
Saat Shen Yin siuman, hari sudah siang. Dia tiba-tiba saja membuka matanya dan menghirup napas dalam-dalam. Untuk sementara, dia tertegun. Melihat langit-langit putih yang sedikit menyilaukan serta mencium bau obat di mana-mana.
Dia mencoba untuk duduk tapi tubuhnya lemas. Jari jemarinya digerakkan sedikit. Rasanya agak sulit. Entah kenapa, Shen Yin merasa tubuhnya benar-benar kaku dan tidak seimbang.
"Xiao Yin, kamu akhirnya bangun," ujar Shen Yang yang tampak kelelahan. Dia duduk di samping tempat tidur Shen Yin dengan mata memerah. Lingkaran hitam di sekitar matanya agak terlihat.
Akhirnya Shen Yin menggertakkan matanya ke samping. Dia menyadari jika orang yang bicara padanya adalah kakaknya sendiri.
"Kakak," katanya lemah.
"Jangan banyak bergerak. Guru bilang jiwa dan tubuhmu belum menyatu dengan benar. Tunggu guru kembali dan membantumu menyatukan sisa jiwa yang rusak," jelas Shen Yang.
Tapi Shen Yin tampaknya tidak memedulikan itu. Dia mulai menitikkan air mata saat melihat Shen Yang.
"Kakak, Kakak!" isaknya.
Shen Yang sedikit panik dan tidak tahu apa yang terjadi dengan adiknya. "Ada apa? Kakak di sini, jangan khawatir. Kamu akan baik-baik saja."
"..." Aku jelas khawatir dan merindukan mu, batin Shen Yin tidak berdaya. Tapi dia tak bisa mengatakan apa yang ada di hatinya.
"Di mana Haobei?" tanyanya.
"Pria itu? Dia pergi bekerja seperti biasanya." Suara Shen Yang mendadak acuh tak acuh.
"Berapa lama aku koma?"
"Ini sudah sebulan," jawabnya. "Sudah sebulan lamanya, kamu membuat Kakak khawatir. Tapi untunglah aura naga ungu membantu jiwamu tetap aman, jadi Kakak merasa sedikit lega."
Jika tidak, Shen Yang pasti sudah menghajar Jun Haobei sejak lama hingga wajahnya tak dikenali adiknya lagi.
"Ternyata sudah lama. Rasanya aku baru saja tidur kemarin."
"..." Shen Yang tersenyum sedikit.
Dia segera menghubungi gurunya yang masih ada di pegunungan keabadian. Lalu tak lupa memberi tahu Jun Haobei juga Shen Yin sudah siuman.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jun Haobei sedang berada di perusahaan bersama Li Yugang dan Ye Zhuan. Mereka sedang makan siang saat ini. Ketika Jun Haobei mendapat telepon dari Shen Yang dan mengabarkan bahwa Shen Yin sudah bangun, dia segera pergi tanpa mengucapkan apa-apa pada Li Yugang dan Ye Zhuan.
"Ada apa dengannya?" Li Yugang kesal.
"Hah? Wanita itu bangun?" Li Yugang terkejut. "Sudah sebulan lamanya, akhirnya dia bangun juga. Ketika gerbang neraka hancur di depanku malam itu, rasanya seperti akan menemui ajal. Untungnya aku tidak mati," jelasnya langsung mengelus dada.
Ye Zhuan mencibir. "Itu karena dalam buku kematian, kamu belum tiba untuk mati. Tunggu giliran," katanya.
"..." Kamu tidak bisa diajak bercanda, batin Li Yugang yang saat ini masih mengenakan seragam detektif khusus.
Malam itu, gerbang neraka hancur tak lama setelah Ye Zhuan dan Jun Haobei menyusul. Dia bersama Jun Ye seperti penakut yang khawatir nyawa kecil mereka akan melayang.
Tapi siapa yang tahu bahwa waktu di alam neraka dengan dunia manusia sangat berbeda jauh. Hanya beberapa jam di dunia manusia sudah setara dengan berhari-hari di alam neraka. Tidak tahu apa yang mereka makan di dalam sana?
Mungkin yang mereka makan merupakan sejenis tulang atau buah aneh. Li Yugang tidak mau membayangkan. Jika Bo Yu mengetahui ini, dia mungkin akan muntah darah. Bermain mengejek alam neraka!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat Jun Haobei pergi ke rumah sakit, Shen Yang sudah ada di sana bersama dengan Guru Zhinghu yang datang dari tadi. Dengan kemampuan pria tua itu, teleportasi bukan hal yang sulit.
Shen Yin bersandar di kepala ranjang
"Xiao Yin!" Jun Haobei segera menghampirinya. "Apakah kamu baik-baik saja?"
"Tidak apa-apa. Tubuhku hanya merasa sedikit kaku," jawabnya.
"Apakah semuanya selesai?" Jun Haobei melihat Guru Zhinghu baru saja membereskan jimat aneh, akhirnya penasaran.
Guru Zhinghu mengangguk. "Tidak masalah. Jiwanya telah menyatu sempurna dengan tubuh. Tapi karena baru saja bangun, dia sedikit lemah. Jaga dia dengan baik di masa depan," jawabnya seraya menatap Jun Haobei penuh peringatan.
Jun Haobei mengangguk serius. "Dia istriku. Tentu saja aku akan menjaganya."
Guru Zhinghu mencibir. Anak muda ini sombong dan pamer di depannya. Shen Yin mungkin bukan muridnya secara langsung tapi Shen Yang telah mengikutinya sejak lama. Dia menganggap kedua saudara Shen itu sebagai cucunya sendiri.
Sekarang dia yakin Shen Yin telah mengingat semua yang terjadi di masa lalu. Tapi untungnya wanita itu tidak menunjukkan tanda-tanda frustasi atau marah pada siapapun. Mungkin usia telah membuatnya mengalami banyak hal.
"Karena tidak ada apa-apa, aku akan kembali. Bukankah sekte lain membuat masalah dengan kerja sama dengan iblis? Perguruan Keabadian sedang membereskannya sekarang," jelas Guru Zhinghu.
"Membuat Guru khawatir," kata Jun Haobei.
Guru Zhinghu mencibir dan bersiap pergi. "Siapa gurumu? Humph!"
Jun Haobei hanya tersenyum seraya melihat kepergiannya.