Semalam Dengan Istrimu

Semalam Dengan Istrimu
Bonchap 17


Bahkan kini bukan hanya jemari saja yang menyerang area sensitifnya, tapi Sandra mulai merasakan Ziano sedang mencumbuinya.


"Ahhh... Mister Zi." Sandra reflek melebarkan pahanya, membuat Ziano semakin bebas mengobrak abrik miliknya dengan mulutnya.


Entah apa yang Ziano cari membuat dia merasakan lidah bergerak dengan begitu liar dibawah sana.


Sandra reflek menekan kepala Ziano, seakan memintanya lebih dalam lagi dia mencumbuinya.


"Ahhhh...ahhhh..." Tubuh Sandra bergetar begitu merasakan ada gelombang yang keluar dari miliknya.


Ziano langsung berdiri dan mencium bibir Sandra dengan begitu rakus, dia mengunci tubuh itu di dinding, ciuman mereka semakin syahdu di dukung dengan air shower yang mengguyur membasahi tubuh mereka dan pemandangan yang indah di balik jendela sana.


Ziano melepaskan ciumannya, menatap Sandra dengan tatapan penuh cinta, "Apa masih sakit?" tanyanya dengan penuh rasa harap.


"Emm... sedikit, maksudnya tidak, tidak sakit lagi." Sebenernya masih ada perih yang Sandra rasakan di miliknya, namun dia sudah terbawa api gairah yang Ziano lakukan kepada tubuhnya.


"Aku akan melakukannya dengan pelan."


Ziano langsung membuka boxernya, dia mencium bibir Sandra, menciumnya dengan begitu mesra, saling membelitkan lidah mereka dengan begitu sempurna.


Ziano mulai turun ke leher, menyapu bagian lehernya dengan sangat lembut, dia menyesap leher Sandra menambah tanda merah yang sudah dia ciptakan semalam, kemudian dia mencium buah dada Sandra, memberikan sesapan manja di daerah puncaknya.


"Emmm...Mister Zi..."


Ziano mengangkat satu kaki Sandra, dan mulai memasukan sang jantan ke dalam sana, dengan posisi berdiri. Tepatnya gaya cicak di dinding yang telah diajarkan oleh Daniel.


"Ahhh sayang!" Ziano mengerang begitu merasakan sang jantan telah sepenuhnya masuk. Sangat menggila, apalagi milik Sandra terasa sangat sempit sekali.


"Ahhhh..." Sandra merasakan ada yang masih perih di bawah sana, namun dia harus menahannya demi Ziano dan demi kenikmatan surga dunia mereka.


Ziano bergerak perlahan agar Sandra tidak kesakitan. Menghantam lebih dalam semakin dalam, lalu bergerak keluar dengan begitu lembut. Sandra yang awalnya merasa perih kini berganti dengan rasa nikmat yang tiada tandingannya.


"Ahhh.. Mister Zi." Suara lembut Sandra begitu terdengar indah di telinga Ziano, membuat Ziano semakin bern@fsu mengarungi samudra percintaan panas mereka.


Sandra ikut bergerak mengimbangi Ziano, bahkan Ziano mengangkat sedikit tubuh Sandra ke atas, membuat Ziano lebih mempercepat ritme gerakannya.


Tak cukup hanya di kamar mandi, Ziano ingin mencari sensasi yang lebih menantang dari ini.


Ziano membawa Sandra ke atas kapal, dia ingin bercinta dengan Sandra sambil menikmati pemandangan laut yang lepas, didukung dengan kondisi langit yang begitu cerah.


"Mister Zi, bagaimana kalau ada orang yang lihat?"


"Tidak akan." Ziano sudah menjamin hal itu, dia membiarkan Sandra duduk di pangkuannya, membuat kedua milik mereka menyatu kembali.


"Ahhhh..." Keduanya menganga begitu merasakan milik Ziano sudah berada sepenuhnya di milik Sandra.


Sandra mulai bergerak dengan begitu menggoda di pangkuan Ziano, sesekali mencium bibir Ziano, mencium pipinya.


"Ahhh...ahhh...ahhh..."


Mereka mendes@h dan terus mendes@h, mengadah ke atas memandangi pemandangan langit yang biru, Ziano membantu Sandra untuk terus bergerak cepat diatasnya. Sesekali dia menyambar dua buah melon kenyal yang menggodanya.


Peluh keringat membahasi tubuh mereka, namun begitu terasa sejuk saat merasakan sepoi-sepoi angin laut menerpa tubuh mereka.


Ziano merubah posisi membuat Sandra membelakanginya.


"Ahhhh...." Sandra merasakan perih lagi saat ada yang menyeruak masuk ke dalam.


Namun gerakan Ziano yang teramat lembut membuat Sandra begitu merasakan kenikmatan tiada tara.


Sampai akhirnya, mereka sama-sama telah mencapai puncak kenikmatannya secara bersamaan. "Ahhhh....."


Mereka sama-sama merebahkan dirinya di matras di atas kapal itu, dengan saling berpelukan, Ziano menciumi bahu Sandra, lalu menenggelamkan kepalanya untuk menyesap dua buah melon kesayangannya.


"Padahal aku mau mandi, mengapa malah membawa aku kesini." Protes Sandra.


"Nanti aku gendong kamu, biar aku yang memandikan lagi."


Sandra hanya menghela nafas, gak akan ada habisnya jika Ziano yang memandikannya lagi.