Semalam Dengan Istrimu

Semalam Dengan Istrimu
96


Wajah Sandra memerah begitu Ziano membuka celananya, dan membuangnya ngasal, namun dia menahan tangan Ziano begitu Ziaon ingin melepaskan juga kain segitiganya. Mungkin karena pertama kalinya disituasi seperti ini Sandra sangat malu sekali.


"Mister Zi!" Sandra menahan tangan Ziano yang akan membuka kain segitiganya itu. "Aku malu."


"Bukannya semalam kamu menggodaku memakai lingerie, mengapa kamu harus malu?" Karena itu Ziano tidak konsen bekerja karena terus membayangkan Sandra yang memakai lingerie, dia pria normal, tentu saja dia memiliki hasrat yang begitu besar walaupun dia kaku.


"Aku pikir kamu bukan pria normal. Karena kamu benar-benar mirip robot. Tapi aku baru tau ternyata ada robot yang mesum juga."


"Ini bukan mesum, tapi naluri. Semua laki-laki pasti begitu."


"Tapi aku ingin tau, apa sebelumnya kamu pernah jatuh cinta?"


Ziano terdiam, dia menatap Sandra. Gairahnya jadi sedikit berkurang gara-gara Sandra terus mengajaknya bicara, apalagi menyinggung masa lalunya.


Namun karena dibawah sana sudah menggeliat ingin segera memasuki sarangnya. Ziano dengan capat membuka kain segitiga itu, melemparnya ngasal.


"Mister Zi, jangan lihat. Aku malu." Sandra malah merengek menutupi asetnya dengan kedua tangannya.


"Jangan malu, kamu adalah istriku, milikku, kenapa harus malu?"


Rupanya Ziano kalau sudah bergairah seperti itu menjadi hilang sifat robotnya, pria itu malah tidak terlihat kaku lagi.


Ziano mengangkat kedua tangan Sandra, sehingga sesuatu yang teramat berharga milik Sandra itu kini terpampang begitu nyata, Ziano tertegun melihatnya, begitu indah, sangat indah. Apalagi Sandra mungkin sering merawatnya dengan baik. Sampai terlihat bersih, tidak ada bulu sama sekali disana.


Sandra hanya terdiam pasrah saat melihat Ziano yang tengah memperhatikan miliknya, entah apa yang Ziano amati dia begitu lama memperhatikan miliknya membuat dirinya benar-benar malu.


Tadi dia memainkannya tanpa melihatnya, kini dia kembali memainkannya dengan tangannya sambil memperhatikan keindahan daging yang lembut itu.


Tubuh Sandra menegang ketika dia merasakan kembali tangan Ziano menyentuh miliknya. Menggerakkan kembali jemarinya, menggesekan tangannya dengan lembut.


Ziano teringat pesan Daniel bahwa seorang laki-laki tidak boleh egois, mementingkan kepuasannya sendiri. Tapi dia harus juga memuaskan pasangannya.


Ziano melebarkan kedua pangkal paha Sandra, dia menundukan kepalanya, mencoba menyentuh milik Sandra dengan lidahnya.


"Owhhh...." Sandra hampir menjerit merasakan ada sesuatu yang lunak dan basah menyentuh miliknya.


"Ahhh... Mister Zi!" Sandra mendes@h begitu merasakan lidah itu malah bergerak-gerak menjilatinya.


"Ohhh... geli Mister Zi. hentikan...ahhh!" Mulutnya bilang hentikan, tapi tubuhnya berkata tidak. Semakin lama lidah itu bergerak, maju mundur, lalu keluar masuk ingin menyusuri kedalamannya yang memang masih bersegel itu.


"Ahhhh... Mister Zi. Aku tidak ta...han...ahhhh..." Sandra tidak tau dia sebenarnya minta apa, dia hanya bisa meracau meminta berhenti, tapi tangannya malah terus menekan kepala Ziano pertanda Sandra sangat menikmatinya malah meminta lebih dari ini.


Ziano semakin mempercepat gerakan lidahnya, bahkan memasukan lidahnya lebih dalam.


"Ahhh... Mister Zi!" Tubuh Sandra tak bisa diam, dia terus menggelinjang tak tertahankan. Apalagi saat pria itu mulai mencumbuinya dan mengisap sesuatu di daerah sana. Sandra hanya bisa mejerit dan menjerit diiringi dengan des@han.


Penderitaan Sandra belum berakhir, dia merasakan kini Ziano melahapnya, memainkan mulutnya dengan begitu rakus di iringi dengan pergerakan lidah di dalamnya.


"Ahhhh... stop aku mau pipis."


Ziano semakin mempercepat pergerakan lidah itu, begerak hilir mudik, membuat Sandra seketika menjerit panjang, mengcengkram rambut Ziano. "Aaaahhhh..."


Tubuh Sandra bergetar begitu merasakan ada cairan hangat keluar dari daerah pusat tubuhnya, dia semakin terus menekan Ziano yang sedang menjilati cairan hangat itu, bahkan menghisapnya.


Sebuah kenikmatan yang belum pernah Sandra rasakan sebelumnya, Sandra hanya bisa terengah-engah memandangi Ziano yang kini sedang membuka pakaiannya. Dia menelan Saliva melihat tubuh Ziano yang begitu kekar dan berotot.


Sandra menutup kedua matanya dengan tangan Saat Ziano membuka celananya sampai dia bisa melihat sekilas bagaimana besar dan panjangnya benda itu.


Ziano menindih tubuh Sandra, mencium bibirnya, mereka saling bercumbu dengan begitu mesra, bahkan Sandra sampai ikut terhanyut dengan ciuman itu, dia memeluk leher Ziano.


Sandra merasakan ada yang bergerak dibawah sana, Ziano menggesekannya dengan pelan sebagai tanda perkenalan.


Wajah Sandra tampak menegang begitu merasakan benda yang panjang dan berotot itu perlahan mulai memasuki dirinya.


"Arrrggghhh!" Seketika Sandra menjerit saat Ziano menekan pinggulnya, berusaha menembus sesuatu yang menjadi penghalang di dalam sana, mungkin karena Sandra masih perawan jadi Ziano nampak kesusahan untuk masuk lebih dalam.


"Sakit Mister Zi!" Sandra malah berontak, memukul-mukul dada Ziano.


"Tahan sebentar!" Ziano sangat kesusahan sekali untuk masuk lebih dalam, apalagi Sandra yang gak bisa diam tangan dan kakinya.


"Stop! Aku gak mau. Ini sakit banget!"


Sandra malah terus memukul dada Ziano, sampai tak sengaja wajah Ziano ke tonjok. Dan kakinya menendang paha Ziano. Sampai sang jantan yang baru masuk separuh terlepas.


Sandra mendorong Ziano, lalu menutupi tubuhnya dengan selimut. "Aku gak mau melanjutkannya. Ini terlalu sakit." protesnya.


"Sakitnya hanya sebentar kok." Ziano mencoba meyakinkannya dengan nada memelas, padahal baru saja dia bisa sedikit merasakan bagaimana lembutnya milik Sandra meremas miliknya, tapi malah berhenti ditengah jalan.


Ziano mencoba membujuk Sandra kembali, dia menciumi bibir Sandra, dan menarik selimutnya.


Ting...Tong...


Terdengar suara bell apartemen berbunyi, merusak suasana.


"Oh sepertinya ada tamu!"


Namun Ziano tak menghiraukannya. "Biarkan saja!" Dia sudah tidak tahan lagi ingin menembus lebih dalam lagi milik Sandra.


Ting... Tong...


Suara bel terdengar lagi. Membuat gairah mereka semakin menurun.


"Shittt!" Ziano terpaksa menghentikan aktivitasnya. Dia memakai pakaiannya kembali.


Sandra sangat lega, dia segara memakai pakaiannya lagi. Dia sedikit merintih merasakan miliknya perih, mungkin karena belum robek jadi Sandra tidak berdarah, hanya mungkin sedikit lecet saja di dalam sana. "Astaga. Apa mungkin ukuran pria bule tidak cocok dengan wanita asia seperti aku." Sandra malah mengeluhkan ukuran milik Ziano.


Sementara itu Ziano dengan wajahnya yang malas segera membuka pintu, dia merasa terganggu dengan kehadiran tamu itu.


Ceklek!


Begitu Ziano membuka pintu, dia terperangah saat melihat siapa yang datang.


...***************...


...PROMOSI NOVEL...


Siapa tau ada yang suka novel bikin tegang. Karya saya, hanya 30 bab. Siapkan es batu yang banyak pasti disini 😁


...TERJEBAK DI PULAU ZOMBIE...


Ini cerita tentang sebuah pulau yang penghuninya zombie semua.


Hingga suatu hari ada beberapa korban kecelakaan pesawat yang selamat dari ancaman maut dan terdampar di pulau zombie.


Bukannya mendapatkan pertolongan disana tapi malah mati satu persatu diserang makhluk yang mengerikan itu.


Akankah ada yang selamat?