Semalam Dengan Istrimu

Semalam Dengan Istrimu
Kembali Sementara #2


"Akhirnya setelah beradu mulut dengan laki-laki nyebelin itu aku bisa mendapatkan nasi goreng ini." Sandra memberikan nasi goreng Mbok Sum kepada Viona.


Viona nampak bahagia karena akhirnya dia bisa memakan nasi goreng yang terkenal dengan cita rasa nya itu.


Sandra berpikir sejenak, "Wajah cowok itu gak asing banget. Tapi aku lupa lagi pernah melihat dia dimana."


Kebetulan hari ini Viona baru sampai di Indonesia, selama tiga bulan dia bekerja di perusahaan milik sepupunya Sandra, dia bernama Alvin, karena bantuan Alvin juga Sandra bisa menebus laundrynya ke Daniel.


Viona dan Alvin tentu saja saling mengenal sudah lama karena saat Viona masih SMA Viona sering berkunjung ke rumah Sandra, dulu hanya Sandra tempat yang bisa dia tuju. Dan Alvin dulu masih kuliah, dia numpang di rumah Sandra, karena kedua orang tuanya memutuskan untuk membuka bisnis di Thailand.


Viona meminjam uang pada Alvin untuk membayar pengacara, dia ingin segera melepaskan diri dari Satria, dan dia akan membayarnya dengan gaji yang didapatkan nanti setelah dia bekerja.


"Apa kak Alvin memperlakukan kamu dengan baik?"


"Tentu saja, Tante Selvi menyuruh aku tinggal di rumahnya, tapi aku gak mau, aku lebih nyaman tinggal di mes perusahaan."


Sandra terkekeh "Tante Selvi salah paham, tante Selvi pikir kamu pacarnya kak Alvin."


Viona malah tertawa kecil, dia sama sekali tidak berpikir untuk berkencan dengan siapapun, dia hanya ingin fokus menjadi seorang ibu, menantikan buah hatinya, hanya dialah satu-satunya penyemangat Viona setiap kali Viona bersedih merindukan Daniel.


"Kapan kamu balik ke Thailand?"


"Mungkin minggu depan, aku meminta cuti selama satu minggu kepada Kak Alvin."


"Hmm... sayang sekali, padahal aku harap kamu tetap disini, aku kesepian gak ada kamu Vi."


"Kan ada Andrian,"


Viona tak langsung menanggapi, dia begitu lahap memakan nasi goreng Mbok Sum itu. "Apa kalian punya masalah?"


"Gak juga. Ya udah kita gak usah bahas itu. Aku ingin bahas masalah Daniel, aku sampai pusing karena dia terus mendesak aku untuk mengatakan keberadaan kamu. Kamu gak kasihan sama dia apa?"


Viona terdiam sejenak, dia menghela nafas berat, "Gara-gara aku Om Ari kena imbasnya sampai Om Ari marah sama aku, sebelum aku pergi ke Thailand, Pak Anderson menghancurkan bisnis Om ku, seolah dia memberikan peringatan sama aku untuk menjauhi Daniel."


"Ya ayahnya Daniel memang terkenal kejam."


"Karena itu hutang aku banyak sekali sama Kak Alvin, aku harus mengganti langsung modal bisnis Om Ari hari itu juga, belum lagi biaya pengacara. Aku takut jika Pak Anderson tau aku hamil anak Daniel, dia akan menyuruh aku untuk menggugurkannya. Aku gak mau, karena dia satu-satunya yang aku miliki saat ini."


Viona tidak peduli ke depannya bagaimana, walaupun mungkin akan banyak cacian yang dia dapatkan karena hamil tanpa memiliki seorang suami.


Mungkin saat ini banyak yang tidak tahu karena perutnya masih terlihat ramping.


Apakah selama ini Viona merindukan Daniel? Tentu saja, dia sangat merindukannya. Bahkan perasaan itu tak ada sedikit pun yang hilang dari lubuk hatinya. Dia masih sangat mencintai laki-laki itu. Bahkan hatinya masih selalu bergetar setiap kali mendengar nama itu.


"Aku rasa lebih baik kita tidak usah bahas Daniel lagi, bukannya dia dan Alexa sudah bertunangan?"


"Memang iya tapi aku tidak mengerti mengapa Daniel bisa menerima tunangan itu. Sampai satu grup WA sangat heboh gara-gara pertunangan mereka. Apalagi Alexa bilang dia dan Daniel akan segera menikah."


"Hmm... bagus lah, mereka memang sangat cocok." Ada rasa ngilu di hati Viona ketika mendengar perkataan Sandra, tapi sebelum dia meninggalkan Daniel, dia sudah mempersiapkan hati untuk ke depannya bagaimana, dia sudah berbesar hati jika Daniel akan menikah dengan wanita manapun, karena memang itu keinginannya, agar Daniel bisa melupakannya.


"Oh iya Mas Satria juga sering menanyakan kamu Vi. Aku dengar dia kesulitan mendapatkan pekerjaan bahkan gak mampu membayar cicilan rumah dan mobil juga. Aku hanya nyampein pesan dari dia katanya jika suatu saat nanti aku ketemu kamu tolong sampaikan bahwa dia ingin sekali bertemu kamu."