
SHEN YIN teringat dengan lukisan yang di mana jimatnya belum dilepas. Dia kembali ke lantai bawah dan melihat Bibi Liu sudah terbujur kaku di lantai dengan tubuh gosong.
Keluar Chen terkejut saat melihat hal itu.
"Ya Tuhan, apa yang terjadi?!" Nyonya Chen gemetar saat melihat tubuh Bibi Liu mengeluarkan asap terbakar.
Shen Yin memeriksa jimat yang tertempel di balik lukisan yang sebelumnya diturunkan. "Jimatnya sudah tidak aktif lagi," katanya.
"Lalu apa yang terjadi pada Bibi Chen?"
"Ini hanya salah sasaran. Pihak lain tahu ada aku di sini. Mereka masih berpikir jika Tuan Chen berada di dekat lukisan jadi mulai menembak dari jarak jauh. Sayang sekali mereka salah dan jimat itu berdampak pada Bibi Liu."
Itu artinya jika Tuan Chen yang berada di dekat lukisan, makan jimat yang terpasang pada lukisan akan membunuhnya. Bukan menargetkan Bibi Liu.
Nyonya Chen tak bisa membayangkan jika suaminya terkena oleh jimat itu. Lihatlah Bibi Liu yang tubuhnya gosong seperti terbakar tapi tidak ada api yang berkobar di tubuhnya. Sungguh, di dunia ini ternyata ada hal seperti itu.
“Kasus ini tidak bisa diselesaikan oleh polisi. Aku akan menghubungi pihak pelindung supernatural untuk menangani kasus kematian Bibi Liu.”
Shen Yin tahu sebuah kelompok resmi di negara ini yang khusus menangani kasus kematian tak wajar akibat aktivitas supernatural atau kejadian tak kasat mata lainnya. Namun Jun Haobei tiba-tiba saja teringat dengan sesuatu.
“Li Yugang juga mampu melakukan tugas ini.”
“Apakah detektif nasional bisa mengatasinya? Mereka berpikir mungkin kematian Bibi Liu akibat dibakar oleh keluarga Chen nanti. Ini merepotkan,” kata Jun Ye.
“Jangan khawatir, di kantor mereka telah didirikan tim khusus untuk menangani kasus ini. Dia bilang ini untuk menghormati adik angkatnya, Li Nuo." Jun Haobei menjelaskan.
"Li Nuo? Penulis novel Deep Story itu?" Jun Ye tampaknya masih memiliki kesan yang baik tentang Li Nuo ini.
"Ya."
Shen Yin juga bijak. "Kalau begitu, mohon bantuannya."
Jun Haobei segera menghubungi Li Yugang yang kini berada di kantornya. Mendengar permintaan Jun Haobei, tentu saja Li Yugang langsung meluncur ke lokasi. Terutama saat tahu jika Shen Yin juga ada di sana.
Masalah lukisan itu, Shen Yin memastikan tidak ada yang salah lagi selain aura dingin yang menguar dari lukisannya. Hal itu disebabkan karena lukisan tersebut memiliki cerita kelam pada masa jayanya. Jadi lebih baik untuk membakarnya saja.
Tuan Chen tidak keberatan. Tidak peduli seberapa mahalnya lukisan itu jika dijual, dia masih tidak mau keluarganya mengalami kecelakaan.
Untuk saat ini, kasus kesialan Chen Kai teratasi.
"Berapa yang diinginkan Nona Shen?" tanya Nyonya Chen. "Seratus ribu? Dua ratus ribu? Lima ratus tibu Yuan?"
"Aku hanya menerima pembayaran 99 Yuan hingga 99.999 atau di atasnya," jawab Shen Yin langsung tersenyum.
"..." Nyonya Chen yang memegang uang di tangannya langsung mengambil smartphone dan mentransfer 99.999 Yuan ke akun wanita itu.
Shen Yin menerima notifikasi penerimaan uang dari pihak lain dan akhirnya mengangguk senang. "Terima kasih Nyonya Chen. Kalau begitu, kami akan kembali dulu."
"Oh, hati-hati di jalan." Nyonya Chen mengangguk. Lalu dia menatap Jun Ye sebentar. "Xiao Ye, datanglah lain kali untuk belajar dengan putraku yang bodoh."
"Bibi, aku akan datang lain kali." Jun Ye tentu saja ingin tahu perkembangan Chen Kai yang selalu dilanda kesialan itu.
Melihat tiga orang itu meninggalkan halaman rumah keluarga Chen, Nyonya Chen tampak memiliki ekspresi serius. Dia melihat mayat Bibi Liu sudah diurus oleh kelompok Li Yugang. Tuan Chen dan putranya—Chen Kai juga sudah membakar lukisan yang mengerikan itu.
"Suamiku, kita harus menghubungi ayah dan ibumu untuk masalah ini. Keluarga Fang bukan vegetarian." Nyonya Chen langsung khawatir lagi.
"Jangan khawatir. Selama beberapa hari ke depan, kita akan tinggal di rumah orang tuaku. Lagi pula Chen Kai juga sudah lama tidak mengunjungi mereka."
"Ya."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Shen Yin kembali ke rumah tua Jun untuk membereskan pakaiannya. Hari ini dia berniat untuk kembali ke apartemen. Tapi Jun Haobei tidak mengizinkannya dan malah membawanya ke rumah pria itu.
Shen Yin jarang sekali datang ke sana dan belum benar-benar tinggal di sana sebelumnya. Tapi kali ini dia melihat rumah besar Jun Haobei yang terlihat sepi, ini menenangkan pikiran Shen Yin.
"Rumahmu benar-benar mewah. Kehidupan orang kaya," kata Shen Yin.
"Kamu lebih kaya dariku." Jun Haobei tidak berbohong. Shen Yin memang lebih kaya darinya. Wanita ini memiliki banyak warisan keluarga Shen, termasuk barang antik yang harganya tak ternilai.
Salah satunya diberikan pada Pak Tua Jun. Dan kakek Jun Haobei itu sangat mementingkannya hingga menyembunyikannya di tempat yang tak bisa dijamah orang lain. Agak berlebihan tapi kakeknya sangat cinta barang antik.
Shen Yin menyadari jika kini dia tidak akan tidur sendirian lagi. Dia menatap semua barang-barangnya. Bahkan Jun Haobei menyingkirkan beberapa barangnya sendiri yang tidak terlalu penting.
"Kamu jarang pulang?" tanyanya.
Melihat suasana rumah besar ini sangat dingin dan bersih dari kehadiran manusia, seperti nya Jun Haobei tidak suka pelayan tinggal di rumahnya lama-lama.