Setidaknya Lihat Aku Suamiku

Setidaknya Lihat Aku Suamiku
SETIA SAMPAI MATI


💌 Setidaknya Lihat Aku Suamiku 💌


 


🍀 HAPPY READING 🍀


.


.


DUA TAHUN KEMUDIAN.


Setelah selesai mengadakan pemberkatan di gereja Katedral Oura yang berlokasi di Nagasaki. Ferdinand dan Mayumi Keina, mengadakan sesi foto di luar gereja.


Mayumi Keina adalah seorang gadis Jepang yang bekerja sebagai perawat. Awal perkenalan mereka ketika Ferdinand melakukan pengobatan terapi. Suatu ketika, Ferdinand tengah bersantai sambil menunggu jadwal terapinya. Ia pun berkenalan dengan seorang wanita bernama Mayumi Keina yang sekaligus perawat yang bertugas dibagian terapi tempatnya sedang menjalani pengobatan.


Tak disangka percakapan sederhana menemukan kecocokan di antara mereka. Keduanya menjadi akrab dan berteman untuk waktu yang cukup lama. Mayumi juga sering mengajak Ferdinand pergi jalan-jalan yang masih dibantu menggunakan kursi roda.


Lama kelamaan Ferdinand dan Mayumi saling baper alias jatuh hati. Keduanya pun memutuskan untuk berpacaran. Ketika menjalin hubungan, Ferdinand sering menghampiri sang kekasih yang pada saat itu tinggal di Osaka.


Meski sedang dimabuk asmara, Ferdinand masih berjuang untuk menyelesaikan terapinya. Berkat usaha dan dukungan dari Mayumi akhirnya Ferdinand bisa jalan kembali. Dan akhir cinta mereka berlabuh ke janji suci pernikahan.


Dan acara resepsi pernikahan akan digelar di Hyatt Regency Kyoto pada malam hari. Selena memasuki salah satu kamar yang menjadi tempat istirahat Ferdinand dan Mayumi. Ia sudah tidak sabar ingin bertemu sahabatnya itu. Beberapa bulan yang lalu, ia mendapatkan kabar bahwa Ferdinand akhirnya sembuh total. Dan kini ia tidak bisa menahan haru, saat mengetahui Ferdinand akhirnya menikah.


Selena mengembuskan napasnya berulang kali. Pagi tadi Selena tidak bisa mengikuti acara pemberkatan karena morning sickness yang dialaminya berulah lagi. Kehamilan kedua berbeda dengan kehamilan pertamanya. Suaminya sendiri sempat cemas karena Selena tidak bisa bangkit dari tempat tidur, sehingga hanya Samuel yang bisa mengikuti acara sakral pernikahan Ferdinand. Namun Selena bersyukur hari ini sudah lebih baik.


"Ferdi," panggil Selena melangkah masuk ke dalam kamar hotel, Ia melihat Ferdinand tengah asyik berbicara dengan Samuel. Ia semakin mempercepat langkahnya dan tersenyum kepada pria itu.


Zionathan mengimbangi langkah istrinya, Selena benar-benar aktif tidak memandang lelah.


"Hei, Selena, hati-hati nanti kamu jatuh." Ucap Ferdinand tersenyum membuka tangannya untuk memeluk sahabatnya itu.


BRUKK


Selena berhambur memeluk Ferdinand. Pelukannya begitu erat sampai membuat Ferdinand tidak bisa bernapas.


"Astaga Selena, aku tidak bisa bernapas. Apa kau ingin membunuhku? ini hari bahagiaku." protes Ferdinand.


"Biarkan seperti ini dulu Ferdi. Aku terlalu merindukanmu." Ucap Selena dengan suara parau.


Zionathan tersenyum haru, ia mengangguk mengizinkan Ferdi memeluk istrinya itu.


"Kau sudah seperti anak-anak saja." ujar Ferdinand terkekeh. Ia mencoba mencairkan suasana.


"Hiks... hiks... hiks.. "Terdengar sayup-sayup suara isak tangis Selena.


Ferdinand membeku, ia merasakan tetesan air mata Selena menetes mengenai bajunya.


"Kamu menangis?" Tanya Ferdinand. Ia mendorong pelan bahu Selena hingga pelukannya terlepas, ia menatap wajah Selena.


"Siapa yang menangis. Aku kelilipan, aduh..." Ia dengan cepat menghapus air mata di ujung pelupuk mata. Selena membuka mulut menarik napas dan mendongak ke atas. Mencoba sekuat tenaga menahan air matanya.


Ferdinand tersenyum sendu, "Sesuai janjiku, aku bisa berjalan lagi Selena dan aku menemukan tambatan hatiku."


"Hmmm." Selena mengangguk, air mata yang sedari tadi berkumpul di kelopak matanya terjatuh begitu saja. Dengan cepat ia mengusapnya. "Aku sangat bersyukur itu Ferdi. Aku ikut bahagia." Kata Selena tersenyum sumringah. Tapi wajahnya mengerut menahan tangisannya.


"Sudah jangan menangis lagi, aku sudah tahu jika Chesa sudah mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya."


"Kita jangan bahas Chesa di hari bahagiamu, oke..." Selena melihat ke arah pengantin wanita. "Kamu cantik sekali Mayumi." puji Selena berjalan ke arah gadis yang sedari berdiri tidak jauh darinya.


"Benarkah?" ucap Mayumi memutar tubuhnya, lalu mereka semua pun tertawa.


Namun pada akhirnya cinta ini memihak Ferdinand. Cinta itu datang dan memberikan kebahagiaan kepada lelaki yang selama ini memendam rasa kepada Selena.


⭐⭐⭐⭐⭐


Ferdinand dan Mayumi Keina memilih acara resepsi mereka di hotel ternama di Tokyo. Hotel itu telah disulap sesuai warna kesukaan Mayumi. Warna ungu dijadikan Mayumi untuk dekorasi pernikahan mereka, satu simbol pasangan yang sudah menikah dan tidak diizinkan menikah kembali. Ia ingin Ferdinand adalah pasangannya yang pertama dan terakhir sampai maut memisahkan mereka. Arti warna ungu dalam pernikahan ini juga diketahui Mayumi, melambangkan dari kesetiaan, empati, dan kekuatan yang tidak terduga.


Tidak sia-sia Mayumi menyukai warna ini. Karena Mayumi menginginkan pernikahannya menjadi selamanya. Memiliki kesetiaan yang sangat besar dibalik dari ujian cobaan yang nantinya akan mereka hadapi kelak bersama-sama.


"Kau siap sayang?" tanya Ferdinad kepada Mayumi yang nampak gugup.


"Aku siap." Mayumi tersenyum menganggukkan kepalanya.


Ferdinand menggenggam tangan istrinya dengan lembut. Mayumi memakai gaun yang warnanya sama dengan Ferdinand. Mereka memakai warna senada sesuai dengan dekorasi yang ada ballroom.


Terdengar suara pembawa acara menggema di dalam ballroom. Semua hening, acara telah di mulai.


Ferdinand dan Mayumi melangkah berjalan memasuki ruangan, senyum kedua mempelai ini tidak pernah lepas dari bibir mereka. Ferdinad melambaikan tangannya kepada Selena yang duduk di depan. Semua tamu undangan berdecak kagum dan memberikan tepuk tangan, menyambut kedatangan mereka. Pengantin duduk ditempat yang telah disediakan.


Selena tersenyum bahagia, ia berhasil menjatuhkan air matanya. Menyaksikan kebahagian sahabat yang sudah dianggap seperti kakaknya itu. Zionathan menepuk tangan istrinya dengan lembut, ia memberikan kehangatan melalui senyumannya. Ia menghapus air mata Selena yang tergelincir membasahi pipinya.


Samuel hanya diam tanpa ekspresi, ia mengikuti acara dengan baik. Acara berjalan dengan sangat meriah walau tamu undangan dibatasi hanya 500 undangan saja. Pesta pernikahan ini meninggalkan kesan kekeluargaan yang begitu hangat.


⭐⭐⭐⭐⭐


Di kota Tokyo memasuki musim gugur. Banyak pohon-pohon yang rontok dan daun-daun berserakan di tanah sehingga menghasilkan panorama yang menarik. Ini juga menandakan musim panas hampir berakhir. Dengan suhu kisaran 11 sampai 15 derajat celcius.


Cuaca di kota Tokyo masih dikatakan terik, namun tidak sepanas pada musim panas. Udara masih terasa dingin pada pagi hari dan juga di malam hari.


Zionathan sengaja mengambil cuti dua minggu untuk mengajak istrinya berjalan-jalan di kota Tokyo. Sementara Annette ditinggal bersama kakek neneknya. Samuel sendiri sudah tiga hari yang lalu kembali, ia lebih dulu pulang karena banyak pekerjaan yang harus ia lakukan.


Selena bersandar di dada bidang suaminya, mereka masih sama-sama polos di bawah selimut. Hari sudah siang, namun keduanya belum mau beranjak dari tempat tidur. Jika pagi hari Selena memang merasakan malas dan juga moody. Ketika ia bangun, Ia akan kembali tidur lagi. Ini adalah kebiasaan buruknya semenjak Selena hamil anak kedua.


Zionathan mengusap punggung polos istrinya. Ia semakin mengeratkan pelukannya. Membelai rambut Selena berulang-ulang dengan lembut. Selena tersenyum sambil mengecup dada suaminya.


"Kau menggodaku sayang," ucap Zionathan menatap istrinya. Alisnya menukik dari pangkalnya.


" Tidak, aku tidak menggodamu tapi tepatnya menginginkanmu." ucap Selena dengan nada manja sambil menggigit bibir bawahnya.


Zionathan semakin menaikkan alisnya. Selena kembali menjadi istri nakal. Tentu membuat Zionathan bahagia. Zionathan mengusap lembut perut istrinya yang sekarang sudah berusia 18 minggu. Ia sudah merasakan gerakan-gerakan kecil ketika ia menyentuhnya. Tentu membuat Zionathan sangat senang.


"Apa kabar sayang? baik-baik dalam perut mommy ya." bisik Zio tepat di perut Selena dan ia menciumnya dengan gemas.


Selena tersenyum dan membelai rambut suaminya dengan lembut. "Hari ini kita bisa jalan-jalan, kan sayang?" ucap Selena menatap sayu ke arah suaminya.


"Tidak bisa sayang, buktinya kemarin kita jalan sebentar saja, kau sudah mau pingsan karena kelelahan." Zionathan menolak ajakan istrinya.


"Janji aku tidak akan mengajakmu ke tempat ramai." ucap Selena menautkan jari kelingkingnya ke jari suaminya. Zionathan tersenyum lebar melihat tingkah istrinya.


"Aku yakin kamu tidak bisa memegang janjimu sayang, lebih baik kita di hotel saja." Kata Zio lagi.


"Aku tidak mau." protes Selena memanyunkan bibirnya.


"Aku tidak mau istriku kelelahan." sela Zio menangkap pipi istrinya.


"Kan ada suamiku, yang selalu siaga dan menjagaku."


Zionathan nampak diam seperti berpikir. Gestur tubuhnya bersedekap, menyilangkan tangannya di depan dada.


"Baiklah, tapi kita sarapan dulu. Oh tidak, ini bukan sarapan lagi, ini sudah pukul sebelas. Lebih tepatnya makan siang." Ucap Zio akhirnya memilih mengalah. Selena tersenyum penuh kemenangan.


Tiga puluh menit berlalu, Zionathan sudah selesai menggunakan pakaian santainya. Ia duduk menunggu Selena yang sedang bersiap. Zionathan membuka laptopnya dan mengecek beberapa pekerjaannya. Ia membuka email yang masuk. Alex mengirimkan beberapa laporan penting di perusahaan Lucius. Sebagian proyek yang sekarang sedang berjalan, bisa di tangani Alex dengan baik.


⭐⭐⭐⭐⭐


Zionathan membawa Anastasia mengunjungi Kew Garden sebuah tempat yang terbaik di tengah kota untuk menikmati jatuhnya bunga sakura pada musim gugur di kota Tokyo.


"Indah sekali sayang, tolong ambilkan fotoku! " Seru Selena berjalan menjauh dari suaminya, ia sudah berpose di depan suaminya, Zionathan tersenyum.


"Mundur lagi sayang, biar bunga sakuranya terlihat." Pekik Selena antusias.


Zionathan terkekeh, ia mundur seperti yang diperintahkan istrinya.


"Oke, satu, dua, tiga!" Cekrekkkk, Zionathan mengambil beberapa foto istrinya. Lalu memeriksa camera digitalnya.


"Bagaimana sayang? " Teriak Selena dari jauh.


Zionathan hanya menunjukkan jempolnya kepada Selena, bertanda foto yang diambilnya bagus semua. Zionathan berlari kecil menyusul istrinya,


"Kamu suka?" ucap Zionathan mengikuti langkah istrinya.


"Suka sekali, tempat ini benar-benar indah sayang." ucap Selena takjub.


Zionathan mengecup punggung tangan istrinya, "Kalau kamu suka kita bisa datang lagi ke sini bersama anak-anak kita nantinya."


"Benarkah?" Tanya Selena dengan mata yang berbinar.


Zionathan mengangguk. Istrinya benar-benar cantik, perasannya sangat bahagia hingga Ia sendiri tidak bisa menggambarkannya dengan kalimat indah.


"Kamu tidak lelah sayang, bagaimana kalau kita kembali ke hotel?"


"Kita jalan lagi ya, sepertinya ada tempat indah di sana."


"Dimana?" Tanya Zionathan mengernyitkan keningnya.


"Di sana!" Tunjuk Selena ke arah keramaian orang. Ia menarik tangan suaminya sebelum Zionathan menolak ajakannya.


Mereka melangkah seperti pasangan yang baru memadu kasih, tangan mereka tidak pernah lepas. Butuh sepuluh menit mereka berjalan menuju kerumunan orang.


Mereka menyusuri jalan menuju jembatan gantung yang berada diketinggian pohon masih berada di area Kew Garden. Selena memeluk tangan suaminya. Mereka berhenti ditengah jembatan untuk menikmati keindahan tanaman hijau yang ada di bawah.


"Kamu tidak lelah? " tanya Zionathan mulai cemas, dari tadi mereka sudah berjalan lumayan jauh.


"Tidak, aku justru senang apalagi menikmati tempat indah seperti ini. Suasananya membuat hatiku tenang." ucap Selena mengulas senyum bahagia.


Dan sepersekian detik Selena berbisik tepat di telinga suaminya. "Aku mencintaimu." Ucapnya menunduk malu.


Kata-kata manis itu berhasil membuat Zionathan tersentuh. Ia tersenyum mengangkat dagu Selena. Lalu mencium kening istrinya dengan lembut. Beralih ke mata, hidung dan pipi, lalu mendaratkan ciuman ke bibir istrinya, ciuman yang singkat tapi tidak ada napsu. Ia tidak perduli jika orang melihat mereka. Mereka benar-benar menikmati suasana alam yang membuat hati tenang.


"Aku juga mencintaimu." balas Zionathan dengan senyuman teduh.


Mereka sama-sama melepaskan senyum bahagia dan kembali berjalan menyusuri jalan. Tangan mereka saling bertautan. Perasaan cinta mereka yang begitu besar membuat Selena dan Zionathan selalu diselimuti rasa bahagia.


Cinta Mereka bukan seperti tumpukan helai kertas yang dapat dihitung, bukan seperti air yang dapat ditakar. Perasaan cinta yang mendiami hati Zionathan dan Selena, memiliki satuan untuk dapat diukur mereka sendiri, sehingga hanya Zionathan dan Selena yang dapat mengukur ke dalaman cinta mereka.


Mereka sama-sama memiliki rasa cinta yang sangat besar. Hubungan yang mesra dengan kobaran api cinta yang hangat. Membuat Zionathan dan Selena selalu bahagia dan selalu ingin bersama. Zionathan sendiri tidak mudah mengubah perasaanya, ia dikatakan lelaki yang setia sampai mati.


.


.


SETIDAKNYA LIHAT AKU SUAMIKU TAMAT.


Terima kasih kepada my Readers yang masih setia membaca Setidaknya lihat aku suamiku.


Tanpa kalian aku gak ada apa-apanya. Yang baik hati kasih hadiah Love-Love buat kalian ya. Dan yang rajin kasih komentar dan memberikan jempol kalian, sumpah saya jadi lebih bersemangat lagi 🤗


Jangan lupa mampir ke novelku sebelumnya.


. The fate of marriage.


. RETALIATION


. Whisper of love.


. Whisper of love season ke 2.


. Mafia Berhati Malaikat


. Love of fate


TERIMA KASIH.


Karya baru 🤗🤗