Semalam Dengan Istrimu

Semalam Dengan Istrimu
89


Wajah Sandra memerah, dia segera merebut lingerie dari tangan Asisten Zi. Dia pikir Viona hanya bercanda waktu itu, rupanya benar, disalah satu kado yang Viona berikan ada lingerie ternyata.


Astaga, iseng banget kamu Vi. Gak tau aku deg-degan apa.


"Pakaian apa itu?" Asisten Zi jadi penasaran dengan lingerie tadi, dia sama sekali tidak membayangkan bagaimana bisa wanita memakai pakaian begitu.


"Itu namanya lingerie, Viona memang iseng sekali." Sandra pura-pura tertawa kecil.


Pikiran Asisten Zi jadi travelling, membayangkan Sandra memakai lingerie itu jakunnya naik turun membayangkannya. Dia segera menggelengkan kepala, dia tidak boleh berpikiran m3sum pada Sandra.


"Boleh aku tau kenapa kamu memutuskan untuk datang ke acara pernikahan kita?" Sandra sangat penasaran sekali mengapa Asisten Zi malah datang.


"Apa juga tidak tau. Mungkin karena aku takut orng tua kamu malu gara-gara aku."


"Bukan karena mencintaiku?"


"Bahkan kamu bukan tipeku."


Bukan tipe? Sandra merasa tertantang mendengarnya, bahkan dia merasa dirinya cantik, makanya bisa membuat si playboy Andrian jatuh cinta padanya. Dan Asisten Zi bilang dia bukan tipenya?


"Baiklah bagus kalau aku bukan tipe kamu, itu artinya kamu gak akan macam-macam padaku kan?"


"Tentu saja, aku bukan pria m3sum."


"Wah, aman dong aku. Bakal mendapatkan rekor MURI, seorang istri yang bisa menjaga kesuciannya seumur hidup." Sandra terkekeh.


Apa mungkin dia bukan pria normal? Makanya malam itu aku aman-aman aja padahal dia mengganti baju aku.


"Hmm... kalau begitu, kita tidak perlu pisah kamar. Sebagai sepasang suami-istri kita diwajibkan tidur bersama. Betul kan?" Sandra jadi merasa tertantang. Apa dia bisa membuat pria kaku itu luluh.


Asisten Zi terkejut mendengarnya, itu artinya mulai malam ini dia akan tidur bersama Sandra.


"Kenapa? Kamu gugup akan tidur bersama wanita yang bukan tipe kamu ini?"


"Oh emm...ten-tentu saja tidak, suami-istri memang harus tidur bersama."


****************


Lagian Asisten Zi bilang dia bukan pria m3sum dan Sandra bukan tipenya Asisten Zi, pastinya dia akan aman-aman saja.


Malah mungkin pria itu bisa saja bukan pria normal. Sandra bergidik ngeri jika seadainya ternyata dia menikah dengan pria tidak normal.


Asisten Zi yang sedang sibuk dengan laptopnya, perhatiannya jadi teralihkan pada penampilan Sandra, dia membulatkan mata begitu melihat Sandra memakai lingerie, begitu jelas lekuk tubuhnya. Membuat tubuhnya terasa panas.


"Kenapa memakai pakaian begitu?"


Sandra naik ke atas ranjang, dia duduk disebelah Asisten Zi "Kado dari teman, tentu saja harus dipakai. Kenapa memangnya?"


"Emm... tidak kenapa-kenapa, hanya saja membuat mata aku sakit." Badan Asisten Zi mendadak berkeringat. Dia segera menyimpan laptopnya di atas nakas, dia jadi tidak bisa konsentrasi menyelesaikan pekerjaanya gara-gara penampilan Sandra.


Sandra memang tahu betul dari awal pertemuan mereka, pria itu memang menyebalkan.


Sandra membaringkan badannya, mereka hanya terhalangi sebuah guling saja. Begitu juga Asisten Zi, dia memilih lebih baik dia segera tidur karena pikirannya yang terkontaminasi dengan penampilan Sandra.


Sampai akhirnya malam itu mereka sama-sama terbaring di atas kasur, dengan pikirannya masing-masing, keduanya nampak tegang. Entah mengapa Asisten Zi merasa menyesal, seharusnya dia tidak bilang bahwa dia bukan pria m3sum, karena sekarang ini malah pikirannya jadi travelling. Apalagi parfum yang Sandra pakai begitu wangi, membuat ada sesuatu yang bergejolak di dalam dirinya.


Bukannya Sandra istrinya? Berhak lah dia memintanya?


"Sandra..."


Asisten Zi menghadap ke arah Sandra, rupanya Sandra baru saja tertidur. Entah mengapa dia merasa kecewa.


Asisten Zi memperhatikan Sandra yang tertidur menghadap dirinya, dia teringat dengan ucapan Daniel yang bilang bahwa dirinya telah jatuh cinta pada wanita ini? Benar kah itu? Sementara Sandra sangat jauh sekali dari tipe wanita yang dia idamkan. Apa mungkin cinta itu buta? Tidak memandang siapa yang akan dia cinta?


Matanya mendadak nakal memperhatikan penampilan Sandra yang sangat seksi dari ujung kaki ke ujung kepala, membuat rahangnya mengeras. Dia segera menyelimuti tubuh Sandra agar dia tidak semakin tersiksa.


Asisten Zi terpaksa pergi ke kamar mandi. Sepertinya dia harus menuntaskan hasratnya malam ini dengan senam lima jari. Coba kalau dia tidak berbicara seenaknya pada Sandra, mungkin ceritanya akan berbeda.


Drrtt...Drrtt...


Ponsel Asisten Zi bergetar, ada pesan dari seseorang.


[Ziano, sebentar lagi aku pulang ke Indonesia. Apa kamu merindukan aku?]