
Pria berjubah brokat merah itu bangkit terlihat malas. Dia adalah raja neraka paling dihormati di alam neraka ini. Meski dia bukan raja sesungguhnya dari penduduk dunia langit, dia telah memimpin alam neraka ini dengan baik. Tapi bukan berarti dia akan mentolerir penghuninya yang tidak bisa diatur.
Raja Neraka—Bo Yu menatap para petinggi yang ada di aula istana. Mereka tampaknya berkeringat dingin diam-diam. Bo Yu mencibir. Dia terlalu lembut selama ratusan tahun terakhir ini bukan?
Bo Yu merasakan ada orang lain yang memasuki neraka saat ini. Jika tidak salah, seorang wanita manusia datang untuk mencari jiwanya. Bukan hanya aura wanita itu saja, tapi juga aura raja kegelapan yang tak bisa dia abaikan.
"Katakan padaku, mungkinkah aku harus turun tangan ke wilayah paling gelap di neraka ini untuk berpatroli?" Bo Yu menatap para antek-antek tertingginya.
Mereka semua segera berlutut dan menundukkan kepala. "Yang Mulia, tolong ampuni kami," katanya serempak.
Bo Yu bangkit dan membenarkan jubah brokatnya. "Aku akan pergi sendiri."
Tak lama setelah itu, suara benda yang berbunyi di balik saku jubah brokatnya langsung menarik perhatian mereka.
"Tunggu sebentar," kata Bo Yu seraya merogoh sakunya. Dia mengeluarkan ponsel yang selalu digunakan manusia pada zaman modern.
"..." Para petinggi yang melihat raja mereka berbicara di telepon langsung memeras keringat dingin.
Sejak kapan tuan mereka terinfeksi oleh peradaban zaman manusia?
Setelah berbicara dengan seseorang di telepon, Bo Yu meninggalkan istananya.
Saat ini, kondisi Shen Yin tidak terlalu baik. Bo Yu bisa merasakannya dari napas Shen Yin yang tertinggal di udara.
Tanpa diduga, Bo Yu akan bertemu dengan seorang pria dari dunia manusia lainnya. Dia berhenti tak jauh dari keberadaan sosok jangkung yang berjalan tergesa-gesa menuju ke satu arah yang sama.
"Siapa kamu?" tanyanya sedikit waspada.
Aura ungu di tubuh pria itu membuatnya sedikit terancam.
Jun Haobei yang tak memedulikan Bo Yu hanya bisa melewatinya dan pergi ke arah di mana gerbang tempat terdalam neraka berada.
Bo Yu yang diabaikan langsung kesal. Dia ingin menghentikannya namun keduanya telah sampai di pintu gerbang baja. Makhluk yang menjaganya mau tak mau hanya bisa membuka pintu gevfnag tersebut setelah mendapat perintah Bo Yu.
"Manusia, apakah kamu ada hubungannya dengan wanita manusia itu?" tanya Bo Yu saat pintu gerbang dibuka.
Jun Haobei akhirnya menoleh padanya meksipun hatinya tidak tenang saat ini. "Aku suaminya."
"..." Bo Yu terdiam untuk waktu yang lama sebelum akhirnya dia terkejut. "Kamu suaminya lalu kenapa kamu tidak ikut dengannya ke sini untuk membantunya menjadi jiwa?!"
"Peraturannya adalah ... aku tak bisa membantunya. Dia harus mencari jiwanya sendiri agar bisa menemukannya. Sekarang dia menemukan jiwanya tapi terancam untuk mati. Tentu saja aku akan datang menolongnya."
"Menolongnya? Kamu ingin membunuh makhluk neraka?" Bo Yu menyeringai. "Bisakah kamu melakukan nya?"
Bo Yu tidak yakin manusia itu bisa membunuh makhluk neraka. Bia bukannya meremehkan tapi makhluk neraka ini lebih kuat dibandingkan manusia.
Pria di depannya hanyalah manusia yang diberkahi para dewa. Tak lebih dari itu bukan?
Jun Haobei tidak memiliki waktu untuk bicara dengannya. Tapi mendengar nada bicara Bo Yu yang tampak meremehkan, Jun Haobei langsung berwajah gelap.
"..." Bo Yu melihatnya sangat serius mau tidak mau memikirkannya lebih dalam lagi. Entah kenapa dia sedikit merinding saat ini.
Apakah dewa sangat melindunginya hingga tidak akan marah bahkan jika membunuh makhluk neraka?
Di saat gerbang pintu baja tempat terdalam di mana jiwa dibelenggu terbuka, Jun Haobei masuk. Bo Yu sama sekali tidak dihiraukan sejak awal. Tapi raja neraka yang satu itu mengikutinya dengan santai.
"Hei, manusia, kenapa kamu tidak bertanya padaku di mana istrimu berada. Aku juga datang untuknya."
"Jangan bertele-tele!" Jun Haobei setengah marah kali ini. Tapi dia tidak berhenti untuk setengah berlari mencari Shen Yin.
Bo Yu ingin muntah darah. "Aku tidak bertele-tele. Apakah kamu tahu siapa aku? Aku adalah penguasa di sini, seorang raja alam neraka. Kenapa kamu tidak memiliki sedikit kesopanan? Apakah semua manusia seperti itu?"
Dia tidak senang namun juga tidak ingin membuat Jun Haobei. Pada akhirnya Bo Yu masih memberi tahu keberadaan Shen Yin.
"Ikuti suara makhluk neraka yang mengejarnya," katanya datar.
"Tahukah kamu tentang makhluk neraka yang selalu memberikan kutukan pada manusia?" Jun Haobei tiba-tiba bertanya seolah semua ini adalah salah Bo Yu.
"Tentu saja ... Aku juga tahu tapi tidak terlalu jelas. Selama ini aku hanya duduk di takhta, memerintah bawahan dan mengatur alam neraka. Tapi yang bertanggung jawab atas semua tugas adalah para petinggi di sini. Hari ini aku sudah tidak bisa menoleransi mereka lagi, jadi tentu saja harus membersihkan kekacauan sendiri," jelas nya.
Jun Haobei awalnya tidak percaya jika Bo Yu adalah raja neraka di sini. Tapi melihat penampilannya yang lebih mewah dan penuh aura kepemimpinan, dia mau tidak mau harus percaya.
Bo Yu berkata untuk mengikuti arah ke mana perginya makhluk neraka yang mengejar Shen Yin saat ini. Kemungkinan besar wanita itu sedang berusaha menyatukan jiwanya.
Suara makhluk neraka yang berteriak memanggil Shen Yin menggema di kejauhan. Jun Haobei mengerutkan kening. Ada banyak jiwa yang terantai di sekitarnya.
"Kenapa jiwa-jiwa ini dirantai di sini?" tanyanya.
Bo Yu yang berusaha tak menyentuh jiwa-jiwa itu sedikit jijik. "Tentu saja ini adalah jiwa yang dibelenggu oleh makhluk neraka."
"Sebanyak ini? Untuk apa?"
Kali ini Bo Yu sedikit canggung. Bisakah dia membela dirinya saat ini? Semua ini tidak terlalu berhubungan dengannya. Namun siapa yang tahu jika makhluk neraka dan antek-antek di istananya membuat banyak ngengat yang melanggar aturan surga dan neraka.
"Keserakahan makhluk neraka serta keinginan mereka yang cukup besar, semuanya menjadi menjadi mungkin," jawabnya agak tidak meyakinkan.
Setelah cukup lama mengejar, mereka akhirnya bisa melihat makhluk neraka di antara kumpulan jiwa yang dirantai. Makhluk neraka itu tampaknya sangat marah dan tertawa mengerikan ke arah di mana Shen Yin berada.
"Manusia, sudah waktunya bagimu untuk menjadi budakku! Kamu adalah milik neraka! Karena kamu datang ke sini, maka jangan berharap untuk keluar! Berani nya kamu mengambil jiwa yang telah kurantai!" Teriakan makhluk neraka cukup membuat bulu roma berdiri.
Makhluk itu mengobrak-abrik sekitarnya hingga beberapa jiwa yang dirantai langsung hancur. Rantai yang membelenggu mereka pun perlahan lenyap.
Sekelompok anjing neraka menggonggong, berusaha untuk menyerang Shen Yin yang terus menerus berteleportasi.
Jun Haobei merasakan aura Shen Yin tidak jauh dari keberadaan nya saat ini. Tapi kondisinya tidak terlalu baik.
"Xiao Yin!" gumamnya langsung menggertak gigi.