Setidaknya Lihat Aku Suamiku

Setidaknya Lihat Aku Suamiku
MEMULAI DARI AWAL.


💌 Setidaknya Lihat Aku Suamiku 💌


 


🍀 HAPPY READING 🍀


.


.


DUA MINGGU TELAH BERLALU SETELAH KEJADIAN ITU.


Zionathan tersenyum menatap wajah imut Selena yang masih tertidur. Ia akhirnya bisa membujuknya pulang. Tak ingin istrinya terbangun. Zionathan dengan perlahan menurunkan kedua kakinya. Dengan perjuangan yang sungguh mendebarkan agar Selena tidak bangun. Zionathan berhasil turun dari kasur. Selena nampak bergumam dan membalikkan badannya.


Huffft... Zionathan bernapas lega saat melihat Selena kembali tidur.


Zionathan berjalan pelan sambil merenggangkan otot-ototnya menuju balkon. Cuaca pagi ini membantunya lebih bersemangat lagi. Pagi kembali datang menyongsong, dihias pesona fajar yang mampu menghipnotis siapa saja yang memandangnya. Proses terbitnya mentari yang indah ini merupakan salah satu keajaiban yang sangat luar biasa dari sang pencipta. Kini malam telah sirna meninggalkan jejak-jejak gelapnya. Lembaran pagi yang masih suci terlahir kembali. Lembaran itu benar-benar masih kosong, bersih dan putih. Menghias lembaran kosong itu dengan cantik dan penuh warna.


Zionathan tersenyum menikmati udara pagi. Begitu banyak yang ia pikirkan untuk menyambut pagi ini. Ia berjanji akan membuat lembaran baru menjadi lembaran yang indah.


Zionathan akan mulai menata hidupnya kembali dan memulai hidup baru dengan Selena. Ia berjanji akan membahagiakan wanita yang sudah menjadi istrinya itu.


Heeeeeee... Zionathan membuang napasnya sambil menutup matanya, berusaha menenangkan perasaannya. Ia mengingat kejadian dua minggu yang lalu. Kini ia menyadari perbuatannya malam itu, melukai Selena dan membuatnya pergi. Zionathan membuka mulut, menarik napas dan mendongak ke atas. Semenjak kejadian itu, Selena memilih tinggal bersama orangtuanya. Ia tidak ingin melihat Zionathan. Zionathan begitu frustasi saat itu.


Setelah berusaha membujuknya akhirnya Selena mau pulang. Zionathan tersenyum mengingat kejadian semalam. Tadi malam melihat Selena meringkuk kedinginan, Zionathan langsung mengangkat tubuh istrinya ke atas tempat tidur. Wanita ini termasuk keras kepala, dia sudah menawarkan diri agar dia saja yang tidur di sofa, namun Selena menolak dan tetap memilih tidur di sofa.


Zionathan melangkah pelan mendekati kasur empuk bersprey lembut itu. Bibirnya mengembang senyuman saat melihat Selena masih tertidur nyaman. Zionathan duduk di sisi ranjang menatap wajah Selena dari dekat. Ia tertegun sejenak dan terhanyut menatapnya begitu dalam. Dia cantik saat sedang tertidur.


"Kau cantik sekali Selena." Zionathan tersenyum menatap Selena yang terlelap membawanya ke alam mimpi. Ia terus mengedip menatap wajah cantik itu. Sungguh terlihat lucu.


"Kenapa aku tidak menyadari dari awal jika kamu begitu cantik Selena." Ucap Zionathan pelan seperti bicara pada dirinya sendiri.


"Izinkan aku membahagiakanmu. Aku berjanji akan melindungimu." Kata Zionathan tersenyum samar.


Zionathan tersenyum dan matanya berubah sayu. Dengan tarikan napas singkat, Zionathan memajukan wajahnya. Pelan-pelan namun pasti. Ia mengecup kening Selena cukup lama. Lalu menarik tubuh menjauh dari wanita cantik itu.


"Tidurlah, kau sudah melalui hari-hari berat." ucap Zionathan seperti berbisik sambil membelai lembut pipi Selena.


Sebelum bersiap-siap, seperti biasa Zionathan akan melakukan olahraga kecil Untuk membentuk otot-ototnya. Tubuh yang sehat adalah hal yang penting bagi Zionathan. Untuk mewujudkannya, olahraga menjadi aktivitas yang rutin Ia lakukan setiap hari. Zionathan tidak pernah melakukan luar rumah seperti gym untuk melakukan olahraga.


Ia khusus mendesain di sebelah kamarnya. Kapan pun ia mau, Zionathan bisa melakukannya di rumah. Ia sengaja membuat material kaca sebagai sekat agar berhadapan dengan kamarnya. Setelah mendapat keringat, Zionathan melangkah masuk ke dalam kamar mandi. Ia membersihkan tubuhnya dengan air. Bulir-bulir air shower mengguyur kepala Zionathan hingga mengalir deras ke kaki. Ia mengusap sabun ke wajah dan tubuhnya sambil memejamkan mata. Lima belas menit berlalu. Ia segera membasuh tubuhnya kembali. Zionathan mengenakan handuk yang melingkar di pinggangnya.


CEKLEK!


Zionathan keluar dari kamar mandi dan melihat Selena menggeliat di atas kasur dengan mata yang masih terpejam. Zionathan langsung mengenakan pakaian santainya. Hari ini Zionathan akan membawa Selena liburan. Cara terbaik untuk membangun hubungan sebagai suami istri. Ia tersenyum melangkah mendekati Selena. Ia sengaja tidur di samping Istrinya itu.


"Selamat pagi!"


Sapaan itu terdengar sayup-sayup ketika Selena membuka matanya. Antara sadar dan tak sadar Ia kembali memejamkan matanya.


Selena berpikir kalau ia sedang bermimpi. Selena hanya bergumam pelan dengan mata yang masih terpejam. Ia bahkan mengganti posisi tidurnya agar lebih nyaman. Ia memeluk bantal gulingnya dan kembali tertidur lagi.


Zionathan hanya tersenyum dia memandangi wajah istrinya.


"Selamat pagi istriku!"


Mendengar kata 'Istri' Selena perlahan-lahan membuka matanya. Dengan canggung Ia mendongakkan kepalanya dan menatap Zionathan yang berbaring miring memeluknya.


Selena berusaha menjauh, ia mulai kesal dengan kedekatan yang dipaksakan itu. Selena berusaha mundur, tetapi tubuhnya tertahan oleh lengan yang kuat memeluknya erat. Ia mendengus kesal.


"Biarkan seperti ini dulu."


Selena diam, tak mau menatap lelaki itu. Ia masih berusaha untuk menjauh.


"Seperti yang aku katakan tadi malam, aku tidak ingin berdebat dan aku ingin kita memulai dari awal. Seperti pasangan suami istri pada umumnya." ucap Zionathan menatap manik mata istrinya.


Lagi-lagi Selena hanya diam. Ia menatap ke arah lain.


"Jangan seperti ini Zio, ini akan membuatku semakin membencimu." ucap Selena beranjak ingin pergi. Namun tangannya dicekal oleh Zionathan.


"Aku sudah minta maaf. Apa itu kurang cukup? Aku tau kau sangat membenciku Selena. Aku minta maaf telah melukaimu harga dirimu. Tapi untuk kali ini berikan aku kesempatan." Ucap Zionathan mencurahkan isi hatinya.


Sikap Selena yang selalu diam membuat Zionathan sangat frustasi. Bahkan saat Zionathan datang kekediaman Gwyneth, ia hanya mengurung diri di kamar dan tidak mau keluar. Selena benar-benar berbeda dengan semua wanita yang dikenalnya. Olivia saja tidak seperti itu. Dia hanya bertahan marah hanya satu hari saja. Namun tidak bagi Selena. Dia sangat susah ditebak.


"Apa yang harus aku lakukan Selena? Bukankah kau mencintaiku juga? Tidak salah malam itu aku menginginkanmu, karena kau adalah istriku."


"Tapi kau memaksaku, kau tidak ubahnya seperti Jack yang ingin mengambil kehormatanku." Tengking Selena.


"Aku minta maaf, saat itu aku menginginkanmu sebagai istriku."


"Bohong! bukankah kau membenciku? kau tidak menginginkan pernikahan ini? Kau hanya menginginkan tubuhku." Teriak Selena.


"Sekarang apa yang kau inginkan?" Ucap Zionathan.


"Ceraikan aku, hanya itu yang aku inginkan. Aku membenci pernikahan ini." Selena berucap dengan suara datar dan dingin. Zionathan terdiam, entah mengapa hatinya sakit saat mendengar itu. Ia melepaskan tangan Selena.


"Aku tidak bisa melakukan itu?"


"Kau terlalu egois."


Zionathan berdecak. Kemudian menarik napasnya dalam-dalam. "Apakah karena surat perjanjian itu kau tertekan, Selena?"


"Apa maksudmu?"


Zionathan melangkah membuka laci nakas dan mengeluarkan beberapa kertas yang ada di dalam amplop coklat. Ia membacanya dengan ekspresi serius. Tubuh Selena menegang, ia tahu kertas itu. Peraturan yang dibuat Zionathan yang membuatnya tertekan.


Bibir Zionathan tersenyum kecil. Ia menatap ke arah Selena lagi. "Apa semua karena ini? Dan aku akan membebaskanmu dari surat perjanjian ini." Seperti gerakan slow motion. Zionathan lalu menyobeknya menjadi beberapa bagian.


Selena menelan salivanya berulang kali. Ia terdiam melihat aksi Zionathan. Selena masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Zionathan kembali menyobeknya menjadi beberapa bagian, hingga potongan kertas itu menjadi kecil-kecil. lalu menghaburkan di depan Selena. "Sekarang surat perjanjian itu sudah tidak ada. Apakah kita tidak bisa memulai dari awal? kita mulai dari nol. Kita bisa belajar untuk mencintai." Kata Zionathan dengan yakin.


Selena diam tak menjawab. Zionathan duduk di sisi kasur kembali dan memegang tangan Selena dengan lembut. Memohon dengan wajah memelas, berusaha untuk meyakinkan. Selena hanya bisa menarik napasnya dalam-dalam, Ia melepaskan tangan lelaki itu.


"Jangan paksa aku untuk menjawabnya sekarang." ujar Selena turun dari kasur dan melangkah pergi.


Sementara Zionathan masih berusaha mencerna perkataan Selena. Ia berlari mengejar Selena, dia yakin wanita itu memberikan kesempatan untuknya. Dengan cepat Zionathan memeluk istrinya dari belakang.


"Terimakasih telah memberikanku kesempatan, aku berjanji akan selalu membahagiakanmu. jangan khawatirkan apapun. Kita akan sama-sama belajar lagi. Anggap saja kita berada di antara Nathan kecil dan Selena kecil." ucap Zionathan tersenyum.


Selena memejamkan matanya, dia juga tidak bisa menggambarkan perasaannya saat ini. Setelah kejadian malam itu, Zionathan nampak berubah. Selena pikir itu hanyalah rasa simpatik dan kasihan saja. Dan malam itu, Zionathan menciumnya dan ingin memintanya untuk melakukannya. Selena tidak terima karena yang dia tahu Zionathan tidak pernah mencintainya. Saat Selena keluar dari kamar, Zionathan bersikap kasar dan ingin menanggalkan pakaiannya. Selena tidak terima perlakuan kasar dari Zionathan. Ia pun pergi meninggalkan rumah dan memilih tinggal bersama orangtuanya. Namun kegigihan Zionathan membuat hatinya luluh dan ditambah nasehat dari ke dua orangtunya, Selena akhirnya pulang bersama Zionathan.


Zionathan sendiri sudah memutuskan untuk melupakan Olivia. Ia siap memulai hidup baru dan jatuh cinta lagi. Ia hanya terlambat menyadari. Setelah menggoreskan luka yang dalam terhadap istrinya. Sekarang ia egois untuk memiliki Selena. Dia sudah berjanji untuk membahagiakan istrinya.


Zionathan jatuh pada pesona Selena dan jatuh cinta kepada istrinya itu. Ada banyak perasaan yang muncul di dalam diri tanpa disadari dan dirasakan sebelumnya. Perasaan-perasaan itu bahkan muncul secara tiba-tiba dan sering membuat bingung dan kini ia yakin bahwa dirinya tak mau kehilangan wanita itu.


Percaya nggak percaya, jatuh cinta bisa buat merasa sangat bahagia, sedih, dan cemas dalam sekali waktu. Jatuh cinta juga membuat Zionathan hanya fokus kepada sosok Selena.


.


.


BERSAMBUNG.....


^_^


Benar Zio hanya fokus pada Selena? Hmmm semoga saja ya, kejutan apa ya selanjutnya? penasaran gak? hehehehe... ikuti terus ya!


Salam sehat selalu, dari author yang cantik buat my readers yang paling cantik.


^_^