
KELUARGA tiga orang itu merasa merinding dan takut setelah mendengar penjelasan mereka. Kenapa begitu banyak hal buruk menimpa satu persatu anggota keluarga?
Tuan Chen merasa lega dan bersyukur karena tidak menuruti keinginan wanita ular dalam mimpi itu. Tapi seketika wajahnya menjadi gelap. Dengan kejadian ini, berarti pihak lain ingin keluarganya hancur.
Setelah lukisan diturunkan, Shen Yin menyentuh permukaannya. Tuan Chen bercerita jika akhir-akhir ini keluarga Fang sering bertanya tentang dirinya dan keluarganya. Menurut nya ini aneh tapi Tuan Chen mencoba untuk santai.
Sekarang, dia memikirkannya lagi. Apakah ini ulat keluarga Fang.
"Sepertinya itu dia. Keluarga Jun juga musuh bebuyutan mereka." Jun Haobei angkat bicara.
"Apakah kakekmu baik-baik saja sekarang?" Tuan Chen bertanya sedikit ragu.
"Kakek baik-baik saja setelah kutukan keluarga dihilangkan. Keluarga Fang adalah pelakunya."
"Tercela!" Chen Kai marah.
"Diam!" Tuan Chen khawatir menyinggung Jun Haobei jadi meminta putranya untuk tidak berkata sembarangan.
Shen Yin sudah merobek lukisan tersebut. Benar saja, di dalam lapisan lukisan tersebut terdapat sebuah jimat yang telah dipasang. Jimat kuning dengan tulisan bertinta merah itu sudah lama dipasang.
Saat Shen Yin menyentuh jimat tersebut, dia merasakan sesuatu yang tidak biasa. Ini sejenis aura kegelapan yang aktif menyedot keberuntungan seseorang.
"Jimat? Benar-benar ada jimat?" Chen merasa ngeri. "Itu ... Jimat apa?"
"Tentu saja jimat nasib buruk. Ini mengambil keberuntungan orang lain dan memberikan nasib buruk. Jimatnya masih aktif, diperkirakan, orang yang menanam jimat ini rutin memeriksanya." Shen Yin menjelaskan sedikit rinci.
"Hah? Apa maksudnya?"
Keluarga Chen tidak pernah menemukan adanya keanehan pada tamu yang sering datang ke rumah. Mereka hanya melihat lukisan sambil duduk dan bercerita tapi tidak ada yang mengatakan hal-hal aneh. Bahkan keluarga Fang sendiri jarang datang jika bukan untuk urusan bisnis.
"Nona Shen, tidak pernah ada yang memeriksa lukisan ini sebelumnya. Kami tidak tahu harus mencurigai siapa?" Nyonya Chen sama sekali tidak mengingat ada tamu aneh yang sering datang ke rumah.
"Itu bukan orang luar. Seseorang di keluarga Chen yang melakukannya," kata Shen Yin.
Keluarga tiga orang itu terkejut saat mendengarnya. Seseorang dari rumah mereka sendiri? Bagaimana mungkin?
Jun Ye akhirnya menebak, "Apakah mata-mata yang ditanam di keluarga ini?"
"Pikiranmu semakin berkembang," jawab Shen Yin seraya tersenyum.
"..." Apakah maksudnya sejak awal dia bodoh? Pikir Jun Ye.
Kenapa sepupu ipar selalu menargetkannya?
Bagaimana mungkin orang seperti ini lolos dari pandangan mereka?
Tuan Chen juga tidak percaya akan ada orang yang memata-matai keluarga mereka. Dengan kata lain, pihak lain akan selalu tahu kondisi keluarga mereka sepanjang waktu.
Shen Yin berbisik pada Jun Ye. Setelah itu, Jun Ye mengangguk dan bangkit dari duduknya. Chen Kai ingin bertanya pada Jun Ye tentang kepergiannya namun Shen Yin tiba-tiba saja membuat gerakan untuk diam.
Pada akhirnya Chen Kai tidak mengatakan apa-apa. Wanita ini mampu mengeluarkan benda dari gulungan kertas dan memiliki ilmu yang kuat. Pasti punya alasan.
Tak Jun Ye yang sempat keluar ruangan, dia kembali lagi sambil membawa seorang wanita paruh baya. Wanita paruh baya itu ketakutan, wajahnya pucat bahkan menggelengkan kepala.
Saat Jun Ye membawa wanita paruh baya itu, Nyonya Chen lebih terkejut.
"Bibi Liu?" Nyonya Chen mengenalinya.
Jun Ye mendengkus dan membiarkan wanita paruh baya itu menghadap semua orang. "Kakak Ipar, aku menemukannya menguping di balik pintu."
Ekspresi Bibi Liu menjadi lebih pucat. Dia menggelengkan kepala. "Tidak, tidak. Aku tidak menguping. Aku hanya sedang membersihkan sekitar."
"Jika kamu membersihkan sesuatu, telingamu tidak perlu menempel di daun pintu. Apakah kamu membersihkan daun pintu dengan telingamu?" Jun Ye tidak bodoh. Wanita paruh baya itu sedang berbohong.
"Aku ... Aku ... Aku tidak ... Bukan seperti maksudnya. Aku tidak melakukan apapun." Bibi Liu tergagap dan berkeringat dingin.
Nyonya Chen dan Tuan Chen sepertinya memiliki tebakan jika Bibi Liu terkait dalam masalah ini. Jadi keduanya segera menginterogasinya.
Bibi Liu awalnya tidak mau mengakui apapun dan bersimpuh di hadapan Nyonya dan Tuan Chen bahwa dia mengaku telah melakukan dosa. Dia juga terpaksa melakukan ini demi keluarganya yang kini berada di tangan keluarga Fang.
Saya Bibi Liu mengaku jika dirinyalah yang selalu memeriksa lukisan saat membersihkan perabotan rumah, Nyonya Chen hampir pingsan.
Bibi Liu adalah pelayan terdekat Nyonya Chen dan telah bersamanya selama lebih dari sepuluh tahun. Sekarang justru mengkhianatinya. Bagaimana mungkin Nyonya Chen tidak kecewa?
"Siapa yang kamu hubungi selama ini?" tanya Shen Yin.
Bibi Liu menatap Shen Yin dan merasakan hawa dingin hinggap di punggungnya. Wanita muda ini benar-benar menakutkan.
Tanpa sadar, Bibi Liu akhirnya berkata jujur. "Ini ... Ini Fang Ergang."
"Fang Ergang?" Tuan Chen tertegun sejenak.
"Siapa itu Fang Ergang?" Shen Yin bahkan tidak tahu pihak lain.