The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
Shen Yang Turun Pegunungan


SAAT INI, Jun Haobei membawa Shen Yin kembali ke salah satu apartemen terdekat yang pernah dibelinya. Pria itu meletakkan Shen Yin di tempat tidur, tidak tahu harus berbuat apa. Jadi Jun Haobei hanya memegang tangan gadis itu, berharap aura ungu keemasan di tubuhnya mampu menyembuhkan kondisi Shen Yin.


Tapi, Shin Mose tiba-tiba saja muncul dengan ekspresi serius. “Ini tidak akan berguna. Jiwa gadis itu sedikit terguncang. Lebih baik kamu memanggil saudaranya untuk mengurus masalah ini,” katanya.


“Apakah auraku tidak bisa menyembuhkannya?” Jun Haobei sedikit berpikir jika dirinya tidak berguna.


"Kamu bukan ahlinya,” jawab Shin Mose tanpa melukai perasaannya. Jika sengaja memprovokasi pria itu, mungkin dia tidak akan tinggal dengan tenang di dalam tubuh Shen Yin.


Pada akhirnya, Jun Haobei hanya bisa menyerah. Dia menghubungi Shen Yang, menceritakan apa yang sebenarnya terjadi terhadap Shen Yin pada laki-laki itu.


Jelas Shen Yang sangat khawatir setelah mengetahui jika adiknya jatuh koma karena melakukan sesuatu yang ceroboh. Tapi Shen Yang juga tidak bisa menyalahkan Jun Haobei. Tubuh adiknya yang bermasalah tidak ada hubungannya dengan pria itu.


Jadi pada malam itu juga, Shen Yang turun pegunungan dan tiba di pagi hari sebelum matahari terbit.


"Bagaimana kondisi adikku sekarang?" tanya Shen Yang setibanya di apartemen Jun Haobei.


"Dia masih dalam keadaan yang sama," jawab Jun Haobei yang duduk di dekat ranjang. Matanya sedikit merah karena tidak tidur semalaman.


Li Yugang dan Jun Ye juga ada di sana. Namun tidak ingin mengacaukan suasana hati Shen Yang. Keduanya memilih untuk menjadi pajangan di ruangan tersebut, mendengar apa yang dikatakan Jun Haobei.


Shen Yang memeriksa kondisi jiwa adiknya. Aura supernatural di tubuh Shen Yin kacau total sehingga memengaruhi kesadarannya. Shen Yang sangat khawatir. Dia mengingat apa yang dikatakan gurunya sebelum turun pegunungan.


Jika kondisi Shen Yin tidak membaik setelah menenangkan jiwanya yang kacau, maka cara terbaik adalah berkultivasi di perguruan keabadian. Dengan kata lain, Shen Yin harus pergi ke pegunungan dengannya untuk memulihkan diri lagi.


Ini bukan sesuatu yang mudah. Mengingat Shen Yin selalu kepanasan saat memasuki gerbang kuil. Atau bahkan ditendang oleh penjaga tak kasat mata di gerbang kuil.


Shen Yang menyadari ada sesuatu yang sedikit bersinar dari leher adiknya. Dia melihat sebuah kalung berliontin pedang mahoni memancarkan sinar kemerahan, agak panas. Sepertinya roh di kalung tersebut sedikit gelisah.


"Ini harus segera ditangani. Jika tidak, adikku tidak akan bisa terselamatkan," ujar Shen Yang agak berat.


"Ada apa dengan kalung yang dipakainya?" tanya Jun Haobei.


"Ini adalah kalung pedang mahoni merah yang berfungsi untuk memagari tubuh penggunanya dari aura jahat. Xiao Yin memakainya, ini adalah penyebab jiwanya tidak semakin kacau sejak dia jatuh koma. Tapi jelas efek kalung ini terbatas ...," jelas Shen Yang.


Kalung pedang mahoni merah hanya mencegah aura jahat pemakai nya tapi tidak untuk menenangkan jiwa yang kacau. Shen Yin memakai nya untuk menghentikan mimpi buruk atau gangguan tiada henti dari makhluk tak kasat mata.


Sekarang, Shen Yang harus segera menolong adiknya. Dia meminta Jun Haobei mengambil segelas air. Shen Yang mengeluarkan sebuah bungkusan yang memiliki aroma menyegarkan.


Baik Jun Ye dan Li Yugang sama-sama penasaran dengan isi bungkusan kecil tersebut.


"Apa itu?" tanya Li Yugang tak bisa menahan diri untuk mencari tahu.


"Ini adalah pil penenang jiwa yang diberikan oleh guruku. Semoga ini berhasil. Setelah itu, aku ingin tahu lokasi bukit yang kalian pakai untuk ritual," jawab Shen Yang.


Setelah mengeluarkan pil tersebut, Shen Yang memasukkannya ke mulut Shen Yin. Pil yang ukurannya lebih kecil dari pada kelereng itu langsung meleleh di mulut Shen Yin. Jadi tidak perlu air minum.


Dia meminta Jun Haobei mengambil air minum karena dirinya sendiri haus. Tak ada salahnya dia meminta seorang pemimpin perusahaan itu untuk membawa segelas air bukan?


"Ini musim dingin, apakah kalian tidak membeku di sana?" tanyanya.


Jun Ye dan Li Yugang tertegun. Kedua saling melirik. Baru ingat jika bulan ini masih musim dingin. Salju turun di mana-mana. Tapi kenapa mereka bahkan tidak memakai pakaian tebal saat datang ke bukit?


Jun Ye mengingat lagi, tidak ada salju di bukit itu. Padahal ini musim dingin. Mereka hanya merasakan embusan angin dingin saja di bukit tapi tidak ada salju pun terlihat.


Saat dia dan Li Yugang datang ke sini, petugas kebersihan khusus sedang membersihkan jalanan dari salju yang menumpuk.


"Tidak ada salju di sana," jawab Jun Haobei yang kembali dengan segelas air, lalu memberikannya pada Shen Yang seolah tahu air itu untuk diminumnya.


"Tidak ada?" Shen Yang mengerutkan kening. "Memangnya ke mana kalian pergi?" tanyanya.


"Bukit yang ada di pinggiran kota tak jauh dari sini. Di dekat kaki bukit juga ada pedesaan. Namun pada saat kami ke sana, memang tidak ada salju." Jun Haobei juga baru bertanya-tanya, apakah ada yang aneh jika sebuah tempat di musim dingin bersalju tidak ada salju?


"Sepupu, lalu kenapa kamu tidak berkata pada kita sebelumnya?" Jun Ye menelan salivanya. Mungkinkah mereka pergi ke dunia lain sebelumnya?


Jun Haobei kembali duduk di dekat ranjang, ekspresinya tidak menunjukkan tanda-tanda khawatir. "Kalian terlalu takut saat itu. Lagi pula Xiao Yin juga tidak berkomentar."


"..." Jun Ye dan Li Yugang hanya bisa setuju diam-diam. Itu benar. Keduanya terlalu takut sebelumnya hingga lupa jika hari ini masih musim dingin.


Mendengar apa yang dikatakan ketiganya, Shen Yang akhirnya berwajah pucat. "Bawa aku ke sana sekarang!" katanya tegas. Dia harus melihat dulu apa yang ada di sana jika ingin menyelamatkan adiknya.


"Tidak masalah. Aku akan mengantarmu ke sana." Li Yugang langsung mengajukan diri. Sebagai seorang detektif nasional, dia memiliki kewajiban untuk menyelidiki sampai akhir.


Shen Yang tidak keberatan. Dia akhirnya segera pergi dari apartemen Jun Haobei setelah memastikan jika kondisi adiknya memiliki perubahan yang baik. Gadis ini mungkin akan terbangun tak lama lagi jika efek pilnya bagus.


Namun tak lama kemudian, Shen Yang kembali lagi sebentar.


"Ketika adikku bangun sebelum kami kembali, hubungi aku," kata Shen Yang.


"Ya." Jun Haobei mengangguk.


Shen Yang benar-benar meninggalkan apartemen dengan mobil yang dibawa Li Yugang. Jun Ye memperhatikan kepergian mereka dari tempat parkir bawah tanah.


"Sepupu, apakah hutan di bukit itu angker?" tanya Jun Ye sedikit merinding.


"Tidak ada hantu di dunia ini," jawab Jun Haobei langsung menutup mulut sepupunya.


"..." Sepupu, kamu tidak pernah melihat hantu karena aura ungu keemasan di tubuhmu sukses menakuti mereka yang hendak menakuti manusia, batinnya.


Di tempat tidur, kening Shen Yin sedikit bergerak. Sepertinya menunjukkan tanda-tanda akan bangun. Jun Haobei hanya bisa menunggu dengan tenang seraya berusaha untuk menyalurkan aura supernatural ke tubuh gadis itu.


"Xiao Yin ... Tolong segera bangun," gumamnya.


Jun Ye juga khawatir. Dia mengirim surat izin cuti sekolah pada guru kelasnya—Guru Ling. Lalu meminta Jun Haoran untuk mewakilinya bicara pada pihak sekolah agar tidak dicurigai.


"Apakah saudara Ye akan datang hari ini?"