
Satu minggu berlalu...
Hari ini Daniel dan Viona akhirnya resmi menikah. Betapa megahnya pernikahan mereka, bahkan banyak tamu undangan yang datang, para pembisnis dan juga para alumni SMA Angkasa.
Para alumni SMA Angkasa tidak bisa berkata apa-apa, mereka hanya di buat terpukau dan takjub dengan pernikahan mereka yang megah ini, apalagi penampilan Daniel dan Viona yang terlihat seperti seorang Putri dan Pangeran yang begitu tampan dan cantik.
Daniel dan Viona berusaha terlihat bahagia dan ramah, walaupun hati mereka sedang terluka. Karena mereka sudah mengetahui kondisi kesehatan Pak Anderson. Padahal Daniel sudah berusaha membawa Pak Anderson ke dokter yang ahli di luar negeri, namun penyakit yang di derita Pak Anderson sudah tidak bisa disembuhkan.
Pak Anderson tentu saja hadir disana, dia ikut menyalami semua para tamu undangan. Selama satu minggu ini Viona dan Daniel tinggal di mansion, tiap hari Viona memasak untuk suaminya dan papa mertua, juga memilih diam di mansion untuk merawat Pak Anderson, karena Ziano memberitahu Daniel bagaimana kondisi sang papa. Walaupun sikap Pak Anderson masih pura-pura gengsi pada Viona, lebih tepatnya dia malu karena dulu pernah menyakiti Viona.
Bahkan saat ini Pak Anderson tidak mampu berdiri, dia duduk di kursi roda. Karena tau bagaimana kondisi sang papa, Daniel ingin pernikahan mereka di tunda, fokus dulu dengan kesembuhan sang papa, tapi Pak Anderson tidak mendengarkannya, sebab ini adalah impiannya, dia ingin sebelum dia meninggal dia bisa menyaksikan pernikahan sang anak dengan begitu megah bersama wanita yang Daniel cintai. Bahkan Pak Anderson sendiri yang mengundang banyak tamu, termasuk kliennya di berbagai negara.
Selama satu minggu itu pula Sandra dah Ziano tidur berpisah kamar bahkan mereka tidak pernah saling bertegur sapa, Ziano tidak tau apa kesalahan dirinya pada Sandra, Sandra hanya bilang tidak nyaman tidur bersama Ziano, yang pasti sikap Sandra membuat Ziano tidak bisa tidur nyenyak akhir-akhir ini. Wanita itu membuat dirinya gelisah. Ziano sudah beberapa kali mencoba menyapa duluan pada Sandra, bahkan dia mengajak Sandra bicara, malah terbalik, sekarang Sandra yang lebih banyak diam dan menjawab seperlunya.
Sandra hanya ingin tau tentang isi hatinya sendiri, dan Ziano tau isi hatinya bagaimana. Karena itu dia ingin mejaga jarak dari Ziano, dia ingin tau apakah mungkin benar dia sudah memiliki perasaan pada Ziano? Dan apakah Ziano memiliki perasaan padanya? Karena itu dia tidak menanggapi apa yang Melinda katakan waktu itu.
Drrrttt...Drrrttt...
[Zi, besok aku dan Zivana akan kembali ke Inggris. Aku harap hari ini atau besok kamu datang menemui aku. Aku akan menunggu kamu datang, dan aku akan sabar menunggu kamu mengurus perceraian kamu bersama istri kamu itu. Sampai kita bisa hidup bahagia bersama.]
Ziano hanya menghela nafas membaca pesan dari Melinda, dia tidak bisa membalas pesannya karena dirinya tengah sibuk mengatur acara pernikahan Daniel dan Viona.
Alexa terpaksa memberi selamat pada Viona dan Daniel, "Selamat akhirnya kalian menikah." Dia bersamalaman dengan kedua mempelai.
Daniel dan Viona tau Alexa dan Andrian sudah menikah tentu saja dari Andrian, "Iya terimakasih Xa." ucap Viona sambil tersenyum ramah.
Alexa terpaksa tersenyum, walaupun hatinya terluka karena orang yang dia cintai dari dulu kini telah secara resmi menjadi milik orang lain. Alexa lebih memilih fokus ke kehamilannya dan menyerahkan bayi itu pada Andrian setelah melahirkan nanti.
Sementara Ziano, dia nampak tidak tenang karena tidak melihat Sandra dari tadi, matanya beredar mencari keberadaan sang istri, kemudian matanya tertuju padanya yang sedang asik mengobrol dengan seorang pria, salah satu alumni SMA Angkasa. Padahal mereka hanya membicarakan masalah laundry karena si teman pria itu akan membuka bisnis laundry juga, dia hanya bertanya tentang modal awalnya berapa dan peralatan apa saja yang dibutuhkan.
Namun Ziano nampak tidak senang melihat Sandra begitu akrab dengan teman pria itu. Apalagi mereka terlihat seperti sedang bercanda. Hatinya terasa panas melihatnya. Apakah ini yang dinamakan cemburu?
Viona juga tidak melupakan Om dan tantenya, mereka menjadi perwakilan kedua orang tuanya yang sudah tidak ada. Om Ari dan tante Sinta ikut menyalami para tamu undangan.
Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang memperhatikan pernikahan itu dari kejauhan, dia hanya bisa menatap dari kejauhan karena tidak sanggup untuk melihat betapa bahagianya mantan istrinya kini telah menikah dengan pria lain. Satria saat ini berada di dalam mobil yang ia pinjam dari Bayu, tanpa terasa dia menitikan air matanya, dia memang di undang, tapi dia tidak sanggup melihat kebahagiaan mereka.
"Semoga kamu bahagia Viona," lirih Satria sambil menghapus air matanya yang tiba-tiba menetes. Hanya penyelesan yang dia dapatkan pada akhirnya karena Viona tidak akan pernah bisa kembali padanya lagi. Setiap hari masih selalu terbayang bagaimana Viona yang selalu menemani hari-harinya. Menyambut dirinya ketika dia pulang kerja, Viona yang selalu memasak yang enak untuknya, dan Viona yang selalu berusaha menjadi istri yang baik untuknya. Satria hanya bisa hidup dengan ditemani bayang-bayangan masa lalunya bersama Viona.
...****************...
...Menuju end. Hanya bisa up satu bab hari ini. Lanjut tidur lagi sebelum kerja 😁 masih ngantuk!...