
SETELAH SHEN YIN pingsan, banyak hal terjadi. Baik di perkemahan maupun di rumah sakit. Li Yugang yang pingsan dibawa ke tenda dan ketika sadar, pria itu berteriak menyebut iblis.
Adapun kondisi Jun Ye saat ini, semuanya terkendali. Tapi lukanya yang parah tidak memungkinkan lagi untuk melanjutkan perkemahan. Akibat adanya insiden ini, perkemahan dibatalkan dan semua murid telah kembali ke ibu kota.
Kini Shen Yin berada di rumah sakit terdekat. Meski tidak sebagus ibu kota, pelayanannya tidak buruk. Pihak rumah sakit juga berhati-hati saat memiliki pasien dari keluarga tertentu. Dengan identitas Jun Haobei, pihak rumah sakit tidak mungkin lalai.
"Apakah aku mengacau perkemahan akhir musim gugur?"
"Tidak," jawab Jun Haobei. "Tempat itu memang tidak aman akhir-akhir ini dan banyak warga sekitar terutama wanita muda yang hilang tanpa alasan. Mungkin vampir di hutan itu yang memangsanya. Tapi mungkin polisi tidak akan percaya cerita seperti itu, jadi diam saja." Dia menjelaskan kejadian selama dua belas jam terakhir.
"Setelah kamu pulih, mari kembali ke ibu kota. Jun Ye juga akan dibawa ke rumah sakit ibu kota untuk perawatan lebih lanjut. Keluarga Jun dalam perjalanan saat ini untuk mengurus izin kepindahan perawatan," jelasnya.
"Aku baik-baik saja. Hari ini juga bisa kembali." Shen Yin menggelengkan kepala. Dia teringat dengan kondisinya sendiri.
"Tidak. Kami istirahat sampai pulih."
"Kamu yakin ingin menunggu selama tiga hari?" tanya Shen Yin sambil menaikkan sebelah alisnya.
Jun Haobei tidak mengerti kenapa harus menunggu tiga hari. Setelah mengingat-ingat kembali, dia akhirnya tahu. Shen Yin akan sakit selama tiga hari berturut-turut tanpa bisa diobati oleh perawatan medis. Biasanya demam. Tubuh kesakitan tanpa adanya tanda-tanda atau hal lainnya.
Hal ini akan terjadi disaat Shen Yin mengalami mimpi buruk, aura supernatural yang kacau atau melanggar aturan mata uniknya.
Pria itu memeriksa suhu tubuh Shen Yin, normal, pikirnya. Gadis ini tidak seperti orang demam.
"Apakah kamu merasa tidak nyaman?"
"Tidak apa-apa. Kali ini, tubuhku tidak bisa bergerak bebas. Mungkin akan lemas selama tiga hari. Kejadian semalam, itu kecerobohanku." Shen Yin menahan rasa panas di punggungnya hingga dahinya sendiri berkeringat dingin.
Wajahnya yang sejak awal pucat tidak membuat Jun Haobei curiga.
Kali ini Shen Yin tidak yakin kenapa tato bunga peoni di punggungnya terasa panas. Rasanya seperti terbakar. Akibat bisikan iblis wanita di danau malam itu, auranya kacau dan dia harus menanggung akibat dari kecerobohannya.
Untuk mengalihkan perhatian, Shen Yin meminta Jun Haobei menyalakan televisi yang terpasang di dinding ruang rawat VIP nya. Berita pertama yang muncul di layar ternyata masih membahas novel Deep Story yang ceritanya ditulis oleh Little Rabbit.
Sejak Lan Miao meninggal, mimpi buruk yang dialami oleh para penonton film Deep Story pun berakhir. Banyak orang yang percaya jika arwah penulis telah tenang dan kutukan pun hilang.
Mengenai masalah ini, Shen Yin tidak berbicara banyak.
Lalu berita beralih pada kawasan ibu kota di mana sejumlah wanita muda menghilang setiap malam dan tidak ditemukan mayatnya. Keluarga korban yang melaporkan masalah ini pada polisi pun berharap jika anak mereka bisa ditemukan sesegera mungkin.
"Bukankah sia-sia saja mereka melaporkan masalah tersebut pada polisi?" Shen Yin mencibir. Dia tahu para vampir yang melakukan semua itu dan mayatnya dimakan oleh para makhluk entitas.
"Selama memiliki harapan, mereka tidak akan menyerah. Aku juga akan melakukan hal yang sama seperti mereka," kata Jun Haobei.
"..." Shen Yin menatapnya dengan heran. Apakah begitu penting? Pikirnya.
Mungkin karena semua anggota keluarga Shen telah meninggal, Shen Yin sendiri tidak merasakan cinta keluarga. Hanya ada Shen Yang, kakak laki-laki yang selalu menemani hari-harinya. Setelah itu, dia akan kesepian. Hanya kutukan keluarga yang selalu menghantuinya.
Shen Yin menghela napas dan baru saja selesai makan. Setelah menghabiskan segelas susu dan makan buas campur madu, perutnya penuh.
"Aku tidak ingin tinggal di sini," kata gadis itu.
"Kalau begitu aku akan mengurus izin keluar rumah sakit untukmu." Jun Haobei memilih untuk menuruti keinginannya. Menunggu tiga hari terlalu lama baginya. Bukan karena dirinya sibuk, tapi tempat ini kurang cocok untuk perawatan Shen Yin.
Shen Yin benar-benar meninggalkan ruang sakit kawasan kota tersebut dan kembali ke ibu kota dengan lancar. Dia tidak pergi ke rumah sakit tapi kembali ke apartemen untuk memulihkan diri.
Untungnya, pada hari kedua, Yi Er menjenguknya. Jun Haobei pergi ke rumah sakit untuk mengecek keadaan Jun Ye. Tentu saja Shen Yin tidak mempermasalahkannya. Karena hari ini juga, kakaknya tinggal di apartemen.
"Xiao Yin, bagaimana keadaanmu saat ini? Apakah sudah membaik?" tanya Yi Er seraya meletakkan keranjang buah di atas meja nakas.
"Aku baik-baik saja. Hanya belum bisa berjalan lama," jawab gadis itu.
Shen Yin tidak berdaya. Dia telah meminum obat penghilang mimpi buruk agar mencegahnya terbangun di tengah malam. Hal ini dilakukan diam-diam tanpa sepengetahuan siapapun.
"Syukurlah jika kamu baik-baik saja. Aku dan Tong Yue sangat khawatir saat melihat kamu dibopong ke dalam mobil ambulans. Aku khawatir kamu terluka berat seperti ketua kelas." Yi Er duduk di tepian ranjang. "Omong-omong, apakah kamu sudah mendengar berita tentang beberapa wanita muda yang hilang?"
"Ya."
"Ada rumor yang beredar jika vampir muncul di ibu kota dan mulai membunuh banyak manusia. Ketika menjelang malam, semua orang dilarang untuk pergi sendirian. Setidaknya harus berkelompok untuk menghindari sasaran para vampir," jelas Yi Er.
"Dari mana kamu mendapatkan berita seperti ini?"
"Oh, tidakkah kamu tahu? Situs blog tertentu mempostingnya. Lalu kini menjadi terkenal dan banyak orang yang percaya."
Khawatir Shen Yin tidak percaya dengan apa yang dikatakannya, Yi Er segera menunjukkan halaman situs. Dia menyerahkan smartphone nya pada gadis itu.
"Lihatlah ini," katanya.
Shen Yin mengambil alih smartphone Yi Er dan memeriksa situs yang dimaksud. Tiba-tiba saja sebelah alisnya terangkat. Nama situs ini cukup aneh. Penjelasan singkat tentang blognya juga terlalu narsis.
"Vampir tampan original dari pedalaman hutan. Bergabunglah dengan situs kami untuk mengetahuinya segalanya tentang makhluk pengisap darah." Shen Yin membaca perkenalan singkat pada halaman blog.
Bukankah ini terlalu jujur? Pikirnya.
"Bagaimana, situs ini dibuat seperti benar-benar nyata. Pemilik situs ini pasti penggemar berat para vampir!" Yi Er tersenyum percaya diri.
"..." Sudut mulut Shen Yin berkedut. Penggemar apa? Ini jelas asli, pikirnya lagi.
Lagi pula Shen Yin bisa mengetahui apakah situs tersebut hanyalah main-main atau asli. Tapi dia tak menyangka akan menemukan situs asli.
Jika dipikir-pikir lagi ... Seharusnya blog tersebut dibuat oleh salah satu vampir di hutan wisata. Shen Yin cukup yakin dengan hal ini.
"Kalau begitu, lakukan saja apa yang dikatakan oleh penulis blog ini. Dia ada benarnya." Shen Yin menghela napas.
"Oh, sudah kubilang ini asli."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain, Shen Yin dan yang lainnya tidak tahu bahwa para vampir di hutan wisata tengah bermain laptop dan smartphone saat ini.
Salah satu pria vampir yang nongkrong di atas dahan pohon kokoh, langsung bersin. Smartphone yang dipegangnya hampir saja terjatuh.
"Siapa yang membicarakanku?" gumamnya segera menggosong ujung hidungnya yang gatal.