Semalam Dengan Istrimu

Semalam Dengan Istrimu
Seperti Seorang Tawanan


Viona sama sekali tidak memiliki kekuatan untuk menolak pernikahan ini, sebuah pernikahan yang sangat terkesan dadakan, bahkan tak pernah sekalipun dia memimpikannya.


Viona kini sudah didandani dengan begitu cantik oleh penata rias yang Daniel sewa, dan memakai baju pengantin pula. Membuat dia terlihat sangat cantik, bahkan Daniel pun sangat terpukau saat melihat penampilannya.


Daniel menatap Viona dengan begitu takjub. Walaupun sikapnya pada Viona dingin, dan ada perasaan kecewa karena Viona malah meninggalkannya begitu saja. Tapi hatinya tak pernah bisa berpaling dari Viona. Mungkin dia memang sudah ditakdirkan untuk mencintai satu orang wanita di dalam hidupnya.


Padahal ini bukan pengalaman pertama. Tapi hati Viona terus berdebar-bedar. Itu artinya mulai hari ini dia akan menjadi istri dari seorang Daniel Gilbert. Dia akan menjadi istrinya? Rasanya seperti mimpi. Bagaimana bisa dia menikah dengan pria yang diidolakan oleh banyak wanita itu.


Tapi Viona sama sekali tidak mengharapkan pernikahan ini. Dia padahal sudah berusaha untuk melupakan Daniel walaupun nyatanya tidak bisa. Seharusnya dia tidak perlu datang ke Indonesia jika tau akan seperti ini. Karena baginya jika sudah menjadi seorang istri maka dia harus patuh kepada suaminya.


"Daniel..." Viona ingin mencoba sekali lagi memprotes pernikahan ini.


Namun Daniel tidak ingin mendengarnya. Sehingga dia akhirnya mengucapkan sebuah ikrar janji suci dengan segala kesungguhan hatinya, sebuah untaian kata yang begitu sakral membuat kini Viona dan Daniel resmi menjadi suami istri, walaupun hanya sah di mata agama saja.


Daniel sengaja mematikan ponselnya agar tidak ada yang menganggu pernikahan ini. Apalagi Alexa sering menghubunginya setiap saat.


...****************...


Biasanya sepasang pengantin baru sangat bahagia di hari pernikahannya, namun tidak buat Viona dan Daniel. Mereka malah saling berdiam diri.


Bahkan Daniel meninggalkan Viona hari itu juga, dia melarang Viona untuk keluar dari Villa ini, karena itu Villa dijaga ketat oleh beberapa bodyguard, bahkan Daniel mempekerjakan tiga orang ART untuk melayani Viona.


Viona diperlakukan seperti seorang ratu, para ART selalu menawarkan apa saja yang Viona butuhkan, namun Viona sama sekali tidak bahagia karena bukan ini yang dia inginkan. Dia juga tidak tau apa yang dia inginkan saat ini. Menikah tapi serasa seperti masih sendiri. Dia memiliki gelar menjadi seorang istri kembali, walaupun belum sah secara hukum.


Viona hanya mengurung diri di dalam kamarnya, sebenarnya hatinya sakit melihat sikap Daniel yang begitu dingin padanya, apalagi pria itu menikahinya karena hanya menginginkan anak yang dia kandung. Daniel telah berubah. Tidak seperti dulu lagi. Namun sayangnya rasa cintanya pada Daniel tidak pernah berubah, walaupun sudah berusaha keras untuk melupakannya.


...****************...


Saat ini Daniel sedang berbicara penting dengan Asisten Zi, disalah satu restoran mewah yang tak jauh dari Villa.


"Ada berita penting apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Daniel.


"Ini mengenai Tuan Anderson, Tuan."


"Apa sakit papa kambuh lagi?"


"Bukan," Asisten Zi nampak ragu untuk mengatakannya, karena dari dulu di begitu setia pada Pak Anderson.


Asisten yang bernama lengkap Ziano Ferdinand itu adalah anak dari salah satu panti asuhan di kota Amsterdam yang sengaja Pak Anderson adopsi disaat dia dan istrinya belum memiliki keturunan juga, kebetulan saat itu mereka lama tinggal di Belanda untuk urusan bisnis.


"Tuan Anderson adalah yang menyebabkan Viona meninggalkan anda."


"Maksud kamu?" Daniel tidak mengerti, padahal selama ini dia tidak pernah menunjukkan rasa cintanya pada Viona di depan papanya.


"Papa mengancamnya seperti itu?" Daniel sangat terkejut mendengarnya.


"Bukan sekedar ancaman, Tuan Anderson telah membuat bisnis omnya Viona hancur."


Daniel sungguh tidak tau tentang semua ini, perkataan Asisten Zi sangat mengejutkan untuknya, dia sama sekali tidak menyangka papanya akan berbuat hal sekejam itu untuk mengancam Viona. Membuat Viona pergi dari hidupnya. Dia sangat menyesal telah bersikap dingin pada Viona. Sikapnya mungkin telah menyakiti wanita yang sangat dia cintai itu.


Daniel segera beranjak dari tempat duduknya, dia harus segera menemui Viona.


Bahkan saat di perjalanan menuju Villa, tanpa terasa Daniel menitikan air matanya, dia merasa menjadi lelaki yang tak berguna karena tidak ada disaat Viona sedang terpuruk, Daniel sama sekali tidak tau dimana Viona berada dan tidak tau tentang ancaman papanya kepada Viona.


Begitu sampai di Villa, Daniel tak menggubris beberapa bodyguard yang menyapanya di luar Villa.Daniel terburu-buru sekali ingin segera bertemu Viona. Dia langsung masuk ke kamar Viona yang memang tidak dikunci.


"Daniel?" Viona yang sedang duduk dipinggiran kasur, dia nampak kaget saat melihat Daniel masuk ke kamarnya, menatapnya dengan tatapan sendu.


Daniel berjalan dengan cepat, menarik Viona membawanya ke dalam pelukannya. Dia menangis, memeluk erat wanita yang kini statusnya sudah menjadi istrinya itu.


"Maaf, maafkan aku Viona."


"Aku tidak tau lagi bagaimana caranya untuk menahan kamu agar tetap berada disisiku. Karena aku sangat mencintaimu Viona."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Visual Asisten Zi




...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Yang merasa jawab Ziano Ferdinand atau Ziano, silahkan chat saya, namun sesuai aturan hanya jawab satu kali jawab, dan tentu saja harus satu nama. Yang jawab lebih dari satu nama dapat pulsa 25K.


Kalau ada yang merasa jawab Ziano tapi tidak ke ss kasih tau saya.


Silahkan kirim no rek nya buat Siti Nurjanah dan no hp nya buat Ririe dan Andreamna.