Setidaknya Lihat Aku Suamiku

Setidaknya Lihat Aku Suamiku
PERTEMPURAN HEBAT.


💌 Setidaknya Lihat Aku Suamiku 💌


 


🍀 HAPPY READING 🍀


.


.


"Tuhan tolong aku!" jerit hati Selena. Doa ini menjadi penguat untuknya.


"Aku akan membuatmu menderita. Tubuhmu akan lumpuh selamanya. Kau akan dikucilkan dan dipandang hina. Termaksud itu suamimu sendiri. Hahahaha..."


"Tidakkkkkkk!!" Selena menggeleng cepat, matanya berkaca-kaca dengan satu kedipan saja air matanya akan terjatuh membasahi pipinya.


Sorot mata Chesa semakin memancarkan kebencian. Ia mengangguk untuk memberi kode kepada anak buahnya.


"Tolonggggg! siapa pun yang di sana tolong aku," teriak Selena histeris.


"HAHAHAHA...." Chesa kembali tertawa. Tawa yang mengandung sejuta makna. Ia begitu puas melihat ketakutan Selena.


"Jangan, aku mohon Chesa jangan lakukan itu!" pinta Selena dengan tatapan memohon.


Pria itu tidak perduli. Ia melangkah mendekat dan mengarahkan suntikan ke tubuh Selena.


Selena menggeleng dan meronta-ronta untuk menghindari suntikan itu.


"Tidak, jangan...aku tidak mau, jangan lakukan itu!"


Tanpa menghiraukan raungan pilu dari Selena. Dengan cepat pria itu mengarahkan suntikan ke punggung Selena.


"Aahhhhh...." Tubuh Selena lemah dan tak berdaya.


Chesa tersenyum dan melangkah anggun ke arah Selena. "Jangan takut, itu hanyalah obat untuk melumpuhkanmu sementara. Itu hanya langkah pertama agar suntikan kedua tidak kau rasakan. Jadi bersyukurlah. Bukankah aku baik Selena? kau tidak akan merasakan bagaimana sakitnya saat suntikan kedua masuk. Kakimu perlahan-lahan akan lumpuh selamanya."


"Bagaimana nona, apa kita suntik sekarang saja?"


"Kita tunggu lima belas menit lagi."


Selena hanya bisa menggelengkan kepalanya. Air matanya berurai begitu saja.


Chesa menatap Selena lagi. "Suntikan ke dua akan masuk ke tubuhmu. Kau tidak bisa melakukan perlawanan lagi." kata Chesa tertawa jahat. Mereka masih menunggu reaksi obat itu.


Selena hanya diam, tubuhnya tak berdaya dengan posisi tangan yang masih terikat. Saat ini ia merasa sangat lemas, dan ketika Selena mencoba menggerakkan kakinya, Ia tidak bisa melakukannya.


"Hahahaha.... Ferdinand juga akan mengalami hal yang sama. Kalian berdua sangat cocok disandingkan. CACAT SELAMANYA." Kalimat cacat selamanya, ia tekan dengan tegas, lalu sepersekian detik ia pun tertawa lagi.


Sorot mata Selena memancarkan kebencian. Ia menggigit bibirnya bawahnya menahan amarah. Matanya kembali berkaca-kaca. Rasanya ingin berteriak, namun ia tidak bisa melakukannya. Selena tak bertenaga. Apakah reaksi obatnya berdampak pada suara juga?


"Sekarang ambil suntikan kedua." Perintah Chesa dengan cepat.


Mata Selena tiba-tiba berkunang-kunang. Sekujur tubuhnya mulai merasa merinding. Keringat dingin membasahi tengkuknya. Napasnya makin tidak teratur. Dadanya berdebar kencang. Kepalanya mendadak sakit. Semua yang ada di ruangan itu seperti semburat. Selena menjatuhkan kepalanya, menunduk lemah dan akhirnya ia pun tidak sadarkan diri.


Dalam mimpi Selena, ia tersenyum. "Inikah keajaiban Tuhan? apakah aku sedang bermimpi? Aku bertemu ayah. Ia tersenyum menyambut tanganku...aku bahagia, sangat bahagia."


⭐⭐⭐⭐⭐


SEMENTARA ITU.


Setelah tahu bahwa ternyata Chesa adalah anak dari komplotan mafia kejam di negeri ini, Zionathan menambah pasukan khusus untuk menangkap pelaku penculikan istrinya. Zionathan juga mengarahkan kepala kepolisian untuk terjun langsung menangkap mereka. Ia tidak mau kehilangan jejak Chesa lagi.


Mereka akhirnya mendapat titik terang dimana persembunyian komplotan mafia itu. Sinaloa adalah ayah Chesa, pemimpin mafia terkejam. Mereka adalah musuh nomor satu negara yang kejahatannya tersusun rapi dan tidak pernah tercium oleh media.


Kegiatan ilegal, termasuk di dalamnya adalah kriminalitas, pengedaran narkoba, suap menyuap, penggelapan pajak dan sumber pendanaan yang sangat besar dan bisa memengaruhi sebuah kekuatan tertentu hingga sampai pada pengaruh politik. Sinaloa juga dikenal sangat licik menggunakan bisnis ilegalnya. Organisasi bawah tanah yang bergerak secara tidak resmi, namun memiliki organisatoris yang luar biasa ketatnya. Hingga sebelumnya kepolisian tidak pernah berhasil melacak keberadaan Sinaloa.


Mafia yang dikenal licin bernama Sinaloa pernah tertangkap, namun bisa lolos dan dilepaskan karena berhasil menyogok aparat. Sinaloa menghalalkan segala cara agar bebas dari jerat hukuman. Pihak kepolisian menilai Sinaloa pernah berkaitan dengan pembunuhan anak seorang pengusaha terkenal di kota A yang berita itu pernah menghebohkan negara ini.


Axton Rey yang menjabat sebagai Kepala kepolisian untuk memimpin penyergapan di markas Sinaloa yang jauh dari kota. Tengah malam di pergantian hari, dua puluh mobil merapat langsung ke markas itu. Tempat itu dijaga ketat oleh beberapa orang polisi yang sudah diperlengkapi senjata. Zionathan dan Samuel sengaja memarkir mobilnya begitu jauh dari bangunan tua itu. Mereka berpencar untuk mengambil jalan masing-masing. Mereka sedikit menunduk dan tetap was-was.


Axton Rey yang dari arah belakang bangunan memberikan kode kepada anak buahnya untuk sementara tetap diam di tempat. Anggota polisi lainnya hanya mengangguk cepat dan tegas. Sementara Zionathan dan Samuel tetap siaga satu. Mereka tidak ingin mengambil langkah yang bisa mengacaukan rencana yang sudah tersusun rapi oleh pasukan khusus yang disewanya.


Pasukan khusus segera mengeluarkan pistol yang tersimpan dari sakunya. Mereka masih bersikap waspada. Tatapan mereka sangat tajam melihat situasi yang ada.


"Aku masih tidak menyangka bahwa mereka adalah komplotan Mafia. Bagaimana bisa Selena tidak tahu bahwa Chesa adalah anak dari seorang mafia." ucap Samuel berbisik. Tatapan mereka lurus dan posisi mereka masih sama-sama tiarap.


Pasukan khusus kembali memberikan kode kepada anak buahnya. Mereka mengangguk paham. Lelaki yang berjaga di luar pagar bersekitar dua puluh orang. Dengan tatapan menyalang tajam, pasukan khusus keluar dari persembunyiannya. Dari kejauhan pasukan khusus itu melayangkan tembakan demi tembakan ke arah pasukan mafia yang tidak siap. Mereka terkejut dan langsung tiarap untuk melindungi dirinya balik dinding pagar kokoh itu. Mereka menunjukkan siapa yang kuat di sini. Zionathan dan Samuel tersenyum dengan seringai tipis. Empat anak buah Sinaloa terjatuh begitu saja.


"Sempurna...!" ucap mereka tersenyum puas.


Sorot mata Zionathan tidak bisa berbohong. Amarah itu jelas terpancar dan siap meledak hari ini. Setelah dirasa aman, mereka berlari dengan membungkuk untuk masuk ke dalam gedung itu.


Sementara dari sisi lain dari arah belakang.


Axton Rey sebagai kepala kepolisian mengangkat tangan kanannya dan menggerakan jari telunjuknya. Melihat kode itu, para penembak jitu bersiap di posisinya.


Tiba-tiba terdengar suara tembakan dari belakang persembunyian para polisi. Seorang polisi jatuh terhempas ke tanah.


Kepala kepolisian tersentak melihat salah seorang polisi jatuh. Ia berteriak dengan lantang “Tembakkkkkkkk!!!!!!"


Baku hantam tembakan terjadi. Pertempuran malam itu tidak dapat dielakkan. Zionathan mengambil kesempatan baik. Dengan lihai ia menyelusup masuk ke dalam yang diikuti oleh Samuel.


Sementara di luar. Sekelompok anggota Sinaloa berlari dan bersembunyi ketika polisi tidak henti memuntahkan pelurunya. Para kelompok anggota kepolisian memanfaat kesempatan ini, mengacungkan pistol ke arah kelompok Sinaloa dan menembaknya secara bertubi-tubi hingga tidak ada satu nyawa para anjing liar tersisa. Malam itu menjadi malam penuh darah dan lautan api. Baru kali ini yang bisa menumpas bersih para kelompok mafia yang sangat ditakuti di negara ini.


Sementara dari dalam Zionathan diam-diam menyelinap masuk. Sejak tadi, hatinya terbakar di dalam dadanya. Hatinya sakit saat mengetahui istrinya dikurung di bawah tanah dan di pindahkan ke sini. Sesak yang menghimpit dadanya tidak bisa ia tutupi. Sejak tadi, ia bekerja sama dengan pihak kepolisian dan pasukan khusus untuk mengepung markas ini. Ia sudah tidak sabar menunggu momen ini. Kini kesabaran dan usaha mereka membuahkan hasil. Zionathan bersembunyi saat melihat dua orang berjaga di depan pintu.


"Kau tetap di sini. Saat mereka sudah mati, kau bisa masuk menyusulku. Kau mengerti!" Bisik Zionathan hampir tak terdengar oleh Samuel.


Samuel hanya mengangguk. Zionathan berjalan sambil membungkukkan badannya. Dengan langkah cepat ia memberikan tendangan. Ssseeeeettttt, Zionathan memutar leher pria itu, hingga tak sadarkan diri. Saat melihat salah satu temannya pingsan. Pria satunya maju dan ingin memberi pelajaran. Namun tak disangka, Samuel muncul dari belakang dan memukul bagian kepala pria itu hingga tak sadarkan diri.


"Aku tidak menyangka kau bisa segesit ini." puji Zionathan kepada adik iparnya.


"Demi kakakku, aku bisa melakukan apa saja." Kata Samuel tersenyum.


Zionathan memberi kode kepada Samuel lagi. Dua orang polisi sudah berdiri tepat di belakang mereka. Mereka masuk dengan menendang pintu itu cukup kasar.


BRAKKKK!


Sontak membuat Chesa dan ke dua anak buahnya kaget. Dengan cepat dan tanpa pikir panjang, polisi yang mengikuti mereka langsung mengarahkan pistolnya ke arah pria yang berdiri tidak jauh dari Chesa.


DOR DOR DOR


Anak buah Sinaloa langsung tepar dan tak bernyawa. Sebuah peluru berhasil melesat ke kaki Chesa.


"Aaarghhhhh...." Chesa mengerang kesakitan.


Samuel langsung mengamankan Chesa. Ia tidak ingin Chesa kabur begitu saja.


Zionathan berlari mendekat ke arah istrinya. Ia melihat Istrinya dengan posisi tangan terikat dan tidak sadarkan diri. Matanya terbakar penuh amarah.


"SELENA, SAYANG..." teriak Zionathan panik dan langsung berlari. Ia mengangkat wajah Selena dan menepuk pipinya berulang kali. Ia mengambil sesuatu untuk melepaskan tali yang mengikat tangan dan kaki Selena.


Zionathan berhasil melepaskan tali itu dan menarik tubuh Selena ke dalam rangkulannya. "Sayang, bangunlah!" Mata Zionathan berkaca-kaca. Ia memeluk kepala Selena di lengannya.


"Bangunlah sayang? Lihat aku!" pinta Zionathan sangat ketakutan. Selena tak juga sadar.


Melihat kakaknya pingsan, Samuel tampak marah, rahangnya mengeras. "Cepat, panggil ambulance." Kata Samuel tak sabaran kepada polisi yang ada di sana. Ia belum bisa meninggalkan Chesa yang kesakitan.


Sementara Zionathan membawa tubuh Selena keluar dari ruangan itu. Hatinya sakit saat melihat kondisi Istrinya. Seluruh tubuhnya terluka. Di sekitar pergelangan tangannya menimbulkan rona merah dan biru. Selena benar-benar berantakan.


"Sayang, kamu harus kuat." Kata Zionathan berlari ketakutan.


Sementara pihak kepolisian langsung masuk dengan persenjataan yang lengkap dan menggeledah tempat itu untuk dijadikan barang bukti. Mereka memeriksa setiap sudut ruangan dan menjelajah apa ada yang tersisa di sana. Sinaloa berhasil diringkus dan tak lupa menghadiahinya dengan timah panas.


Tim medis pun langsung datang membawa tandu dan memasukkan Selena ke dalam mobil ambulance. Zionathan terus memegang tangan Selena dan menciumnya berulang kali.


"Masih ada denyut nadi. Kami akan memasang oksigen!" Kata tim medis. Untuk melakukan pertolongan pertama. Mobil ambulance langsung segera meninggalkan lokasi.


"Sayang bangunlah, lihat aku sayang. Aku mencintaimu, jangan tinggalkan aku." Ucap Zionathan menangkup tangan Selena dengan ke dua tangannya. Zionathan menunduk dan menangis lagi. Bahunya bergetar. Beberapa tetesan air matanya terjatuh ke tangan Selena.


BERSAMBUNG


^_^


Hai...hai...jangan lupa kasih VOTE kamu ya akak-akak cantik. Terima kasih 😊☺️


Salam sehat selalu, dari author yang cantik buat my readers yang paling cantik.


^_^