Semalam Dengan Istrimu

Semalam Dengan Istrimu
92


Om Ari hari ini dikejutkan dengan kedatangan beberapa bodyguard ke bengkel. Para bodyguard disana bilang mereka akan menjaga bengkel sampai masalah Daniel dan Pak Anderson aman.


Malah dia dikejutkan lagi saat pulang ke rumah, semua perabotan rumah telah diganti semua, semuanya serba baru, bahkan dia melihat istrinya memakai perhiasan mewah di leher dan gelangnya.


"Apa ini dari Daniel juga?" tanya Om Ari kepada istrinya.


"Iya, katanya mereka sudah nikah siri Pah, beruntungnya Viona mendapatkan suami seperti dia." seru tante Sinta.


Begitu juga Tika dan Lea, mereka sangat antusias dengan pakaian baru mereka yang bermerk itu, malah mereka betah mengurung diri di kamar yang kasurnya sudah diganti dengan yang baru.


"Apa ini tidak terlalu berlebihan?" Om Ari merasa tidak enak hati mendengarnya.


"Ya anggap saja ini tuh hasil ganti rugi aku sudah mengasuh Viona dari kecil." Tante Sinta mengatakannya dengan seenaknya.


Tentu saja Om Ari tersinggung mendengarnya, "Jadi selama ini gak ikhlas ya ngurus keponakan aku?"


"Bukannya gak ikhlas, tapi kamu tau kalau kehidupan kita itu dari dulu susah sekali."


"Bagaimana bisa mereka menikah siri tanpa izin dariku? Padahal aku sudah berjanji pada Satria akan membantunya rujuk sama Viona?"


"Ya sudah lah Pah, mau bagaimana lagi mereka sudah menikah, masa mereka harus..."


Perkataan mereka berhenti begitu menyadari ada Satria di depan rumah, saat itu Satria tidak sengaja mendengarkan pembicaraan mereka.


"Satria..." Om Ari merasa tidak enak hati pada Satria.


Satria hanya terdiam, rupanya dugaan dia benar, Daniel lah suaminya Viona, saat bertemu Viona di mini market itu dia bisa melihat mata Viona yang berbinar-binar, dia kelihatan sekali sangat bahagia dengan kehidupannya yang sekarang.


"Saya sengaja datang kesini karena ingin mengatakan sesuatu pada om." Satria mengatakannya dengan ragu-ragu.


"Tentang apa, Satria?"


...****************...


"Bangsattt!"


Bugh...


Bugh...


Beberapa pukulan telah banyak Om Ari layangkan ke wajah Satria, namun dia masih belum puas, dia masih ingin memberi pelajaran pada Satria, pria itu tega sekali menyelingkuhi Viona selama dua tahun bahkan mengabaikannya.


"Papa!"


"Berhenti, Pah!"


Tante Sinta terus memeluk punggung suaminya, agar suaminya berhenti memukuli Satria yang kini telah terjengkang ke lantai.


Om Ari masih terlihat marah, bahkan terdengar suara nafas yang begitu berat di dadanya. Walaupun mungkin dia bukan om yang baik buat Viona tapi dia menyayangi keponakannya itu, dia pasti marah jika ada yang berani menyakiti Viona.


Satria segera bangkit sambil merintih, dia rasa dia memang pantas mendapatkan semua pukulan ini, bahkan lebih dari sekedar pukulan pun akan dia terima.


"Tega sekali kamu Sat, menyakiti keponakan aku. Dari kecil dia sudah cukup menderita, tapi kenapa kamu tega menambah penderitaan Viona hah?"


"Maafkan saya Om, saya memang salah. Saya pantas mendapatkan semua ini."


Om Ari ingin memukul Satria lagi tapi ditahan oleh istrinya, dia terpaksa harus menahan emosinya itu, "Om tau diri Om gak bisa membahagiakan Viona, om percayakan kamu untuk menjaganya, om sangat percaya sama kamu, Sat. Tapi kenapa kamu tega melakukan semua ini. Kamu tega membuat Viona menderita."


Tanpa terasa Om Ari menitikan air matanya. Dia tahu betul selama Viona tinggal dirumahnya selalu diperlakukan tidak baik oleh istrinya, sampai dia sering bertengkar dengan tante Sinta, makanya Om Ari buru-buru menjodohkan Viona dengan Satria begitu ayahnya Satria bilang dia ingin mencari jodoh Satria yang lagi patah hati oleh mantannya. Dia pikir Viona akan hidup bahagia bersama Satria, ternyata tidak.


Tak ada bosannya Satria meminta maaf, dia sudah bicara jujur pada keluarganya sampai dimarahi oleh orang tuanya, dia tidak rela jika mereka terus membenci Viona gara-gara ulahnya sendiri, karena itu Satria disuruh minta maaf pada Om Ari. Hanya ini yang bisa Satria lakukan pada Viona untuk terakhir kalinya, karena dia tidak akan bisa memilki Viona lagi, meskipun hatinya sangat sakit karena dia masih mencintai wanita itu.