Semalam Dengan Istrimu

Semalam Dengan Istrimu
Ancaman Yang Nikmat


Semenjak ditinggal Viona, hidup Satria begitu berantakan. Dia benar-benar stress, karena adiknya terpaksa harus berhenti kuliah gara-gara Satria tidak mampu membiayainya lagi. Belum lagi sang mama yang terus di tagih hutang oleh rentenir, karena sering pinjam uang.


"Sebenarnya kamu punya masalah apa sih sampai sulit mendapatkan pekerjaan ?" Bu Lasmi terus mengomel.


Satria yang tengah lapar, dia tidak menaggapinya, lebih memilih menikmati makannya walaupun hanya dengan telur ceplok.


Satria jadi teringat dengan Viona, dulu Viona selalu memasak untuknya, walaupun dulu mereka pas awal nikah tinggal di kontrakan kumuh, makan seadanya, ternyata itu sangat membahagiakan karena Viona seorang istri yang tak pernah menuntut ini itu pada Satria.


Satria sangat menyesal, dia benar-benar menyesal telah mengkhianati Viona, dia ingin kembali lagi seperti dulu dengan Viona, walaupun hidup dalam rumah tangga yang sederhana.


Satria tidak peduli jika dulu Viona juga mengkhianatinya dengan Daniel, tidak peduli apa yang mereka lakukan dibelakang dia. Yang pasti dia akan memaafkan semua itu. Dia benar-benar ingin kembali lagi pada Viona.


"Sebenarnya ada masalah apa sih kamu sama Viona sampai Viona pergi begitu saja? Apa Viona kabur sama laki-laki lain atau gimana?" tanya Bu Lasmi sambil menyapu lantai.


Namun Satria enggan menjawab, dia memilih terus makan.


"Mama benar-benar pusing, Niken yang terancam berhenti kuliah di Singapura, belum lagi Arman sebentar lagi lulus SMA. Padahal Viona itu dulu baik banget, tiap mama berkunjung pasti ngasih uang sama mama."


Satria terperangah mendengarnya, dia baru tau tentang hal itu karena Viona tidak pernah cerita padanya. Satria sangat menyesal mengapa dulu dia tega menyakiti Viona.


...****************...


Disepanjang perjalanan, Alexa terus saja manyun, dia tidak terima karena harus duduk sendirian di mobil bagian belakang. Sementara Daniel malah memilih duduk bersama Asisten Zi di depan.


Drrttt... Drrttt...


Alexa mendapat pesan dari Andrian.


[Xa, aku tunggu di hotel Vagaza nomor 117]


Alexa menghela nafas, seharusnya malam itu tidak terjadi apa-apa diantara mereka. Saat dia dan Andrian bertemu di sebuah klub, Andrian yang merasa jenuh dengan hubungannya bersama Sandra yang sudah terjalin sudah tiga tahun itu, dan Alexa yang frustasi karna Daniel selalu mengacuhkannya. Hingga terjadilah one night stand diantara mereka.


Padahal dulu saat masih SMA Alexa sudah beberapa kali menolak cinta Andrian, karena dari SMA Andrian memang seorang playboy. Bahkan sebelum pacaran dengan Sandra, dia sudah beberapa kali meniduri pacarnya. Hanya dengan Sandra dia tidak berani karena Sandra sendiri yang membatasi cara berpacaran mereka, makanya Andrian meminta ingin segera menikah dengan Sandra, tapi Sandra tidak ingin buru-buru, dia tidak ingin menikah hanya menggunakan biaya dari Andrian, dia juga ingin menabung dulu dengan hasil dari laundrynya.


Alexa mendapatkan pesan lagi dari Andrian.


[Kalau tidak, aku akan ngasih tau Daniel tentang yang sering kita lakukan akhir-akhir ini.]


Shittt...


Alexa mengumpat di dalam hatinya, dia terpaksa harus menuruti keinginan Andrian. Gara-gara kejadian satu bulan yang lalu membuat dia jadi patner ranjang Andrian, Andrian selalu saja mengancamnya akan memberitahu Daniel.


Apa Andrian merasa bersalah pada Sandra? Tentu saja, karena Sandra adalah kekasihnya, padahal dia sudah berusaha jadi pria yang setia pada Sandra, namun saat ini dia telah di kuasai hasratnya pada Alexa, dia harus menuntaskannya sampai merasa bosan.


"Asisten Zi, berhenti disini saja. Aku harus segera pulang. Rupanya ada acara dadakan di keluarga." Alexa mengatakannya dengan volume tinggi.


Daniel hanya nyengir saja, itu artinya dia tidak perlu membeli cincin pernikahan.


Asisten Zi menurut saja, dia segera menghentikan mobilnya dipinggir jalan. "Tapi bagaimana dengan membeli cincinnya? Tuan Anderson akan marah jika kalian belum juga membeli cinci pernikahan."


Alexa mencopot cincin tunangan di jari manisnya, dia memberikan cincin itu pada Asisten Zi, "Pakai ini saja agar tau ukuran cincin aku."


Alexa segera turun dari mobil Asisten Zi.


"Cepat jalan." ucap Daniel dengan penuh semangat, akhirnya dia bisa bebas dari Alexa yang agresif itu.


Asisten Zi menurut saja, dia segera menjalankan mobilnya.


"Itu artinya kita tidak perlu pergi ke toko perhiasan sekarang kan? Hari ini lebih baik..."


"Tidak bisa, ini sesuai perintah Tuan Anderson, kita harus tetap pergi kesana."


"Disini aku juga Tuan kamu."


"Tuan Anderson yang lebih utama."


Daniel hanya bisa menatap kesal pada sang Asisten yang sifatnya kayak robot itu.


...****************...


Alexa telah sampai di depan kamar hotel yang dijanjikan, dengan malas dia segera mengetuk pintu kamar hotel, lalu Andrian segera membuka pintu dan menariknya ke dalam. Tanpa basa basi dia langsung mencium bibir Alexa, selalu saja Alexa kalah, nyatanya dia sendiri pun ikut menikmati disetiap apa yang Andrian lakukan padanya.


Tanpa menunggu basa basi mereka segera melepaskan pakaian mereka. Andrian menghempaskan tubuh Alexa ke atas kasur yang empuk itu. Andrian tidak dapat mengendalikan dirinya karena dia sudah berpuasa lama sekali setelah berpacaran dengan Sandra.


"Ahhh..." Alexa melenguh nikmat saat merasakan lagi milik Andrian masuk memenuhi area sensitifnya. Semakin memasuki lebih dalam Alexa semakin menjerit nikmat.


"Sampai kapan kita seperti ini?" Tanya Alexa pada Andrian yang terus menggerakkan pinggulnya diatasnya.


Andrian tak langsung menjawab, dia masih menikmati dua bongkahan indah di dada Alexa. "Sampai aku bosan, aku orangnya gampang bosan." Andrian kembali melahap benda kenyal itu dan semakin meningkatkan ritme hentakan pinggulnya.


"Ahhh....ahh..." Alexa mendes@h nikmat. Dia tidak tau bahwa selama ini Andrian sering mengabadikan apa yang mereka lakukan dalam sebuah video dan foto untuk mengancam Alexa. Lebih dari 19 detik pastinya.