Semalam Dengan Istrimu

Semalam Dengan Istrimu
Bonchap 20 ( End)


Alexa awalnya menginginkan pernikahannya bersama Andrian hanyalah sementara, namun karena perhatian yang Andrian berikan, dan juga Andrian yang berusaha menanamkan rasa cinta dari hatinya untuk Alexa, membuat Alexa sadar bawah dia tidak bisa hidup dalam keegoisannya. Apalagi semakin lama dia mengandung anaknya, semakin terasa rasa sayang yang tercipta untuk calon bayinya, yang kini dia mengandung 7 bulan.


Alexa menghampiri Andrian yang sedang duduk di tepi kolam, "Apa kamu lelah menjadi suami aku?"


Andrian terdiam sebentar, lalu menoleh pada Alexa, "Tidak."


"Aku minta maaf."


"Untuk apa?"


"Karena aku rasa aku tidak bisa meninggalkan anak kita. Aku awalnya tidak menerima kehadirannya, tapi sekarang aku merasa aku sangat menyayanginya." Alexa mengatakannya sambil meneteskan air mata.


Andrian mengaggukan kepala, "Lalu bagaimana dengan pernikahan kita?"


Alexa terdiam sejenak, "Aku rasa tidak ada salahnya kalau kita belajar saling mencintai. Namun jika ternyata kita akhirnya memilih untuk berpisah, aku harap anak kita tetap mendapatkan perhatian dan kasih sayang cukup dari mama dan papanya."


Andrian tersenyum, "Oke, mari kita lakukan. Ada hati yang telah kita sakiti makanya kita mungkin hidup seperti ini, sulit untuk bahagia. Tapi tidak ada salahnya kita saling memperbaiki diri, dan mencoba saling mencintai. Demi anak kita."


...****************...


Sampai detik inipun dihati Satria hanya ada Viona. Walaupun dia sudah berusaha untuk melupakannya. Namun sangat sulit sekali untuknya. Dia hanya bisa hidup dengan imajinasinya seolah dia masih hidup bersama Viona.


Biarlah dia hidup dalam penyesalan, berusaha untuk memperbaiki kesalahan, walaupun dia tau Viona tidak akan pernah kembali padanya.


Kadang Satria mengjenguk Miska, dia hanya merasa kasihan karena tidak ada satu orangpun yang peduli atau bersikap baik padanya. Rupanya nasib Miska begitu memperihatinkan, karena sering di siksa oleh teman satu lapasnya.


Malam ini Satria berjalan sendirian melewati taman bunga, dia melihat ada sepasang suami-istri yang sangat terlihat bahagia, kedua tangan mereka sedang berpegangan tangan dengan anak mereka yang masih kecil.


Andai dulu dia setia pada Viona, mungkin sekarang dia akan hidup bahagia bersama Viona, memiliki seorang anak hasil dari buah cinta mereka. Namun semua itu tak akan pernah terjadi, dan Satria harus berusaha untuk mengikhlaskan semua itu.


...****************...


Rasa nyeri yang Viona rasakan tidak dia hiraukan, karena terobati dengan kehadiran sang bayi yang telah dia lahirkan tiga jam yang lalu. Viona terpaksa melahirkan di dalam mobil dibantu oleh Dokter Dhika, juga Daniel dan Sandra.


Setelah itu dia dilarikan ke rumah sakit dengan di jemput oleh helikopter, namun Sandra tidak bisa ikut karena Daniel menyuruh Sandra untuk menemani Ziano di dalam mobil yang terjebak kemacetan itu.


Daniel merasa bersalah telah mengganggu aktivitas panas mereka, siapa tau mau melanjutkannya di dalam mobil.


Viona memandangi bayinya yang telah tertidur begitu pulas. Dia tersenyum penuh rasa haru dan bangga karena sekarang dia resmi menjadi seorang ibu.


"Anak kita ganteng banget kayak kamu sayang." ucap Viona, matanya tak bisa berhenti menatap bayinya yang mungil itu.


"Iya tentu saja dia sangat mirip denganku."


"Masih lah, Dhika melihatnya, kesal lah aku."


"Dokter kandungan itu banyak juga yang cowok lho. Kenapa harus marah. Justru karena bantuan dia anak kita lahir."


Daniel langsung memeluk tubuh Viona, "Hmm... ya aku cuma bercanda." Dia mencium pucuk rambut Viona.


"Kira-kira apa nama yang bagus untuk anak kita?"


Daniel berpikir sejenak, "Karena kamu melahirkannya di dalam mobil, unik kalau nama kita ada nama car nya."


"Astaga, sekalian aja goocar."


"Maksudnya charles atau charly, bagus kan?"


"Nama yang bagus sih. Tapi aku ingin nama anak kita itu Richard."


"Hmm.... ya sudah bagaimana kalau namanya Richard Charles Gilbert?"


Viona sangat setuju dengan usulan nama dari Daniel itu. "Nama yang bagus."


Daniel memegang wajah Viona, "Makasih sayang, kamu sudah melahirkan anak kita ke dunia ini. Aku semakin mencintai kamu."


"Heueum... aku juga mencintai kamu."


Daniel mengusap lembut rambut Viona, dan mencondongkan wajahnya untuk mencium Viona, namun mereka kaget saat ada yang membuka pintu.


Rupanya Ziano dan Sandra sudah sampai juga ke rumah sakit, setelah beberapa jam terkena macet. Tentu saja mereka harus menuntaskan dulu aktivitas panas mereka yang sempat terjeda gara-gara Daniel, di dalam mobil. Entah dengan gaya apa, othornya tidak sempat ngintip.


"Aku ingin melihat keponakan aku." seru Sandra, dia menyempatkan membeli banyak makanan untuk Daniel dan Viona.


"Sudah dapat nama untuk anaknya?" Tanya Ziano.


"Richard Charles Gilbert." Jawab Daniel.


Kedua pasang suami-istri itu terlihat sangat bahagia, Ziano yang berusaha untuk tidak kaku lagi pada Sandra dan mencoba menjadi suami yang pengertian.


Dan Daniel yang dari dulu hanya mencintai satu orang wanita, yaitu Viona, hanya Viona dan selalu Viona di dalam hatinya. Viona telah menjadi seorang ratu karena berada di tangan lelaki yang tepat, Daniel mencintainya begitu dalam dari dulu sampai sekarang, sampai akhir hayat.


..._____ TAMAT _____...