The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
Ketahuilah Batasanmu


SHEN YIN SEDIKIT terkejut dan aura di tubuhnya mulai kacau. Sepertinya ada aura yang kuat di sekitar, mengacaukan kolam aura supernatural di tubuhnya. Mendengar pertanyaan Jun Haobei, dia menggelengkan kepala.


"Aku baik-baik saja," jawabnya.


Embusan angin yang cukup kuat membelai wajah gadis itu. Shen Yin mengerutkan kening, langkah yang terhenti. Dia menoleh ke sisi lain dan tidak berkedip. Namun ada sedikit perubahan di matanya.


"Ada apa?" Jun Haobei mengerutkan kening.


Tubuh Shen Yin sedikit gemetar barusan, membuat pria itu sedikit penasaran. Pandangan gadis itu tertuju pada sesuatu. Tapi Jun Haobei tidak melihat apa-apa di sana. Meskipun aura supernatural di tubuhnya juga telah pulih, namun mata batin untuk melihat makhluk tak kasat mata bukankah keahliannya.


"Xiao Yin," panggilnya.


Shen Yin tidak merespons.


Saat ini, gadis itu melihat sosok jiwa gelap Li Nuo berdiri di kejauhan, menatapnya dengan senyuman datar dan rasa lega. Di sampingnya da jiwa gelap Lan Miao yang duduk kesakitan. Banyak rantai di tubuhnya dan sepertinya dikendalikan oleh jiwa gelap Li Nuo.


Jiwa gelap Li Nuo mengucapkan terima kasih padanya.


Sampai pada akhirnya, sebuah pintu besi raksasa berdaun dua muncul tak jauh di belakang jiwa gelap Li Nuo. Mungkin tingginya bisa mencapai sepuluh meter. Pintu besi itu memiliki suhu yang sangat panas. Ketika pintu raksasa itu dibuka, hawa panas bercampur asap kemerahan menyebar.


Shen Yin merasa jika wajahnya berada di dekat api yang menyala, kemerahan dan panas. Napasnya agak sesak dan sepertinya aura dari dalam pintu besi raksasa berdaun dua itu menekan semua jiwanya.


Tak lama, sosok mengerikan yang dipenuhi oleh cairan lava dan api pun muncul dari dalam pintu besi raksasa tersebut dan mengeluarkan rantai api, melilit jiwa gelap Li Nuo dan Lan Miao bersamaan.


Kedua jiwa gelap itu dilempar ke dalam. Shen Yin bisa mendengar suara teriakan ngeri dari jiwa gelap Lan Miao serta tawa menyenangkan jiwa gelap Li Nuo secara bersamaan.


Yang satu ketakutan dan satunya lagi bahagia bisa menyeret Li Nuo ke tempat tersebut.


Shen Yin akhirnya pucat saat melihat makhluk raksasa bertanduk itu. Mata merah makhluk itu  melotot marah dan akhirnya tertuju pada Shen Yin yang memperhatikan. Makhluk itu mengeluarkan suara geraman kecil yang membuat tubuh Shen Yin akhirnya lemas.


Deretan gigi tajam dan berdarah pada makhluk itu sepertinya mengeluarkan bunyi derit yang mengerikan.


"Manusia yang dikutuk, ketahui batasanmu! Di sini juga akan menjadi tempatmu di masa depan," kata makhluk itu padanya.


Shen Yin tidak berbicara dan wajahnya menjadi  gelap.


Dasar makhluk neraka! Batinnya.


Benar, apa yang dilihat gadis itu saat ini adalah pintu gerbang menuju neraka yang akan terbuka untuk mengambil jiwa gelap seseorang. Manusia mana pun yang mati dan meninggalkan jiwa gelap, prajurit neraka akan datang dan mengambil mereka secara paksa. Suka tidak suaka tau mau tidak mau, jiwa gelap harus datang ke neraka.


Ketika Jun Haobei menepuk pundaknya dengan sedikit kekuatan, akhirnya Shen Yin tersadar dari pikirannya.


"Xiao Yin! Apa yang kamu lihat?" Jun Haobei berwajah gelap saat melihat wajah gadis itu pucat dan suhu tubuhnya panas saat ini.


Pada saat yang bersamaan, bayangan seekor naga dengan aura ungu keemasan muncul di atas tubuh Jun Haobei, menekan aura mengerikan dari pintu gerbang neraka.


Dengan kesombongannya, bayangan naga yang angkuh itu menatap makhluk bertanduk yang baru saja menyeret jiwa gelap Li Nuo dan Lan Miao. Seolah-olah berkata bahwa neraka bukanlah lawannya.


Makhluk neraka itu melihat bayangan naga tersebut dan tiba-tiba saja sedikit mundur. Lalu tatapannya pindah pada pria yang ada di samping Shen Yin. Manusia yang memiliki aura ungu keemasan ....


"Ternyata manusia yang diberkahi para dewa. Bagaimana ada manusia seperti ini ...?" gumamnya pelan. "Gadis yang dikutuk itu benar-benar terlindungi oleh auranya."


Makhluk dari neraka tersebut tidak berani melawan bayangan naga yang muncul di atas tubuh Jun Haobei. Jika dia ceroboh, mungkin para dewa akan menghukumnya. Jadi, dia segera kembali menutup gerbang neraka dan sepenuhnya menghilang dari ambang batas dua dunia.


Pada saat ini juga, Shen Yin sepenuhnya pulih dari penglihatan mata uniknya.


"Xiao Yin!" Jun Haobei memanggilnya lagi.


"Aku ... Aku baik-baik saja," kata gadis itu.


"Kenapa tubuhmu begitu panas? Apa yang kamu lihat?" tukas pria itu, sama sekali tidak memberi kesempatan untuk mencari alasan.


"Aku ..." Shen Yin tertegun lagi. Dia menatap bayangan naga dan tubuh Jun Haobei yang dikelilingi oleh aura ungu keemasan.


Bayangan naga itu juga memperhatikannya sejenak sebelum akhirnya mendengus. Bayangan naga itu meremehkannya dan menghilang begitu saja.


"..." Shen Yin merasa jika dirinya hanyalah ikan di talenan.


Di saat yang bersamaan, Jun Haobei sudah menyuntikkan aura supernatural nya pada tubuh gadis itu hingga suhu panas di tubuhnya menghilang.


"Aku baik-baik saja. Jangan khawatir. Mulai saat ini, jiwa gelap Li Nuo tidak akan pernah muncul lagi. Dia sudah pergi ..." Shen Yin mencari penjelasan yang singkat.


"Pergi? Ke mana?"


"... Neraka," jawab Shen Yin sangat pelan. Tapi dia yakin Jun Haobei mendengarnya.


Keheningan tiba-tiba saja terjadi sampai akhirnya, Jun Haobei memberanikan diri untuk bertanya dan memperhatikan ekspresi gadis itu.


"Kamu ... baru saja melihat neraka?" tanyanya.


"Tidak!" Shen Yin menggelengkan kepalanya tanpa ragu-ragu. "Manusia tidak bisa melihat neraka. Aku hanya melihat gerbangnya saja. Meski aku bisa tinggal di antara dunia manusia dan dunia gaib, tapi neraka adalah tempat paling tinggi yang sejajar dengan surga. Aku tidak bisa masuk."


Jun Haobei menghela napas. "Kalau begitu, kenapa kamu terlihat bingung saat melihatku barusan?"


"Karena kamu ..." Shen Yin menatapnya lagi. "Karena kamu membuat penjaga neraka tak bisa berbuat apa-apa. Bayangan naga dan aura ungu keemasan yang ada di tubuhmu membuat penjaga neraka terkejut. Kamu diberkahi ... para dewa," jelasnya.


"..." Jun Haobei sama sekali tidak mengerti tentang masalah tersebut namun setelah mendengar penjelasan itu, dia mengerti.


Dengan kata lain, selain bangsa iblis dan para hantu, penjaga neraka juga takut pada bayangan naga di tubuhnya?


Bukankah ini berlebihan?


Namun Shen Yin tidak akan pernah menganggap ini sebagai lelucon dan Jun Haobei juga memikirkannya dengan hati-hati.


"Oke, ini sudah waktunya kembali. Apakah tubuhmu baik-baik saja sekarang?"


"Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja. Hanya sedikit lelah."


Keduanya masuk mobil dan Jun Haobei menyetir. Mobil itu melaju dengan lancar menuju sekolah. Shen Yin beristirahat sambil menenangkan aura supernatural nya yang agak kacau. Tanpa sadar, dia tertidur.


Jun Haobei tidak membangunkannya sepanjang perjalanan dan hanya menggelengkan kepalanya, tidak berdaya.


Dia tidak tahu bahwa para makhluk tak kasat mata, khususnya para hantu yang ada di jalanan, kini menghindar dengan cepat. Mereka melihat mobil Jun Haobei melaju dan segera bersembunyi di satu tempat.


Salah satu hantu dengan kepala pecah pun menyipitkan mata dan bersembunyi di balik pohon pinggir jalan. Dia mengerikan dengan luka berdarah yang parah. Hingga wajahnya sedikit tidak dikenali.


Beberapa hantu juga ada di sekitarnya.


"Apakah dia masih manusia? Tampan tapi sombong. Auranya seolah-olah akan melemparkanku ke neraka!" Hantu kepala pecah itu menggigil.


"Nak, kamu tidak tahu. Dia adalah manusia yang diberkahi para dewa. Pergilah ke dunia hantu dan bertobat sebelum pria itu meminta gadis yang ada di sampingnya untuk melenyapkanmu," kata hantu nenek yang tiba-tiba saja lewat di sekitar mereka.


"..." Para hantu di sana melihat hantu nenek tersebut dan memiliki tiga garis hitam di kepalanya.


Tidak! Mereka tidak akan ditipu untuk pergi ke dunia hantu dan menjalankan kehidupan yang membosankan. Di dunia ini, mereka bisa menakuti manusia. Tapi di dunia hantu, mereka hanya sosok kecil yang kesepian.