
"Viona mau dibawa kemana dia?" tanya Sandra pada Asisten Zi.
Sudah beberapa kali Sandra bertanya seperti itu tapi Asisten Zi tidak ingin menjawabnya, dia memilih diam dan fokus menyetir mobil.
Saking gemasnya Sandra mencubit lengan Asisten Zi, dia merasa dari tadi dia seperti sedang bersama seorang robot.
"Argghhh... kamu apa-apaan sih?" Asisten Zi sedikit meringis, beruntung dia masih bisa fokus menyetir mobilnya
"Dari tadi aku nanya sama kamu, Viona mau dibawa kemana?"
Asisten Zi menghela nafas sebentar, dia memang malas untuk mengobrol dengan orang asing, "Yang pasti dia akan aman dengan Tuan Daniel."
Sandra malah terkekeh, "Aman kamu bilang? Yang ada Viona akan menderita kalau papanya Daniel tau itu semua."
Asisten Zi mengerutkan keningnya, dia jadi teringat tiga bulan yang lalu saat Pak Anderson pernah memintanya untuk menyelidiki segala hal tentang Viona, Pak Anderson bilang dia ingin memberi peringatan kepada keluarga Viona. Karena itu Asisten Zi pura-pura mendapatkan kesulitan mencari identitas Viona. Mungkin rupanya Pak Anderson sendiri yang turun tangan untuk menyewa detektif.
"Tolong jelaskan lebih rinci dengan ucapan kamu itu?"
"Apa Tuan Anderson telah melakukan sesuatu kepada Viona?"
"Apa Tuan Anderson yang telah membuat Viona pergi?"
Asisten Zi mendadak jadi cerewet, berbagai pertanyaan dia lontarkan kepada Sandra yang keceplosan bilang tentang Pak Anderson kepada Asisten Zi. Asisten Zi tidak mengetahui itu semua, mungkin karena Pak Anderson tau Asisten Zi sangat dekat dengan Daniel.
"Emm..." Sandra nampak kebingungan untuk mengatakannya, karena Viona tidak ingin Daniel tau itu, dia takut gara-gara dia Daniel jadi bermusuhan dengan ayahnya sendiri.
"Ayo jawab!"
Sandra mencibir, "Astaga, kalau masalah pekerjaan kamu mendadak cerewet ya. Dari tadi aku nanya kemana Viona dibawa pergi kamu malah diam kayak robot lagi nyetir. Apa kamu tau sekarang ini tenggorokan aku kering banget gara-gara dari tadi berlarian di Mall bersama Viona."
Akhirnya Asisten Zi terpaksa menteraktir Sandra minum disalah satu cafe, karena dia harus tau informasi mengenai Pak Anderson dan Viona.
Benar saja, saat ini Sandra seperti satu minggu tidak mendapatkan air minum sampai dia menyeruput minuman itu sampai habis, "Astaga akhirnya aku bisa minum juga."
Asisten Zi hanya diam menatap Sandra. Dari tadi dia memperhatikan Sandra yang tengah minum.
"Kenapa menatap aku seperti itu? Apa kamu baru sadar aku ini cantik?"
"Memang begitu makanya aku bisa menaklukkan pacar aku yang dulunya playboy, dia sekarang jadi lelaki yang sangat setia sama aku."
Asisten Zi berdehem. "Ehm... tapi bukan ini yang ingin aku bahas, kita kembali ke obrolan kita yang tadi, Apa Tuan Anderson melakukan sesuatu kepada Viona?"
Sandra terdiam sejenak, dia bukan tipe orang yang suka membocorkan rahasia temannya, makanya Viona nyaman sekali curhat apapun kepada Sandra. Bahkan dia kuat tidak membicarakan keberadaan Viona kepada Andrian, padahal Andrian adalah sahabatnya Daniel.
"Emm... iya." Akhirnya Sandra lebih baik jujur saja demi kebaikan Viona, "Tiga bulan yang lalu Pak Anderson mengancam Viona akan menyakiti siapa saja orang yang dekat dengan Viona termasuk keluarganya jika Viona tidak menjauhi Daniel. Dan ucapannya itu terbukti, Pak Anderson telah menghancurkan usaha omnya Viona, dan itu adalah bentuk permulaan ancaman Pak Anderson, Pak Anderson bisa melakukan lebih sadis dari itu."
Asisten Zi nampak kaget mendengarnya, mungkin karena dia lebih fokus bekerja pada Daniel, dia tidak tau tentang itu malah Pak Anderson sikapnya tidak mencurigakan sama sekali. Akhirnya Asisten Zi mengerti Pak Anderson tidak mempercayai dia sepenuhnya.
"Viona takut Pak Anderson akan berbuat lebih dari itu, dia hanya ingin melindungi orang-orang disekitarnya." Mungkin Viona takut Pak Anderson mengusik Sandra juga karena Sandra juga orang yang terdekat dengan Viona.
Asisten Zi menganggukkan kepala, dia sekarang mengerti mengapa Viona pergi dari hidup Daniel, demi melindungi keluarganya dan orang terdekat dengan Viona.
Setelah mendapatkan informasi yang cukup, Asisten Zi pun mengantar Sandra pulang. Mata Sandra membulat begitu melihat ada Andrian yang sedang berdiri di depan rumahnya, sudah satu bulan mereka tidak bertemu dengan alasan sibuk pekerjaan.
"Bang Zi?" Andrian kaget saat melihat Asisten Zi turun dari mobilnya bersama Sandra. "Kenapa bang Zi bisa mengantar Sandra pulang?" Andrian kelihatan tidak suka melihat Asisten Zi mengantar Sandra pulang. Ya pria mana yang tidak cemburu melihat kekasihnya diantar pulang oleh pria lain, apalagi ternyata pria itu orang yang Andrian kenal.
Sandra hanya diam menatap dingin pada Andrian, dia memang merindukannya tapi dia juga kesal karena Andrian berubah padanya.
"Hanya melaksanakan tugas, saya harus tau segala hal tentang Viona dari sahabatnya." jawab Asisten Zi.
Andrian terkekeh, "Astaga. Hampir saja membuat aku salah paham. Sandra ini calon istri aku bang."
Asisten Zi melirik ke arah Sandra yang diam dari tadi, "Oh iya. Kalau begitu saya pulang dulu."
"Baiklah. Hati-hati dijalan bang Zi."
Asisten Zi menganggukan kepala, dia segera masuk ke dalam mobil, lalu mengendarai mobilnya. Dia melirik ke arah kaca spion memperhatikan Andrian dan Sandra. Dia sangat tau karakter Andrian karena dia adalah sahabatnya Daniel, apalagi dia bekerja di DG Grup. Dia tau dulu Andrian sering bermain dengan banyak wanita, ternyata Sandra lah yang telah merubah Andrian menjadi lelaki yang setia.
Asisten berusia 30 tahun itu menggelengkan kepada, tumben sekali dia ingin memikirkan urusan orang lain, dia harus segera memberitahukan informasi penting yang sudah dia dengar dari Sandra mengenai Pak Anderson, kepada Daniel. Daniel harus tau itu semua.
...****************...
...Ada yang tau siapa nama asli Asisten Zi?...