
Viona terpaksa berbicara berdua dengan Satria di depan mini market, tentu saja berada dalam pengawasan sang bodyguard.
"Apa kamu sedang hamil Viona?" Satria mengulangi pertanyaannya dengan nada kecewa.
"Iya, aku lagi hamil. Dan aku sudah menikah." Viona terpaksa mengatakannya agar Satria berhenti mengharapkannya.
Viona sangat tau sekali Satria sering menanyakan keberadaannya pada Sandra.
Satria terkekeh geli, "Menikah? Bagaimana bisa kamu tega melakukan semua ini padaku? Aku selama ini menunggu kamu. Kamu gak bisa menikah begitu saja dengan pria lain."
Viona mencoba bersikap tenang menghadapi mantan suaminya itu.
"Kita sudah bercerai, jadi aku bebas mau melakukan apa saja tanpa harus memberitahumu."
"Lalu siapa suami kamu? Tidak mungkin Daniel kan?" Satria tau Daniel sudah bertunangan dengan Alexa dari mantan rekan kerjanya.
"Saya rasa Mas Satria tidak perlu tau saya menikah dengan siapa, dan tidak berhak untuk menanyakannya. Kita sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi, jadi aku mohon lupakan semua tentang kita."
Satria tanpa terasa meneteskan air matanya, dari tatapan Viona dia tau wanita itu sudah tak memiliki perasaan apapun lagi padanya. Sangat menyakitkan untuknya, padahal selama ini dia berusaha untuk setia menunggu Viona kembali padanya.
"Bagaimana bisa kamu menyuruh aku untuk melupakan kamu, sementara aku sangat mencintai kamu Viona. Aku merindukan kamu."
"Tapi aku sudah tidak memiliki perasaan apapun pada Mas Satria, kita hanya masa lalu. Dan aku ingin fokus pada masa depan aku bersama suami aku dan anak kami nanti."
Viona menghela nafas sebentar.
"Karena itu lupakan semua tentang kita. Aku harap Mas Satria bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku."
Setelah mengatakan itu Viona segera bangkit, dia tidak ingin berbicara terlalu lama dengan mantan suaminya itu. Dia meninggalkan Satria yang menundukkan kepala sambil menangis. Satria belum bisa menerima kenyataan pahit ini. Penantiannya untuk menunggu Viona telah kandas, karena Viona telah menjadi milik orang lain, walaupun dia tidak tau siapa suaminya Viona.
Ada rasa iba di hati Viona melihat Satria menangis seperti itu. Tapi Viona rasa Satria memang harus tau itu semua, Viona tidak memiliki perasaan apapun lagi pada Satria. Hati dan raganya sepenuhnya milik Daniel.
...****************...
Sementara itu di tempat yang berbeda...
Alexa tersenyum sinis menatap Daniel, dia menunjukkan tespek yang ada dua garis merah itu kepada keluarganya dan Pak Anderson, "Kamu lupa ya saat kamu mabuk di apartemen kamu, kita pernah tidur bersama." Alexa memang tau Daniel sering mabuk setelah Viona pergi. Dia pernah mencoba memanfaatkan situasi namun sayangnya selalu ada Asisten Zi yang menjaganya, membuat rencananya gagal.
Daniel tak langsung menanggapi ucapan Alexa, karena dia mendapat pesan dari Asisten Zi.
[Sepertinya Nona Alexa menjalin hubungan dengan Andrian dibelakang anda.]
Daniel terkejut saat melihat video yang dikirim oleh Asisten Zi, dimana di video itu terlihat Alexa datang mengunjungi rumah Andrian di malam hari dan paginya Alexa pulang dengan memakai pakaian yang sama.
Faktanya memang benar, dalam segi percintaan Andrian telah mengkhianati Sandra. Tapi dalam segi persahabatan, Andrian selama ini menjadi sahabat yang baik untuk Daniel, makanya dia tidak membocorkan apapun tentang Viona dan Daniel pada Alexa. Walaupun dia telah tidur beberapa kali dengan tunangan Daniel, tapi Daniel merasa tidak dirugikan dalam hal itu.
Lebih baik aku harus membicarakan hal ini pada Andrian, termasuk tentang kehamilan Alexa. Mungkin saja Alexa hamil anak Andrian.
Sebejatnya Andrian, Daniel yakin Andrian adalah lelaki yang akan mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Pikiran Daniel kembali lagi ke acara makan malam ini, dimana disaat Alexa memfitnahnya bahwa dirinya yang tengah mabuk tidur bersama Alexa.
"Kamu harus bertanggung jawab Daniel, Alexa hamil anak kamu. Kamu gak bisa membatalkan rencana pernikahan ini." Tuan Edwin terlihat marah sekali karena merasa anaknya direndahkan oleh Daniel, Daniel membatalkan acara pernikahan padahal Alexa dalam keadaan hamil sekarang.
Daniel malah tertawa kecil atas tuduhan Alexa terhadapnya, dia sama sekali tidak pernah tertarik untuk meniduri wanita itu sekalipun wanita itu telanjang bulat di depannya. Karena hati dan raganya hanya milik Viona.
"Aku tidak akan mengakui atas apapun yang tidak pernah aku lakukan."
Daniel menatap papanya, "Papa bisa tanyakan sendiri pada Asisten Zi, papa tau kan Asisten Zi tinggal di sebelah aku. Bahkan papa boleh periksa CCTV di apartemen aku."
Tuan Anderson tidak bisa berkata apa-apa, dia sibuk dengan rasa nyeri di dadanya.
Alexa takut kebohongannya menjadi malapetaka untuknya sendiri. "Jadi kamu tidak mau mengakui bayi yang aku kandung ini Daniel? Apa aku harus menggugurkannya agar kamu bebas?"
Bu Lena juga sangat marah karena Daniel telah mencampakkan putri kesayangannya. "Jangan mengelak Daniel, kamu harus menikahi Alexa! Alexa hanya mencintai kamu. Tante sangat tau itu."
Daniel mencoba untuk bersikap tenang, "Kalau begitu mari kita melakukan tes DNA nanti kalau Alexa sudah mengandung 5 bulan."
"Itu lama sekali, nanti kehamilan Alexa akan diketahui publik." protes Pak Edwin.
"Kalau begitu aku akan meminta pertanggungjawaban kepada pria yang sudah membuat Alexa hamil. Biarkan dia yang menikahi Alexa. "
"Kamu ini bicara apa Daniel, aku hanya tidur dengan kamu." Alexa malah mengelak.
"Haruskah aku bilang siapa ayah dari bayi yang kamu kandung itu, Alexa?"
...****************...
...Tak ada sepak bola seharga nyawa....
...Turut berduka cita buat warga Malang ataupun buat Aremania atas tragedi kanjuruhan....
...Salam Satu Jiwa!...