
BAGAIMANA SHEN YIN bisa menebaknya?
Jun Ye tidak tahu harus berkata apa saat ini dan tidak mungkin berbohong. Cepat atau lambat, dia pasti akan ketahuan. Terutama saat bertemu dengan Jun Haobei nantinya.
Dia mendengar jika Shen Yin memiliki kebiasaan mempercayai hal-hal mistis dan suka sekali menggunakan jimat serta benda-benda aneh lainnya.
Jun Ye berasal dari keluarga rahasia yang statusnya tak bisa diungkapkan. Jadi hampir semua keturunan keluarga Jun memilih untuk belajar mandiri atau pergi ke suatu tempat yang jauh untuk belajar.
“Tidak perlu menjawab. Aku sudah menebaknya.” Shen Yin melihat gerak-geriknya yang agak salah dan telah memiliki jawaban di hatinya.
Jun Ye memang berasal dari keluarga Jun.
“...” Sudut mulut laki-laki itu berkedut. Gadis ini aneh. Bagaimana bisa dia menjadi tunangan sepupunya?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di kantor perusahaan Jun Enterprise.
Jam menunjukkan pukul enam malam dan dia melewatkan waktu makan malam. Jun Haobei yang sibuk memeriksa dokumen dan beberapa kontrak kerja sama dengan perusahaan asing dari luar negeri, tiba-tiba mendengar smartphone nya berbunyi.
Dia awalnya hanya melirik smartphone yang tergeletak di atas meja. Tapi melihat siapa yang baru saja mengirim pesan WeChat, dia menaikkan sebelah alisnya.
Sangat jarang bagi sepupunya mengirim pesan.
Jun Haobei meletakkan dokumen di meja dan mengambil smartphone, dia memeriksa pesan apa yang dikirim laki-laki itu. Ada sebuah video yang disertai dengan pesan singkat jika Shen Yin kemungkinan besar akan dirampok oleh para murid laki-laki di luar sana.
Menyangkut gadis itu, Jun Haobei tidak berpikir panjang lagi dan segera memutar video. Isinya hanya gambar lantai bus dan juga kursi bawah. Tidak ada yang istimewa. Sepertinya Jun Ye merekam video diam-diam.
Tapi yang mengejutkan, ada banyak suara laki-laki di dalam video tersebut. Mereka menyebutkan nama Shen Yin dan berlomba-lomba membagi makanannya.
Wajah Jun Haobei menjadi gelap dan tanpa sadar, aura ungu yang ada di tubuhnya menjadi lebih tebal. Kesombongannya mulai muncul lagi dan dia buru-buru menelpon seseorang.
"Ini saya. Ya ... Saya punya permintaan kecil," kata Jun Haobei sambil tersenyum.
Setelah selesai menelpon, dia bangkit dan meninggalkan kantornya. Sang sekretaris wanita yang sedang menikmati lollipop pun segera panik dan mengejarnya dengan hati-hati. Dia mengenakan high heels yang cukup tinggi sehingga khawatir terjatuh.
"Presdir, rapat video dengan para pemimpin di negara K dan negara A akan segera dimulai sepuluh menit lagi. Anda—"
Jun Haobei menukasnya. "Tunda selama seminggu."
"Apa??! Tunda seminggu?" Sekretaris nya terkejut. "Tidak, Presdir, rapat ini sangat penting tentang penjualan merek furnitur perusahaan kita ke luar negeri ...."
"Aku bisa mendapatkannya lagi lain waktu. Jun Haobei tidak pernah gagal dalam bisnis." Jun Haobei tak peduli dan benar-benar meninggalkan kantor.
"..." Sektretaris yang memegang dokumen lain pun merasa jika bosnya narsis.
Sekarang dia bingung dan pergi ke wakil presiden direktur untuk menangani masalah ini. Tapi wakil presiden direktur justru menggelengkan kepala dan membiarkan sekretaris untuk tidak khawatir.
"Kamu wanita tua, bahkan tidak tahu jika bos sedang jatuh cinta. Tidak ada yang bisa membuat bos pergi dan terlambat ke kantor setelah mengenal gadis itu," ujar sang wakil presiden direktur yang usianya sepuluh tahun lebih tua dari Jun Haobei.
"..." Sang sekretaris menganga. Wakil presiden memanggilnya wanita tua karena belum menikah tapi bos sudah punya pacar dan akan menikah?
"Siapa wanita yang bersama bos?" tanyanya sangat penasaran. Dia cemburu tapi tidak gelap mata. Dia sangat ingin tahu wanita seperti apa yang berhasil membuat pria dingin seperti Jun Haobei meleleh.
"..." Terlalu muda dan masih sekolah! Ini tidak mungkin! Sekretaris berambut diikat ekor kuda itu menggelengkan kepala.
"Dan mereka juga perjodohan keluarga lama."
"..." Kali ini sang sekretaris tak bisa berkata-kata.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain.
Bus wisata yang dinaiki murid sekelas Shen Yin melaju dengan lancar menuju jalanan yang cukup sepi. Jam di smartphone menunjukkan pukul sepuluh malam dan beberapa murid telah lama tidur lebih awal.
Shen Yin mengeluarkan ponsel lipat yang jarang dia pakai untuk keperluan lain. Dia mengecek beberapa hal kecil dan menyimpan ponsel lipatnya kembali. Dia ingat jika jadwal pernikahan Jun Haoran dengan pria yang akan membawa bencana berdarah bagi keluarga Jun semakin dekat.
Tapi Shen Yin belum yakin apa yang dipilih oleh Jun Haoran.
Adapun Yi Er yang telah lama tertidur di bahunya, Shen Yin tidak berdaya. Sesekali, dia melihat bayangan hitam dan mereka melintas di luar jendela.
Shen Yin hanya bisa memejamkan mata dan acuh tak acuh pada makhluk tak kasat mata di luar. Sesekali, suara yang mengatakan jika dirinya hanyalah manusia kutukan juga terngiang. Namun Shen Yin sudah kebal terhadap hal tersebut.
Tanpa sadar, dia memikirkan Jun Haobei. Jika pria itu ada di dekatnya, makhluk-makhluk tak kasat mata ini pasti tidak akan mendekat.
Tiba-tiba saja Shen Yin yang memejamkan mata mendengar suara ketukan di kaca jendela bus yang ada di sampingnya. Awalnya dia terlalu malas untuk melihat makhluk tak kasat apa lagi yang akan ditemuinya.
Hingg saat dia membuka mata dan melihat ke samping, tubuhnya langsung kaku dan terperanjat sedikit. Shen Yin menjauh sedikit dari kaca jendela bus dan wajahnya sedikit pucat.
Gadis itu segera menunduk. "Sungguh sial bertemu dengan makhluk entitas," gumamnya.
Makhluk entitas merupakan golongan iblis yang mampu memiliki wujud nyata dan melukai manusia secara fisik. Wujudnya bisa terlihat oleh siapapun dan makhluk seperti ini juga lebih ganas dari pada jenis iblis lainnya.
Shen Yin baru saja melihat makhluk entitas berwajah mengerikan, bertelinga panjang, gigi runcing yang kotor dan penuh darah serta matanya merah menyala. Makhluk entitas itu juga memiliki tangan berkuku hitam tajam, tubuh penuh nanah serta menempel di dinding bus.
Alasan kenapa makhluk entitas itu mengetuk pintu kaca bus di dekat Shen Yin, tentu saja mengetahui jika ada manusia yang mampu melihatnya. Belum lagi, Shen Yin juga memiliki tubuh kutukan serta mata unik yang auranya bisa menggoda mereka untuk makan manusia.
Tanpa sadar, Shen Yin yang terperanjat tadi membangunkan Yi Er yang bersandar di bahunya. Gadis itu menguap dan melihat Shen Yin.
"Engh ... Xiao Yin, ada apa denganmu? Kenapa tiba-tiba bergerak tiba-tiba, aku terkejut," katanya pelan dan penuh rasa kantuk.
"Bukan apa-apa." Shen Yin pulih dari pikirannya dan melihat ke jendela bus lagi. Makhluk itu masih ada di sana dan menjilat kaca jendela dengan tergesa-gesa. Seperti tidak sabar ingin memakan Shen Yin.
"Apa yang kamu lihat?" Yi Er memperhatikan jika gadis itu memperhatikan jendela.
Dia hanya melihat pemandangan gelap dan sepertinya sedikit berkabut? Yi Er mengira jika kaca jendela dipenuhi oleh embun dan mengulurkan tangan untuk menghapus embun.
Shen Yin awalnya tidak melarang karena Yi Er memiliki kalung yang mampu menangkal roh jahat dan hantu. Tapi saat melihat jika kalung berliontin pedang mahoni kecil yang dipakai gadis itu mengeluarkan cahaya samar, Shen Yin segera menangkap tangan yang terulur ke kaca jendela bus.
"Jangan!" katanya tanpa sadar.
Yi Er terkejut dan menatap gadis itu dengan ekspresi keheranan. "Kenapa memangnya?"