The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
VOL 2. Para Pemburu Vampir


KEMBALI KE tempat Shen Yin berada.


Dia tidak tahu jika Jun Haobei tanpa sengaja menakuti para hantu rendah yang berkeliaran di jalanan. Mobil yang dikendarai Jun Haobei melambat dan menepi di depan gerbang pintu sekolah SMA.


"Sampai?" Shen Yin menguap dan mencoba mengumpulkan kesadarannya lagi.


“Ya.” Jun Haobei keluar mobil bersamaan dengan gadis itu dan pergi menemui kepala sekolah.


Bus wisata sudah tiba dan beberapa murid mulai masuk. Shen Yin tidak peduli dengan Jun Haobei yang pergi menemui kepala sekolah, dia segera menghampiri Yi Er yang melambai padanya.


Tiba-tiba saja, sekelompok siswi mengerumuni Shen Yin dan bertanya siapa pria yang baru saja datang bersamanya.


"Shen Yin, siapa pria itu?"


"Apakah dia pacarmu?"


"Mungkinkah pria itu tunangan, kakak ipar? Sepupu atau ..."


Wajah para siswi itu begitu polos saat bertanya demikian.


"..." Mendengar semua pertanyaan itu, Shen Yin sedikit canggung dan tak terbiasa dengan sifat antusias mereka.


Untungnya Yi Er segera memblokir mereka dan menyeret Shen Yin ke tempat yang lebih aman. Setelah para siswi itu menyerah, Yi Er juga menghela napas lega.


"Apakah pria itu berasal dari keluarga Jun?" tanya Yi Er.


Shen Yin mengangguk.


"Kenapa kamu bersamanya?"


"Dia tunanganku." Gadis itu masih menjawab dengan wajah datar.


"Tunangan??!!" Tiba-tiba suara beberapa siswi terdengar tak percaya.


"...??!!!" Shen Yin dan Yi Er terkejut ketika melihat sekelompok siswi yang tadi ternyata diam-diam menguping.


Yi Er berteriak kesal pada mereka. Mengapa sekelompok siswi tukang gosip ini masih belum menyerah juga. Pada akhirnya, Yi Er beradu mulut dengan sekumpulan para penggosip liar.


Hal ini bukan masalah serius dan terkadang hanya akan mengalami kerugian mental kecil. Yi Er sendiri tidak akan menang melawan sekelompok siswi tukang gosip.


Pertengkaran mereka membuat Shen Yin sakit kepala. Dia mengepalkan kedua tangannya dan mengerutkan kening sebelum akhirnya menggunakan kemampuan supernaturalnya.


"Diam!" teriak Shen Yin.


Seketika, sekelompok siswi yang bertengkar dengan Yi Er pun langsung menjadi kaku di tempat. Mereka kebingungan. Tubuh mereka tidak bisa digerakkan.


"Ah, kenapa tubuhku kaku sekali?" tanya salah satu dari mereka mulai panik.


"Aku ... Aku juga. Tubuhku mati rasa."


"Shen Yin, apa yang kamu lakukan pada kami?"


Shen Yin yang melihat mereka mulai bicara banyak omong kosong pun sama sekali tidak terlalu memedulikannya. Iris mata kanan gadis itu berubah menjadi  hijau dan memancarkan aura yang cukup kuat.


Mereka mulai merasakan kepala pusing dan kesemutan.


Setelah beberapa saat, Shen Yin tampaknya mulai mengendalikan pikiran mereka.


"Lupakan apa yang kalian pertanyaan hari ini. Anggap saja semuanya tidak pernah terjadi," katanya dengan nada yang sangat pelan.


Setelah Shen Yin berkata demikian, para siswi yang tubuhnya kaku itu langsung memiliki ekspresi kosong. Tak lama kemudian, Yi Er mampu menggerakkan tubuhnya sendiri setelah Shen Yin melepaskan ikatan supernatural.


"Ah, Xiao Yin ..." Yi Er sangat penasaran dengan bakat Shen Yin yang menurutnya di luar nalar.


Shen Yin sudah melangkah jauh dari tempat itu dan menyentuh mata kanannya sebentar. Mata kanannya agak sakit. Mungkinkah karena terlalu sering menggunakan mata uniknya?


Yi Er mengejar Shen Yin dan menepuk bahunya. "Tunggu aku. Hei, bagaimana kamu bisa melakukan itu pada mereka? Ajari aku," katanya dengan ekspresi main-main.


"Kamu tak akan mampu melakukannya bahkan jika belakang bertahun-tahun sekalipun." Shen Yin menghancurkan impian table mate nya dan sama sekali peduli dengan perasaannya.


"Kamu kejam!" Yi Er cemberut tapi tidak marah. "Apa mereka baik-baik saja?" Dia melihat ke arah sekelompok siswi yang masih mematung kebingungan. Jelas belum pulih dari hipnotis Shen Yin.


Shen Yin meliriknya dan ekspresi wajahnya acuh tak acuh. "Mereka akan baik-baik saja."


Sementara itu, sekelompok siswi yang mematung tadi dikejutkan oleh suara salah satu guru yang juga menjadi pemandu kemah.


Guru Ling yang kebetulan lewat tempat tersebut pun mengerutkan kening dan memanggil mereka untuk segera baik bus.


"Apa yang kalian lakukan di sana? Cepat kembali. Hari sudah mulai gelap. Kita harus sampai di tujuan sebelum larut malam," kata Guru Ling agak keras.


Para siswi yang baru saja terkejut itu pun linglung sebentar sambil menyentuh kepala. Mereka sedikit tidak nyaman dan rasanya ada sesuatu yang hilang.


Ketika Guru Ling memanggil, mereka juga bingung. Setelah melihat sekitar, para siswi itu justru merasa aneh.


"Kenapa kita di sini?" gumam salah atau dari mereka.


"Aku merasa kepalaku pusing."


Mereka bertanya-tanya tapi tak ada satu pun dari mereka yang mampu mengingatnya.


Yi Er yang melihat mereka tampak linglung pun merasa sangat luar biasa. Shen Yin bisa menghipnotis orang! Ini luar biasa.


Gadis pendiam yang terlihat aneh di mana-mana itu ternyata memiliki kekuatan yang nyata. Di samping kepintarannya di sekolah, Shen Yin juga tak pernah mengecewakan sekolah.


Meski kadang bolos sekolah cukup lama, nilainya tak pernah turun sedikit pun.


Yi Er yang duduk di samping gadis itu pun, matanya langsung berbinar. "Xiao Yin, kamu benar-benar hebat!" pujinya.


Mendengar nada penuh antusias nya, Shen Yin sama sekali tidak mengubah ekspresi. Dia duduk di dekat jendela, membuka kaca jendela bus sedikit sehingga udara bisa masuk. Langit jingga sudah terlihat jelas dan sekarang pukul lima sore lebih sedikit.


Pada saat ini, suasana di luar sedikit mencekam. Bagi Shen Yin, waktu sore menjelang malam seperti ini menandakan jika para makhluk tak kasat mata mulai menunjukkan kekuatan.


Biasanya saat malam akan tiba, gerbang dunia hantu dan pintu dari berbagai alam gaib terbuka. Suasana malam akan berubah menjadi dunia mereka. Karena itu, Shen Yin paling tidak suka berkeliaran di malam hari.


Kali ini, mereka melakukan perjalanan sebelum malam. Shen Yin menunduk sedikit dan berharap jika perjalanan kali ini tidak menemukan bahaya apa pun. Dia menatap ke depan dan akhirnya mencondongkan tubuhnya pada seorang siswa yang duduk di kursi yang ada di depannya.


"Maukah kamu membeli jimat pelindung yang kubuat? Ini cocok untuk bepergian di malam hari, kamu tak akan diganggu oleh hantu," ujar Shen Yin sekenanya.


"..." Siswa berkacamata yang sedang membaca buku pun terkejut saat mendengar Shen Yin bicara dengannya.


Laki-laki berseragam olah raga itu tampan, rambutnya disisir rapi, kulitnya putih bersih dan kacamata yang khusus digunakan untuk penderita rabun jauh. Dia adalah seorang ketua kelas yang hobi membaca buku penelitian ilmiah.


Shen Yin melihat buku tersebut dan perasaannya menjadi sedikit lebih membosankan. Menjadi seorang peneliti, apakah begitu menyenangkan? Pikirnya.


Ketua kelas yang bernama Jun Ye itu mengerutkan keningnya dan tidak memperhatikan Shen Yin yang sedang berpikir tentang buku yang dibacanya.


"Apakah jimat pelindungnya sangat ampuh untuk mengusir hantu?" tanyanya datar.