
Setelah mendapatkan panggilan telepon dari Asisten Zi, Andrian terpaksa datang menemuinya di depan rumah Sandra, hati Andrian penuh tanda tanya mengapa Asisten Zi kini berada di depan rumah Sandra, hampir bersamaan dengan Sandra yang baru pulang ke rumahnya.
Apa mungkin Sandra diantar pulang oleh Asisten Zi?
Kalau iya, ada hubungan apa diantara mereka? Ini kedua kalinya Sandra diantar pulang oleh Asisten Zi. Dan semalam Sandra tidak pulang ke rumah, apa mungkin dia bersama Asisten Zi semalaman?
Hati Andrian terus bertanya-tanya. Rasanya tidak mungkin Sandra selingkuh darinya, apalagi dia berselingkuh dengan pria yang sudah lama dia kenal.
"Kenapa kamu ada disini Bang?" tanya Andrian begitu menemui Asisten Zi di depan rumah Sandra.
Asisten Zi memang selalu nampak tenang, dengan wajah dan tatapannya yang datar. Dia memperlihatkan video CCTV dimana Alexa pada malam hari datang ke rumah Andrian, dan pagi harinya Alexa pulang dari sana dengan memakai pakaian yang sama.
Andrian terbelalak melihatnya, dia masih ingat malam itu dia masih tersulut api gairah pada Alexa, disaat dia tidak bisa membendung hasratnya pada Alexa, dan mengabaikan Sandra. Andrian menyuruh Alexa datang ke rumahnya, seperti biasa dia mengancam Alexa akan dia beritahukan pada Daniel tentang apa yang mereka lakukan dibelakang mereka, karena itu Alexa menurut saja. Malah saat diatas ranjang, Alexa pun menikmatinya walaupun selalu diawali dengan mukanya yang masam seolah-olah terpaksa melakukannya, namun nyatanya wanita itu sangat agresif. Makanya mereka menghabiskan malam mereka dengan bercinta dari malam sampai pagi.
Andrian kelihatan gugup sekali, dari mana Asisten Zi tau semua itu, apa mungkin Daniel sudah mencurigai hubungan mereka, padahal Andrian sudah berniat untuk mengakhiri hubungan partner ranjangnya bersama Alexa, makanya dia ingin segera menikahi Sandra.
"Emm... jangan salah paham dulu Bang. Abang Zi tau kan aku dan Alexa satu sekolah, dan aku juga temannya Daniel. Jadi wajar aja kalau Alexa datang ke rumah buat curhat tentang Daniel."
Asisten Zi merasa geli dengan penjelasan dari Andrian, dia menarik sudut bibirnya, "Curhat dari malam sampai pagi? Apa yang dilakukan laki-laki dengan perempuan dari malam sampai pagi di rumah berduaan?"
Andrian tidak terima atas penuduhan Asisten Zi terhadapnya, "Mau aku melakukan apapun, aku rasa ini bukan urusan kamu bang."
Asisten Zi terdiam, dia rasa perkataan Andrian benar, ini sama sekali bukan urusannya. Apalagi Daniel sama sekali tidak memerintahkannya untuk menggagalkan acara lamaran mereka. Lantas buat apa dia melakukannya? Apa karena demi rasa kemanusiaan yang tinggi karena takut Sandra sakit hati setelah menikah dengan Andrian? Seperti ibunya yang menderita karena dicampakkan ayahnya? Bahkan dia pun tidak pernah melihat wajah yang sang ayah, hanya saja dia tau ibunya sangat membenci ayahnya yang suka main perempuan.
"Apa mungkin kamu menyukai calon istri aku bang?" Andrian mengatakannya dengan penuh penekanan.
"Apa semalam Sandra bersama kamu bang?"
Harus kah Asisten Zi bilang iya, tapi bagaimana kalau Sandra marah. Atau dia bilang tidak saja?
"Iya semalam aku bersama Asisten Zi."
Mereka dikagetkan dengan suara Sandra yang tiba-tiba saja datang mendekati mereka. Rupanya Sandra mengikuti Andrian begitu mendengar Andrian memanggilnya orang yang meneleponnya dengan panggilan Bang Zi.
Andrian sama sekali tidak mempercayai ucapan Sandra. Bahkan wanita itu kini berdiri di samping Asisten Zi. "Gak mungkin, kamu gak mungkin khianati aku Sandra."
"Aku sudah bilang barusan ke orang tua kita kalau aku tidak bisa melanjutkan rencana pernikahan kita." Sandra mengatakannya dengan dengan nada Santai.
"Kenapa? Apa karena dia?" Andrian menunjuk Asisten Zi. Dia terlihat emosi sekali.
Andrian ingin memukul Asisten Zi, tapi Asisten Zi menahan tangan Andrian, pria itu begitu tenang menghadapi Andrian. Malah Sandra yang menampar pipi Andrian.
Plakk..
"Arrrggghhh..." Andrian meringis kesakitan memegang pipinya.
"Jadi selingkuhan kamu Alexa?" Sandra rasanya ingin tertawa geli karena prianya diganggu juga oleh wanita yang sama dengan Viona.
"Aku sudah bilang, aku khilaf. Aku mau menunjukkan keseriusan aku, makanya aku melamar kamu."
"Kenapa? Karena kamu sudah menghabiskan waktu semalaman dengan Bang Ziano makanya kamu seperti ini?"
Keributan mereka rupanya terdengar oleh kedua orang tua mereka. Membuat masalah menjadi runyam.
"Ada apa ini?" Tanya mamanya Andrian dan mamanya Sandra hampir bersamaan.
"Apa anda tidak dengar anak anda mengkhianati anak saya?" ucap tante Via, mamanya Andrian.
"Tapi anak anda yang mengkhianati anak saya duluan." Mamanya Sandra tak mau kalah.
"Aku jadi ogah punya menantu murahan seperti anak anda."
"Lah saya juga sama. Justru anak Anda yang lebih murahan."
Malah mereka yang ribut dan saling jambak menjambak. Sampai Sandra dan Andrian mencoba memisahkan mamanya masing-masing.
Tante Via menjewer kuping Andrian. "Mama tidak menyangka kamu ternyata suka bawa perempuan ke rumah. Apa itu alasan kamu ingin berpisah rumah dengan orang tua hah?"
"Bukan begitu Mah, Andrian bisa jelaskan..."
"Jelaskan di rumah. Yang pasti mama juga tidak setuju kamu menikah dengan Sandra."
Mama dan papanya Andrian membawa paksa Andrian pulang. Padahal Andrian tidak ingin rencana pernikahannya bersama Sandra batal.
Setelah merasa situasi aman, Asisten Zi yang dari tadi mamatung seperti robot yang kehabisan baterai, karena tidak tau cara menangani wanita tua yang lagi bertengkar, dia berpamitan pada Sandra untuk pulang.
"Kalau begitu saya pulang dulu."
Namun langkahnya dicegah oleh papanya Sandra, "Mau kemana kamu? Aku tidak akan membiarkan kamu pergi sebelum mempertanggungjawabkan apa yang kamu lakukan terhadap anak kami?"
Asisten Zi mengerutkan keningnya. Dia tidak mengerti tentang dosa apa yang harus dia pertanggungjawabkan kepada Sandra.
"Tadi tante dengar Sandra semalaman bersama kamu?"
Sandra menggigit bibir bawahnya, rupanya mamanya mendengar ucapannya bersama Andrian tadi. "Mah, Sandra bisa jelaskan..."
"Saya dan Sandra..."
Asisten Zi dan Sandra tidak diberi kesempatan untuk menjelaskannya.
"Segitu cintanya kamu sama Sandra makanya kamu datang kesini untuk menggagalkan acara lamaran itu?" tanya tante Riska.
Asisten Zi mendadak jadi gagap, "Bukan, bukan begitu..."
"Ya sudah, cepat masuk ke rumah. Ada yang harus kami bicarakan sebagai orang tua Sandra."
Asisten Zi terpaksa masuk ke dalam rumah, dia sangat gugup sekali, apa yang akan dilakukan kedua orang tua Sandra terhadapnya. Mengapa mereka menyuruhnya masuk ke dalam rumah? Apa mereka mau memenggalnya gara-gara salah paham dikira dia dan Sandra berbuat macam-macam semalam.