Semalam Dengan Istrimu

Semalam Dengan Istrimu
Bonchap 12


Karena kondisi Ziano yang masih sakit dan juga harus pergi ke Belanda, Daniel dan Viona berpamitan untuk pergi liburan ke Spanyol. Karena selama menikah mereka belum pernah honeymoon.


Malam ini Sandra dan Ziano tidur terbaring di atas brankar, Ziano memeluk Sandra, sesekali dia mencium kening Sandra.


"Sandra!"


"Hm?"


"Mungkin lusa setelah dari sini aku harus pergi ke Belanda menemui ayah aku. Apa kamu mengizinkannya?"


Ziano bukannya tidak ingin membawa Sandra kesana, tapi situasinya kurang pas, apalagi dia tidak tau bagaimana sifat ibu tiri dan saudara tirinya Ziano. Dia takut Sandra tidak akan nyaman. Lagi pula, Ziano hanya ingin bertemu sekali saja dengan ayahnya, setelah itu dia akan kembali lagi ke Indonesia, karena kini ada orang yang membuat Ziano ingin segera cepat pulang ke apartemen, yaitu Sandra.


Tentu saja Sandra mengizinkannya, bagaimanapun juga Ziano harus bertemu dengan ayahnya. Walaupun hatinya terasa berat karena tidak ingin berjauhan dengan Ziano.


"Hmm... iya, tentu saja kamu harus menemui ayah kamu. Tapi janji ya kamu harus pulang!"


"Tentu saja."


"Gak bohong kan?"


"Mengapa harus bohong?


" Aku takut nanti kamu ke pincut wanita bule disana." Sandra mengerucutkan bibirnya.


Ziano sangat gemas melihat Sandra yang cemberut seperti itu. Dia mengecup bibir Sandra. "Tidak akan, hanya kamu satu-satunya wanita yang membuat aku tertarik."


Kini sifat Ziano tidak seperti Robot lagi, walaupun sifat kakunya masih ada sedikit.


...****************...


Satu minggu kemudian....


Selama itu pula Ziano masih berada di Belanda.


Selama satu dan dua hari Ziano sering memberi kabar pada Sandra, namun setelah melewati hari-hari berikutnya pria itu sama sekali tidak ada kabar bagaikan telah di telan bumi.


Bahkan ponselnya tidak aktif, membuat Sandra sangat cemas.


Pria itu telah menghilang tak ada kabar.


Rasa sedih, kecewa, rindu, cinta, benci semua rasa itu bercampur di dalam dada. Padahal Ziano bilang dia mencintainya, tapi mengapa begitu mudahnya Ziano melupakan dirinya. Dan begitu kuat berhari-hari tidak memberi dia kabar.


Apakah dia tidak penting buat Ziano?


"Kamu jahat sekali Mister Zi, sekarang kamu malah menghilang tak ada kabar. Aku benci kamu Mister Zi." Sandra malah mencurahkan rasa kekecewaannya pada foto Ziano di kamarnya.


"Aku rindu kamu Mister Zi." lirihnya, rasa rindu ini terlalu besar dibandingkan dengan rasa kecewanya.


Namun Sandra tidak bisa terus-terusan bersedih, dia hari ini memilih untuk pergi menemui Viona untuk mencurahkan rasa kekesalannya pada Ziano. Kebetulan Viona sudah pulang dari Spanyol.


Di pinggir jalan, Sandra mencoba untuk memberhentikan taksi yang melintas, namun belum ada taksi yang lewat. Sampai dia melamun kembali, memikirkan Ziano yang sampai saat ini tidak ada kabarnya sama sekali.


Ckitttt....


Sandra dikejutkan oleh sebuah mobil yang tiba-tiba berhenti di depannya.


Ada tiga pria berbaju hitam turun dari mobil itu, membuat Sandra ketakutan.


"Nona Sandra, lebih baik anda ikut kami."


Tentu saja Sandra tidak ingin ikut pada mereka bertiga, "Tidak mau, kalian siapa? Apa kalian mau menculik aku?"


Namun mereka tidak mau mendengarkan protes dari Sandra. Mereka membawa paksa Sandra untuk masuk ke dalam mobil, mereka berusaha untuk tidak menyakiti Sandra, apalagi membuat Sandra terluka sedikit saja. Bisa-bisa mereka dihajar habis-habisan nanti.


"Tolong!"


"Kalian mau bawa aku kemana?"


Seketika Sandra merasa sedang berada di sebuah film bergenre action, membuat jantungnya berdebar-debar.


Namun Sandra terkejut karena para penculik itu bukannya membawa Sandra ke gudang tua yang biasanya menjadi tempat favorit para penculik. Tapi ini malah membawanya ke kapal pesiar.