Semalam Dengan Istrimu

Semalam Dengan Istrimu
90


"Ehm... bagaimana nih malam pertamanya lancar kan?" goda Viona, saat ini Viona dan Sandra sedang berada di Laundry.


"Tentu saja aku tidur sampai puas." jawab Sandra dengan nada kesal.


"Ish... kok malah tidur?" Sementara Viona saja yang bukan pengantin baru digempur terus sampai malam, yang bilangnya minta satu celup lagi, malah seperti teh celup berkali-kali.


"Ceritanya panjang dan bulat, tapi sumpah aku semalam ingin ketawa, lihat reaksi pria kaku itu saat aku memakai lingerie. Wajahnya memerah dan dia berkeringat, aku pengen ngakak."


"Itu artinya dia itu mau tapi mungkin bingung untuk memulai, ya kamu harus agresif duluan lah."


"Bukan gitu, dia bilang aku bukan tipenya. Mungkin tipe Mister Zi itu tipe yang sikapnya sefrekuensi sama dia kali ya."


"Sama-sama kaku dong kalau gitu." Viona malah tertawa membayangkannya.


"Malah kayak ada dua robot ya." Sandra ikut tertawa.


Mereka berhenti bicara setelah melihat ada seorang wanita mungkin usianya sekitar 30 tahunan, wanita itu terlihat cantik sekali dengan gayanya yang elegan. Wanita itu berjalan ke arah laundry sambil memegang tangan anaknya yang mungkin usianya sekitar 5 tahunan.


"Nah mungkin wanita seperti itu tipe Mister Zi." Sandra yang cewek saja kagum dengan penampilan wanita itu.


"Hmm.... mungkin, tapi jadi diri sendiri itu yang lebih baik. Biarkan Asisten Zi menyukai kamu apa adanya. Aku juga tau sebenarnya kamu sudah mulai ada rasa sama dia."


"Ish... gak lah." Sandra malah mengelak.


Sandra dan Viona segera menyambut kedatangan wanita itu, "Selamat datang di laundry Qu mbak."


Wanita itu tersenyum dengan ramah, "Namaku Melinda, kebetulan tadi pagi aku baru nyampe ke Indonesia. Banyak yang bilang laundry ini sangat bagus."


"Tentu saja, kami jamin laundry Qu tidak akan mengecewakan." Sandra mencoba meyakinkannya.


Wanita itu memberikan satu paper bag kepada Sandra yang berisi pakaian. Dan Sandra mulai menimbangnya.


Sementara Viona malah fokus ke anak yang sedang asik makan ice cream itu, "Namamu siapa?" tanya Viona, dia memang paling suka melihat anak kecil, karena dia dari dulu menginginkan sekali kehadiran seorang anak.


"Wah nama yang bagus, kamu cantik lagi,"


"Ya lah mirip mama, tante."


"Dan mirip papa juga pastinya."


"Aku gak punya papa, tante."


Viona berhenti tersenyum, dia jadi merasa bersalah pada anak kecil itu, tapi dia bersyukur karena anak itu sama sekali tidak merasa sedih, malah fokus dengan ice creamnya.


"Semuanya tiga kilo mbak." kata Sandra pada wanita bernama Melinda itu. Dia sudah selesai menimbang pakaian yang akan di cuci di Laundry Qu itu.


Namun perempuan itu tidak fokus karena dia dengan sibuk dengan ponselnya, dia seperti kelihatan kecewa karena dari semalam dia mengirim pesan tapi tidak di balas sama sekali, bahkan hari ini dia mengirim pesan beberapa kali, tapi tidak di respon juga.


"Mbak..."


Perkataan Sandra mengagetkan wanita itu.


"Oh iya, terimakasih, paling nanti besok saya ambil."


"Oke, boleh sekali mbak."


Wanita yang bernama Melinda itupun segera meraih tangan anaknya, "Ayo Zivana, ayo kita pulang."


Zivana berpamitan kepada Viona, "Zivana mau pulang, dadah tante cantik." Dia melambaikan tangannya pada Viona.


"Iya Zivana." Viona melambaikan tangannya juga pada anak itu.


Viona mengusap perutnya dengan lembut, "Anak itu lucu sekali, Mudah-mudahan lucunya nular."


"Pastilah, kamu dan Daniel sama-sama good looking. Emm... iya Vi, hari ini Kak Alvin mau balik ke Thailand, dia ingin bertemu kamu sebentar, bisa gak?"