
Akhirnya suara riuh gemuruh sirene Ambulance dan sirine mobil polisi terdengar begitu nyaring memekakan telinga. Seakan mereka sedang berduet menyambut pesta yang kini sudah kacau. Daniel telah dibawa para petugas medis ke dalam ambulance menuju rumah sakit. Sementara Miska telah di borgol, dia dipaksa masuk ke dalam mobil polisi. Bisa dipastikan dia juga yang telah menjatuhkan botol minuman dari rooftop sana.
Daniel, bertahanlah. Aku sangat berharap kau baik-baik saja. Aku sangat mengkhawatirkan kamu.
Viona hanya bisa memandangi dengan tatapan sendu melihat ambulan yang kini telah pergi menjauhkan jaraknya dengan Daniel.
Sangat menyakitkan, dia tidak bisa memperlihatkan rasa khawatirnya, bahkan dia harus sekuat tenaga menahan air mata agar tidak menangis. Ingin sekali dia berada disisi Daniel, menemaninya pria yang telah mengorbankan dirinya demi keselamatan orang yang dicintai.
Alexa datang menghampiri Viona, dia kelihatan marah sekali. "Ini semua gara-gara kamu. Dasar wanita tidak tau diri. Aku tidak akan memaafkan kamu jika terjadi sesuatu pada Daniel."
Sandra tidak terima sahabatnya di marahi seperti itu. "Alexa...." Dia tidak melanjutkan bicaranya begitu melihat Alexa ingin menampar Viona.
Alexa melayangkan tangannya untuk menampar Viona.
Viona segera menahan tangan itu, dia mencengkram tangan Alexa, sudah cukup dulu dia penakut sampai di bully oleh Alexa. Dia tidak boleh menjadi Viona yang penakut seperti dulu lagi. "Bukannya kamu juga tidak tau diri, aku tau Daniel tidak pernah mencintai kamu. Tapi kamu terus saja memaksanya."
Alexa menganga, rupanya Viona sudah tau Daniel tidak pernah mencintainya, antara amarah dan rasa malu kini berubah menjadi satu.
"Awas ya kamu..." Alexa memilih pergi dari pada harus menahan malu karena ketahuan selama ini dia hanya mengarang saja soal kedekatannya bersama Daniel di Grup Wa, dan dia juga harus menyusul Daniel ke rumah sakit.
"Ya ampun, Vi kamu gak apa-apa kan?" Sandra sangat mengkhawatirkan Viona.
Perkataan Viona yang sangat tahu Daniel tidak mencintai Alexa membuat Satria semakin jelas kecurigaannya bahwa istrinya mungkin ada main hati dengan bosnya sendiri. Bagaimana mungkin Viona bisa tahu sekali tentang isi hati Daniel?Membuat dia sangat marah, dia segera menarik tangan Viona. "Kita harus pulang. Ada banyak hal yang harus kita bicarakan."
Viona melepaskan tangan Satria, "Hari ini aku mau tidur di rumah Sandra."
Tapi Satria tidak mengizinkannya, "Kamu istriku, Viona. Aku tidak mengizinkan kamu tidur di rumah orang lain, walaupun di rumah sahabat kamu."
Sandra menjadi serba salah melihat pertengkaran mereka. Viona meminta Sandra untuk pulang duluan.
"Kamu pulang duluan saja San. Bukannya hari ini ada acara lagi dengan keluarga kamu."
Sandra terpaksa mengiyakan, dia tidak mau ikut campur dalam urusan rumah tangganya Viona Satria. Apalagi dia memiliki acara penting dengan keluarganya.
"Iya, Vi. Aku duluan ya." Sandra terpaksa pergi.
Tiba-tiba Pak Anderson menghampiri Satria dengan penuh amarah, tanpa basa basi dia memukul wajah Satria.
Bughh...
Hampir saja Satria jatuh tersungkur ke lantai, dia hanya bisa meringis menahan rasa sakit di wajahnya.
Sampai Viona sangat terkejut dibuatnya.
Pak Anderson memandangi sepasang suami-istri itu dengan tatapan menajam, suara nafasnya bergemuruh menahan segala amarah. Keluarganya merasa dipermainkan oleh mereka, istrinya yang tidur di kamar hotel dengan Satria, dan anaknya yang terlihat peduli sekali pada Viona sampai harus terluka demi wanita ini.
Viona sedikit menundukkan kepalanya, dia tau ayahnya Daniel pasti sangat membenci dirinya,karena gara-gara dia Daniel terluka.
"Satria Mahendra, mulai sekarang kamu dipecat. Jangan pernah menginjakan kaki lagi di DG Grup." Pak Anderson memecat Satria dengan cara tidak terhormat, bahkan dia mengepalkan tangannya menatap tajam pada Satria.
Satria tercekat, tapi tidak bisa membela dirinya, Pak Anderson bukanlah tandingannya. Hanya saja dia ingin mentertawakan dirinya sendiri, semua yang dia lakukan selama dua tahun ini sia-sia.
Pandangan Pak Anderson kini beralih pada Viona, "Dan kamu, aku memperingatkan kamu untuk menjauhi anak saya. Aku tidak akan membiarkan wanita seperti kamu mendekati anak saya. Jika kamu berani bermain hati dengan anak saya, aku akan pastikan hidup kamu hancur bersama keluarga dan orang terdekat kamu."
Sudah terbayangkan, kisah cinta Viona bersama Daniel akan seperti ini. Karena itu Viona meminta Daniel untuk menjauhinya. Viona hanya tertunduk menahan diri agar tidak menangis, bahkan Satria pun tidak bisa membela dirinya, dia lebih sibuk mengurusi luka diwajahnya.
Setelah mengatakan itu, Pak Anderson pun pergi meninggalkan mereka, dia harus menyusul Daniel ke rumah sakit. Namun tiba-tiba dia merasakan sesak didadanya. Mungkin pengaruh makanan yang diberikan oleh Miska.
"Tuan..." Para Bodyguard begitu sigap membantu Pak Anderson, mereka segera melarikan Pak Anderson ke rumah sakit.