Semalam Dengan Istrimu

Semalam Dengan Istrimu
Menikah?


"Daniel, kamu akan bawa aku kemana? Aku harus pulang." protes Viona, saat ini dia masih berada di dalam mobil, dia duduk di samping Daniel di kursi bagian belakang. Sementara kedua bodyguard Daniel berada di kursi paling depan.


"Kita akan menikah." jawab Daniel dengan tenang. Daniel sudah tau Viona dan Satria bercerai karena penyelidikan Asisten Zi dan bawahannya.


"Menikah?" Viona kelihatan kaget sekali saat mendengarnya.


"Ya papaku lagi sakit, jadi kita akan menikah siri dulu. Kita rahasiaikan dulu pernikahan kita ini."


Viona menolak keinginan Daniel, "Lalu nanti kamu akan menikah dengan Alexa secara resmi begitu?"


Daniel tak menjawab pertanyaan Viona.


"Aku gak mau, untuk apa kita menikah? Aku sudah tidak memiliki perasaan apapun sama kamu."


"Tapi aku adalah ayah dari bayi yang kamu kandung itu." Daniel masih yakin Viona tengah mengandung anaknya, mengingat dia yang akhir-akhir ini sering mual dan berlagak seperti orang yang lagi ngidam.


"Sudah aku katakan ini anak aku dan Mas Satria." Viona mempertegas ucapannya.


"Baiklah kalau begitu kita lakukan tes DNA saja."


Viona menghela nafas, dia jadi tidak bisa berkutik lagi jika menyangkut soal tes DNA karena janin yang dia kandung memang anaknya Daniel.


"Benar kan dia anakku Viona?"


"Apa tidak bisa saja kamu melepaskan aku? Biarkan aku hidup dengan anakku, dan kamu bisa hidup bahagia dengan Alexa. Aku gak mau merusak hubungan orang lain, cukup hanya aku yang gagal membina rumah tangga aku bersama Mas Satria."


Daniel tidak ingin mendengarkan protes dari Viona, dia mempertegas pertanyaanya, "Jadi benarkan dia anakku, Viona?"


Viona tak menjawab, dia memalingkan tatapannya ke jendela mobil dengan mata berkaca-kaca.


"Dengan memaksa aku seperti ini?"


"Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk membuat kamu tetap bersama aku."


Viona hanya tersenyum sinis, dia mengingat saat pagi-pagi sekali Alexa sudah berada di apartemen Daniel, Alexa bilang semalaman bersama Daniel. Apa yang mereka lakukan disana semalaman.


"Aku hanya satu minggu berada disini, aku harus kembali ke Thailand."


"Melahirkan dulu anak itu baru kamu boleh pergi."


Viona terperangah mendengarnya, begitu gampangnya Daniel mengatakan itu, pria yang dulu begitu lembut padanya kini dia terlihat begitu dingin.


"Aku yang mengadungnya, kamu tidak berhak menyuruh aku pergi meninggalkan anak aku."


"Dia tidak akan ada jika bukan karena aku. Pilih saja kita menikah sementara selama kamu hamil dan tinggalkan dia untukku atau hidup selamanya dengan aku agar kamu bisa terus bersama anak kita."


Viona terdiam, sejujurnya dia ingin memilih pilihan kedua. Tapi bagaimana jika Pak Anderson marah dan mengusik keluarganya lagi. Apalagi sekarang ini sikap Daniel berubah tidak seceria dan ramah seperti dulu. Kini pria itu kelihatan dingin sekali, seperti orang asing.


Padahal tanpa Viona sadari dia lah yang telah membuat Daniel sifatnya berubah seperti itu, semenjak Viona pergi dari hidupnya, Daniel telah kehilangan semangat hidupnya, dia tidak bisa makan dan tidur dengan nyaman. Hatinya selalu sakit setiap memikirkan Viona. Viona lah yang telah membuat hatinya terluka.


Setelah sampai di sebuah vila yang jauh sekali dari keramaian, mereka semua turun dari mobil, termasuk Viona, Daniel sama sekali tidak melepaskan gengaman tangannya, dia terus memegang tangan Viona dengan erat.


Viona melihat ada dua orang pria yang sedang menunggunya disana, dari cara berpakainnya tentu saja Viona tau pria itu seseorang yang memiliki ilmu tinggi di dalam agamanya.


"Apa kalian akan menikah sekarang?"


"Iya Pak, kami akan menikah sekarang, hari ini juga." jawab Daniel dengan segala kesungguhan hatinya. Hanya ini satu-satunya cara untuk membuat Viona tidak pergi lagi dari hidupnya.