The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
Tunggu Aku Kembali


SHEN YIN menggelengkan kepala. Dia sama sekali tidak menyesali apapun. Untuk menghilangkan kutukan, dia pasti akan berjuang keras. Bahkan waktunya sedikit lama, hasilnya akan sepadan.


Satu-satunya hal yang paling disesali, dia tidak bisa melihat Jun Haobei. Asisten kecilnya ini selalu berusaha yang terbaik untuk tampil di matanya. Namun Shen Yin tahu, tindakannya waktu itu karena dia menyukai Jun Haobei tanpa menyadarinya.


"Jangan khawatir, aku akan berusaha semaksimal mungkin." Shen Yin menyakinkan Guru Zhinghu.


"Bagus!" Guru Zhinghu akhirnya menghela napas lega.


Dia membawa dua bersaudara itu ke tempat tinggal yang telah disiapkan untuk Shen Yin. Karena Shen Yin akan tinggal lama, tentu saja tempat tinggalnya juga tidak buruk. Shen Yang awalnya ingin tinggal bersama adiknya dalam satu atap namun Guru Zhinghu menolak.


Meski keduanya memiliki ikatan darah sebagai keluarga, tapi perguruan keabadian melarang pria dan wanita berada di atap yang sama. Bahkan jika itu keluarga. Kecuali orang tua murid sendiri.


Pada akhirnya, tempat tinggal Shen Yin berada tak jauh dari tempat tinggal Shen Yang. Itupun karena Shen Yang telah memohon pada gurunya agar tinggal tak jauh dari kediaman adiknya. Hati sang guru luluh, jadi Shen Yang patuh untuk latihan lagi.


"Kakak, bukankah kamu akan segera lulus dan turun pegunungan untuk menjadi seorang ahli Tao?" tanya Shen Yin.


"Ya. Tidak apa-apa untuk menemanimu di sini selama beberapa tahun lagi." Shen Yang tersenyum dan mengelus kepala adiknya.


"Oh, kenapa aku tidak tersentuh sama sekali?" Shen Yin bercanda.


"Gadis kecil tanpa hati nurani!" Shen Yang pura-pura marah.


Lalu laki-laki itu mengeluarkan seragam simbol perguruan keabadian kepada adiknya. Ini disiapkan khusus oleh gurunya sendiri sejak lama. Tuan benar-benar tahu bagaimana cara meramalkan kedatangan orang lain ke sini.


"Ini?"


"Besok, kamu pakai ini dan ikut aku ke kuil. Ada beberapa ritual yang harus dijalani dulu untuk berlatih aura keabadian. Kamu mungkin mengolahnya secara ajaran keluarga kita tapi itu tidak akan cukup untuk menekan kutukan di tubuhmu."


"Lalu bagaimana dengan Shin Mose yang ada di alam bawah sadar ku?"


"Karena kamu sudah tahu tentang jiwa raja iblis dunia bawah ini, kakak tidak akan menyembunyikan apapun. Jangan khawatir, jiwa makhluk itu tidak akan meninggalkan tubuhmu selama kamu belum menghilangkan kutukan mata unik."


"Ternyata seperti itu ...," gumamnya.


"Kenapa kamu bertanya ini?"


Shen Yin tidak berbohong pada kakaknya meski Shin Mose di alam bawah sadar sudah berteriak untuk tidak mengatakan apapun. Shin Mose tahu jika Shen Yang tidak suka dengan makhluk dunia bawah. Dia merasakan sesuatu yang buruk akan menimpanya.


"Dia akan kepanasan saat memasuki kuil."


Shen Yang tertawa ringan tapi nadanya agak buruk. "Wajar. Makhluk dunia bawah tidak bisa memasuki kuil atau mengganggu aura kuil. Dia makhluk tercela, tentu saja akan kepanasan. Jangan khawatir, dia akan merasa berada di sauna selama dua tahun ke depan," katanya cukup bahagia.


"..."


Belum lagi perguruan keabadian ini memiliki aura suci. Secara alami, dia harusnya tidak bisa masuk. Namun karena ada di tubuh Shen Yin, dia hanya bisa menanggung semua keluhan.


"Tidurlah lebih awal malam ini. Besok pagi kita pergi ke kuil," kata Shen Yang.


Shen Yin mengangguk dan mengucapkan selamat malam pada saudaranya.


Hingga keesokan paginya ....


Salju tidak turun pagi ini dan matahari bersinar dari ufuk timur. Namun suhu udara masih sangat dingin.


Shen Yin terbangun dari mimpi buruknya untuk sementara waktu dan membersihkan diri. Dia memakai jubah putih dengan lambang perguruan keabadian. Jubah tersebut tampak pas di tubuhnya yang kecil.


Setelah itu, Shen Yin menyisir rambutnya yang kini mulai tumbuh panjang. Dalam waktu dua tahun ke depan, dia mungkin bisa mengikat rambut panjangnya.


Shen Yang sudah menunggu di luar dan keduanya sarapan terlebih dahulu. Sarapan yang disediakan oleh perguruan keabadian ternyata bisa tergolong lengkap namun lebih dominan dengan sayuran alih-alih daging.


Seusai sarapan, keduanya pergi ke kuil keabadian. Shen Yin sedikit gugup. Dia tak pernah bisa memasuki kuil tapi terakhir kali saya mencobanya di sini, dia bisa keluar-masuk dengan lancar.


"Jangan gugup, ayo ..." Shen Yang menunggunya.


Shen Yin mengambil napas dalam-dalam dan melangkah ke halaman kuil. Tidak ada penolakan apapun selain makian Shin Mose di alam bawah sadarnya. Shen Yin pun tenang.


Di teras depan kuil, beberapa murid dalam sudah menunggu mereka. Guru Zhinghu ada di dalam kuil dan menyiapkan semua ritual sucinya.


Saat Shen Yin masuk, semuanya terlihat lebih spiritual.


"Guru," sapa Shen Yang.


"Ya." Guru Zhinghu mengangguk ringan. Dia meminta Shen Yin untuk duduk di tengah-tengah lingkaran kertas jimat penyegel.


Semua jimat penyegel ditempel pada beberapa tiang besi yang membentuk lingkaran. Shen Yin duduk di tengah-tengah.


Ketika Guru Zhinghu membaca sebuah mantra suci, semua jimat penyegel mengeluarkan cahaya jingga kekuningan. Banyak simbol-simbol aneh muncul di sekitar tiang besi menuju ke tengah.


Shen Yin merasa ada sesuatu yang mengekang tubuhnya saat ini. Sangat tidak nyaman. Shen Yang yang khawatir hanya bisa menyaksikan diam-diam.


"Nak, pejamkan mata dan kosongkan pikiran. Guru akan memulai penyegelan mata unikmu untuk sementara waktu agar tidak menghalangi pelatihan aura supernatural," jelas Guru Zhinghu.


Shen Yin mengangguk. Dia menenangkan diri dan mulai memejamkan mata. Kali ini, dia akan memulai lagi dari awal.


Jun Haobei, tunggu aku kembali ....