perasaan tak karuan. Kelompok Shen Yin juga sama.


Jun Haobei merasa ada yang aneh dengan tempat ini dan mungkin suara itu berasal dari binatang malam biasa.


Selain suara lengkingan binatang aneh, mereka juga mendengar teriakan menyayat hati seorang wanita dari kedalaman hutan.


"Suara itu lagi," kata Yi Er. "Apakah seorang wanita akan mati lagi malam ini seperti malam sebelumnya?"


"Tidak mungkin 'kan? Ini seharusnya bagian dari permainan para pembina. Pasti begitu." Murid laki-laki di belakang Jun Ye hanya bisa menghibur dirinya sendiri.


Jun Haobei menyipitkan matanya dan kini dia tidak sesantai sebelumnya. "Ayo berjalan lebih cepat untuk mencari tempat aman," katanya. Dia memperhatikan anggota yang dijaganya dan masih lengkap.


Shen Yin mengangguk padanya. Dengan anggukan itu, Jun Haobei tahu jika Shen Yin punya rencana. Apapun rencananya, dia tidak akan membiarkan gadis itu bertindak sendirian.


Mereka segera menyeberangi sungai.


Suara lengkingan yang tajam itu masih terdengar. Kini diiringi dengan suara teriakan ketakutan dari para murid perkemahan. Baik di belakang kelompok Shen Yin maupun di depan.


Tong Yue sudah berwajah pucat. "Kenapa banyak orang yang berteriak?" tanyanya langsung mencengkeram lengan Yi Er.


"Ini tidak baik!" Shen Yin tiba-tiba membuka suara.


Mata dan pendengarnya sangat tajam hingga bisa melihat dan mendengar gerakan di kegelapan. Dia segera memakai kalung salib perak serta mengeluarkan belati perak.


"Xiao Yin, apakah kamu akan pergi?" tebak Yi Er.


Shen Yin melihatnya. "Aku harus pergi untuk mencari tahu. Kalian tetap bersama pembina Jun apapun yang terjadi. Bersamanya kalian akan aman. Ingat, jangan berpencar jika tidak ingin mati!"


Segera, Shen Yin segera meninggalkan mereka dan menuju kegelapan hutan tanpa membawa senter. Yi Er ingin menghentikannya namun terlambat.


Jun Haobei ingin mengikutinya tapi tidak bisa meninggalkan murid-murid ini. Dia tahu apa yang dilakukan Shen Yin benar. Bersamanya, para murid ini akan aman. Tak ada makhluk halus atau hantu dan sejenisnya yang berani mengganggu Jun Haobei.


Oleh sebab itu, para makhluk entitas tidak berani mendekat.


"Pembina Jun, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Yi Er.


"Ayo kembali lebih dulu agar kalian aman," jawab pria itu sambil memikirkan rencana.


Jun Haobei membawa mereka kembali ke perkemahan dengan selamat dan segera pergi lagi tanpa berpikir lebih jauh. Dengan berbekal senter, Jun Haobei pergi ke arah di mana Shen Yin menghilang sebelumnya.


Dia sama sekali tidak takut dengan yang namanya hantu atau makhluk jenis apa pun. Hampir semua makhluk seperti itu menghindar saat melihat aura Jun Haobei yang sangat mencekik.


Di kegelapan, Jun Haobei tidak sadar jika ada beberapa pria berjubah hitam yang berdiri di atas cabang batang pohon yang menjulang tinggi.


"Siapa pria itu? Kenapa dia memiliki aura naga yang sangat sombong?" tanya salah satu di antaranya dengan ekspresi keheranan.