
"AKU JUGA tidak tahu siapa dia," jawab temannya.
Mereka melihat Jun Haobei yang berlari kecil di sepanjang tanah berumput kering menuju ke satu arah. Tapi mereka kebingungan kenapa manusia biasa itu berjalan ke arah hutan yang paling dalam.
Sebagai vampir, dia mencium aroma darah yang manis dari tubuh Jun Haobei tapi tidak berani mendekatinya untuk dijadikan mangsa. Dia merasa akan mati tercekik saat mencoba untuk mendekatinya.
Sementara, para vampir itu mencium aroma manis lainnya dari arah kedalaman hutan. Mungkin pria itu pergi ke sana untuk mencari seseorang.
"Ayo ikuti dia dan lihat apa yang dilakukannya di wilayah kita," kata salah satu di antara mereka.
Segera, para pria vampir berjubah hitam itu melompat dari satu dahan ke dahan lain tanpa menimbulkan bunyi apa pun. Kulit mereka pucat dan sedikit membiru. Lingkaran mata sedikit kemerahan dan dua taring di rahang atasnya sangat mirip dengan klan vampir.
Jun Haobei yang tidak tahu jika saat ini sedang diikuti hanya fokus untuk mencari Shen Yin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain.
Shen Yin telah berada di kedalaman hutan dan melihat sekelompok makhluk entitas tengah mengerumuni mayat seorang wanita. Tak ada darah di tubuh wanita itu, kulitnya sangat pucat dan ekspresinya menunjukkan kengerian.
Sayangnya, wanita itu sudah meninggal dan kini menjadi santapan para makhluk entitas. Shen Yin masih sedikit tidak kuat saat melibat adegan berdarah tersebut dan bersembunyi di balik pohon terlebih dahulu.
Ternyata suara wanita yang berteriak itu berasal dari tempat ini. Mungkin teriakannya terdengar saat dicabik-cabik oleh para makhluk entitas.
Tidak heran polisi tidak bisa menemukan mayat atau tubuh utuh dari sosok yang berteriak siang tadi, sepertinya mengalami nasib yang serupa. Dimakan tanpa meninggalkan tulang.
"Ini kejam," gumam gadis itu.
Tiba-tiba saja Shen Yin merasa jika punggungnya berkeringat dingin dan suara geraman dari atas pohon membuat ragu untuk bergerak.
Gadis itu tahu jika saat ini ada salah satu makhluk entitas yang menyadari kehadirannya. Makhluk itu berada di atas pohon,tempat di mana Shen Yin bersembunyi saat ini.
"Ini juga nasib sial," gumamnya lagi sambil memejamkan mata.
Dia bukannya takut, hanya merasa kesal. Makhluk entitas tidak seperti hantu atau potongan jiwa yang terlantar di dua dunia. Mereka memiliki wujud nyata setiap kali ingin melakukan sesuatu di dunia manusia.
Akhirnya, Shen Yin menengadah dan melihat jika makhluk itu berjarak kurang dari setengah meter darinya. Makhluk entitas itu menyeringai dan bersiap untuk menyergap. Tapi Shen Yin segera bertindak cepat.
Dia mengambil belati dari sarungnya dan menusuk kepala makhluk entitas itu sekuat tenaga.
Jeritan yang melengking menggema dan menarik perhatian makhluk entitas lainnya.
Shen Yin tidak lagi bersembunyi. Gadis itu segera menghindar dan berjaga-jaga. Tanpa diduga, para makhluk entitas yang menganggur pun langsung mengepung keberadaan Shen Yin.
Mereka merangkak di tanah, batang pohon bahkan ada yang berada di puncak pohon. Shen Yin tidak menduga jika mereka akan berkembang biak sebanyak ini.
Mungkinkah para vampir ikut campur dalam masalah ini?
Shen Yin segera menggunakan kemampuan mata uniknya. Iris mata kanannya berubah menjadi hitam pekat. Melalui pandangan iris mata hitam pekat ini, Shen Yin mampu membunuh target yang diinginkannya.
"Terlalu banyak," katanya.
Tiba-tiba saja terdengar suara tepuk tangan dari sisi lain. Seseorang di kegelapan tertawa seolah-olah baru saja melihat pemandangan yang luar biasa.
"Manusia berdarah manis datang sendiri ke pintu. Tapi aku tidak menduga akan bertemu dengan seseorang dengan kemampuan supernatural," ujar seorang pria di kegelapan.
Shen Yin menaikkan sebelah alisnya. Semenjak pria di balik kegelapan itu berbicara, para makhluk entitas tidak berani menyerang. Makhluk-makhluk itu seperti terhipnotis sesuatu.
Sayangnya, Shen Yin tidak bisa menebak siapa pihak lain. Auranya tidak terdeteksi. Ini ... semacam makhluk dari dunia lain.
"Apakah kamu vampir?" tanya Shen Yin saat melihat ke arah tertentu di mana dia masih bisa melihat aura samar dari mayat hidup.
"Gadis kecil menebaknya dengan tepat. Tapi tidak ada hadiah," jawab sosok di kegelapan. "Sayangnya, aku tidak akan menunjukkan diriku padamu. Gadis kecil, jika kamu mampu mengalahkan para entitas ini, aku akan memperkenalkan diriku padamu,"imbuhnya terdengar percaya diri.
"Aku tidak peduli siapa kamu," kata Shen Yin acuh tak acuh.
"Oh, tapi kamu mungkin akan peduli dengan teman-teman sekolahmu bukan? Ah, tidak mungkin kamu membiarkan mereka mati," ujar pihak lain melayangkan sebuah ancaman tapi juga negosiasi secara tidak langsung.
Shen Yin terdiam dan teringat dengan teriakan para murid saat di perjalanan jelajah malam. "Apakah mereka masih hidup?"
"Tentu saja. Aku hanya menangkap mereka, tidak meminum darahnya begitu cepat. Aku tertarik dengan kemampuanmu. Selama kamu mengalahkan semua makhluk entitas di sini, aku akan membebaskan mereka. Ini sumpahku!"
Pihak lain bersumpah dan Shen Yin sedikit terkejut. Tidak perlu dipertanyakan lagi, seseorang atau makhluk lain yang memiliki aura spiritual di tubuhnya pasti mampu membuat sumpah. Lalu sumpah tersebut bisa menjadi kenyataan.
Shen Yin tak bisa berpikir lebih lagi saat pria di kegelapan itu melepaskan aura dari semua makhluk entitas yang ada di sana sehingga menyerang Shen Yin.
Gadis itu terpaksa mengeluarkan gulungan penyegel dan membukanya dengan cepat. Dalam gulungan tersebut, terdapat banyak kata dan simbol aneh. Lalu Shen Yin melukai salah satu jarinya dan mengoleskan darahnya ke permukaan gulungan.
Shen Yin segera merapalkan mantera. "Dengan hukum langit dan bumi, Yin dan Yang, hidup dan mati, hukum surga dan neraka. Ikatlah kebencian dan hancurkan aura jahat!"
Seketika, gulungan khusus yang telah diberi jejak darah pun langsung mengeluarkan cahaya putih terang dan mengambang di udara.
Semua makhluk entitas yang mendeka segera merasakan aura luar biasa dari gulunagn tersebut. Embusan angin berputar di sekitar mereka dan ssecara bertahap, para makhluk entitas itu terhisap ke dalam gulungan.
Prosesnya cukup cepat hingga sosok vampir yang ada di kegelapan menatap Shen Yin dengan ketidakpercayaan. Para makhluk entitas itu menjerit kesakitan saat melihat cahaya yang menyilaukan dari gulungan penyegel.
Fenomena tersebut menyebabkan sisi kedalam hutan bercahaya samar dan bisa dilihat dengan mata telanjang. Tak terkecuali oleh Jun Haobei.
Mereka melihat adanya cahaya yang cukup terang pun bertanya-tanya. Apa yang sebenarnya terjadi di sana?
Jun Haobei sendiri segera bergegas menuju sumber cahaya dan mendapati sosok Shen Yin sedang menyegel banyak makhluk entitas. Pria itu tidak mengganggunya.
Hingga setelah cahaya terang samar telah menghilang, Jun Haobei segera menghampiri gadis itu, memeluknya dari belakang.
"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya pria itu.
"Bagaimana kamu bisa ada di sini?" Shen Yin terkejut ketika melirik Jun Haobei yang berkeringat memeluknya cukup erat.