Semalam Dengan Istrimu

Semalam Dengan Istrimu
57


Viona dan Sandra menikmati udara paginya di sebuah taman tak jauh dari rumah Sandra, saat ini kedua orang tua Sandra sedang berada di Thailand, karena Sandra memang keturunan Indo-Thailand.


"Kamu yakin gak mau menemui mantan suami kamu Vi?" tanya Sandra.


"Gak, aku sudah tidak ingin berurusan dengan Mas Satria lagi."


Drrrttt... Drrttt...


Ponsel Sandra bergetar, dia melihat ada panggilan telepon dari saudara sepupunya, Alvin. "Tumben pagi-pagi sekali telepon aku."


"Siapa?" tanya Viona.


"Kak Alvin."


Sandra segera mengangkat telepon dari saudara sepupunya itu, "Ada apa kak?"


"Viona lagi ada sama kamu gak? Aku mau telepon dia tapi ponselnya gak aktif."


"Oh hape Viona lagi cas. Ini dia lagi sama aku, emang mau apa?"


"Mau ngobrol lah, cepat kasih hape kamu ke dia."


"Ngobrol apa dulu nih?"


"Urusan orang dewasa."


"Ya kali aku juga udah dewasa, satu tahun lagi aku mau nikah lho."


Alvin kadang menjadi saudara sepupu yang baik buat Sandra, tapi kadang menyebalkan juga. Sandra segera memberikan ponselnya pada Viona.


"Kak Alvin mau bicara."


Viona mengerutkan keningnya, untuk apa Alvin meneleponnya, padahal sebelum pulang ke Indonesia, semua pekerjaannya sudah selesai. Dia pun membawa ponsel Sandra.


"Vi, aku ke kamar mandi dulu ya." Sandra langsung ngacir begitu saja karena kebelet.


"Ya." Viona mengangguk.


"Hallo, ada apa kak?" tanya Viona pada Alvin disebrang sana.


"Emm.... kamu sudah sampai ke Indonesia?"


Viona malah tertawa kecil begitu mendengar pertanyaan dari Alvin, "Ya udah dari kemarin juga, makanya aku sekarang lagi sama Sandra."


"Oh iya, berarti aku salah nanya ya." Alvin jadi merasa malu sendiri, dia bingung mau bertanya apa lagi pada wanita yang dulu pernah dia taksir itu, dulu Alvin paling senang kalau ada Viona berkunjung ke rumah Sandra.


"Aku minta maaf belum bisa membayar hutang aku sama kak Alvin."


"Oh iya gak apa-apa kok. kamu santai aja, gak usah terlalu dipikirin. Em... Bagaimana kabar kamu sekarang Viona?"


"Aku baik kak, kak Alvin bagaimana?"


"Aku juga baik, tapi em...ya udah, aku senang kalau kamu baik-baik saja. Kalau gitu aku harus kerja dulu ya Viona."


"Iya kak."


Klik!


Viona tak sengaja melihat ada beberapa percakapan di Grup WA di hape Sandra, Viona memang sudah tidak masuk grup lagi karena dulu ponselnya tertinggal di rumah.


Alexa: Pagi-pagi begini membangunkan calon suami, sangat menyenangkan.


A: Aku iri banget, tapi kamu memang cocok sama Daniel Xa.🤧


B: Jangan pernah kecewain Daniel ya Xa.


C: Ada apa nih pagi-pagi disana? Apa mungkin dari semalam kamu bersama Daniel, Axela?


Alexa: 🙈🙈🙈


C: Wah cie...cie... ngapain aja semalaman sama Daniel? Pura-pura gak tau ah!


D: Halalin dulu lah!


A: Tak mau membayangkannya 😒


B: Cie... ada yang cemburu?


A: Kamu juga pasti cemburu!


B: Memang 😭


Padahal Viona sudah mencoba mengikhlaskan Daniel, tapi ketika membaca percakapan mereka rasanya sangat menyesakkan di dada, apakah iya Daniel menghabiskan waktunya semalaman dengan Alexa? Dia berpikir lagi tapi wajar saja karena memang mereka sebentar lagi mau menikah.


Seharusnya dia tidak perlu mengklik pesan di layar itu, seharusnya dia tidak perlu membacanya. Tapi tetap saja dia sangat sakit membayangkan itu semua, dia merasa jadi wanita bodoh yang pura-pura tegar padahal hatinya rapuh, apalagi selama di Thailand, dia berusaha untuk selalu ceria dan semangat bekerja, tapi disetiap malamnya dia hampir selalu menangis jika mengingat Daniel.


Viona segera menghapus air matanya yang tiba-tiba mengalir.


"Kamu kenapa Viona?" tanya Sandra, dia kaget melihat Viona yang kelihatan habis menangis.


"Oh tidak kok. Aku gak apa-apa."


"Apa kak Alvin marahin kamu?"


"Oh bukan San, hanya kelilipan aja kok." Viona mengembalikan ponsel ke Sandra.


Hape Sandra terus bergetar, rupanya Grup WA sangat ramai sekali, dia membaca satu persatu pesan itu, dia menatap Viona, sekarang dia tau apa yang membuat Viona sedih.


"Bagaimana kalau kita shoping? Kebetulan aku ingin membeli kalung buat mama aku, sebentar lagi dia ulang tahun." Sandra ingin menghibur Viona, dia tau Viona lagi sedih.


Hasil survei mengatakan hiburan wanita memang salah satunya shopping. Betul tidak? 😁


Viona mengiyakan saja, dia juga harus menghibur Sandra yang sebenarnya lagi sedih juga karena sudah hampir satu bulan Andrian tidak pernah menghubunginya, padahal mereka berpacaran cukup lama, walaupun dulu Andrian seorang playboy, tapi Sandra rasa selama mereka pacaran Andrian sudah berubah, menjadi kekasih yang sangat setia dan mencintainya.


...****************...


Alexa sangat kecewa sekali karena begitu mereka turun di basement, sudah ada Asisten Zi stand by disana.


"Bukan kah kita mau berduaan saja?" tanya Alexa pada Daniel.


"Bertiga." jawab Daniel sambil masuk ke dalam mobil, dia duduk di bagian depan bersama Asisten Zi.


"Ya masa aku dibelakang sendirian." Alexa merasa keberatan dengan Daniel yang duduk bagian depan mobil.


"Terserah kamu mau ikut apa nggak?" Daniel mengatakannya dengan nada malas.


Alexa terpaksa masuk ke dalam mobil, dia menatap Asisten Zi dengan tatapan sebal karena baginya dia adalah pengganggu, membuat Alexa susah untuk bermesraan dengan Daniel.


"Kita mau kemana Tuan?" Tanya Asisten Zi.


"Ke toko perhiasan," jawab Daniel dengan nada datar, dia menghela nafas berat, padahal dia malas sekali untuk melakukan semua ini. Setelah kehilangan Viona, dia merasa telah kehilangan gairah hidupnya, dia merasa separuh jiwanya telah ikut pergi, begitu sangat merindukannya. Sungguh sangat merindukannya.


Viona kamu dimana? Jika kita bertemu lagi, aku tidak akan pernah membiarkan kamu pergi lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Promo Novel...


Harus siapkan es batu yang banyak kalau mau baca novel ini 😁


...**Ranjang Balas Dendam Sang Mafia...


...(78 bab -Tamat**)...


Bagaimana rasanya jika mengetahui pasanganmu menikahimu karena untuk membunuhmu dan membalas dendam atas apa yang sudah ayahmu perbuat? Sakit iya? Nyesek pasti iya? Apalagi kalau kamu terlanjur mencintainya.


Tiba-tiba diajak menikah secara paksa oleh seorang pria yang baru dikenalinya dalam hitungan jam hanya karena sebuah hutang. Padahal pria itu adalah seorang mafia yang begitu sangat membenci ayahnya. Membuat dia menjadi pemuas ranjang pria itu.


Reyhan Giovano, seorang Mafia tampan, pria yang berusia 29 tahun itu memiliki dendam yang sangat mendalam kepada seseorang yang sudah memfitnahnya menjadi tersangka pembunuhan , di hari yang bahagia untuknya saat dia akan melamar kekasihnya dia malah mendapati calon mertuanya mati mengenaskan, membuat hidupnya malah berakhir tragis, dia harus mendekam di balik jeruji besi selama 7 tahun, sehingga kekasihnya begitu sangat membenci Reyhan dan harus kehilangan adik yang sangat dia sayangi untuk selamanya.


Karena itu Reyhan tidak tinggal diam, setelah dia keluar dari penjara dia bergabung dengan sekelompok mafia agar memiliki kekuatan, untuk membuat perhitungan kepada orang yang telah menjebaknya dan akan menghancurkan hidupnya.


Sampai dia sengaja terlibat pernikahan kontrak dengan seorang wanita cantik bernama Jennifer Clarissa Alvaro, atau biasa dipanggil Jenny, 24 tahun. Jenny adalah puteri dari Andreas Alvaro, seorang penjahat yang telah membuat Reyhan mendekam dipenjara.