Semalam Dengan Istrimu

Semalam Dengan Istrimu
Rasa Rindu


Daniel melepaskan boxernya, sehingga begitu jelas Viona melihat sang jantan yang kokoh dan berurat itu telah berdiri menantang. Viona ingin memberikan kepuasan pada Daniel, dia segera duduk meraih kaki Daniel yang sedang berdiri.


Viona memasukan sang jantan ke dalam mulutnya. Yang tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Daniel.


"Arrghhh Viona!" Daniel mengerang merasakan bagaimana mulut Viona begitu lihai memainkannya, bahkan lidah itu terus berputar menjilatinya seperti ice cream.


Daniel sudah tak tahan ingin bertemu dengan calon bayinya, dia segera merebahkan Viona diatas kasur, dia memposisikan dirinya berada diatas Viona, mencium bibirnya, sementara dibawah sana mulai bergerak.


"Ahhh..." Keduanya mendes@h begitu merasakan kedua milik mereka bersatu dengan sempurna.


"Kamu masih sempit Viona." Daniel merasakan sang jantan diremas begitu kuat oleh dinding kewanit@@nya yang berdenyut damba.


"Ahhh nikmat sekali Viona!"


Daniel menenggelamkan kepalanya ke ceruk leher Viona, dia memompa tubuh Viona, menghujamnya semakin dalam, bergerak keluar masuk menciptakan bunyi khas saat keduanya beradu.


Daniel merubah posisi, membiarkan Viona duduk diatas pangkuannya, Viona bukan lah wanita polos, dia tau apa yang harus dia lakukan. Viona bergerak dengan begitu indah memegang bahu Daniel, disertai beberapa kali mengecup bibir Daniel.


Daniel sangat merasa puas dengan apa yang dilakukan Viona terhadapnya, dia membantu Viona untuk bergerak cepat di pangkuannya dengan memegang pinggang Viona, membantunya bergerak cepat, sesekali dia menyambar dada Viona yang bergelantungan menggoda dirinya.


Daniel merubah posisi lagi, membuat Viona membelakanginya, dia menyatukan kembali kedua miliknya lewat belakang.


"Ahhhh..." Kedua menjerit begitu merasakan milik Viona semakin terasa sempit, bahkan Viona hanya bisa menganga merasakan Daniel semakin ganas mengusainya.


Semakin cepat bergerak, Viona semakin menjerit dengan penuh kenikmatan.


Daniel membalikkan posisi Viona kembali, membuatnya terbaring indah di atas kasur, menyatukan milik mereka kembali.


"Ahh...lebih cepat Daniel!" Viona meminta Daniel untuk menaikan tempo kecepatan Daniel memompa tubuhnya.


Viona memeluk erat tubuh Daniel begitu Daniel menuruti apa yang diperintahkan Viona. Sampai keduanya mengerang panjang merasakan bagian puncaknya, membuat kedua cairan itu menyatu di dalam milik Viona.


Daniel terengah-engah, dengan badannya yang bercucuran keringat, salah satu hasil dari olahraga malamnya bersama Viona. Dia melepaskan miliknya, menarik selimut, membawa Viona ke dalam dekapannya.


Begitu juga Viona, dia memeluk erat tubuh sang suami.


"Apa kita akan tidur disini?"


Daniel malah terkekeh "Tidak lah, nanti kita tidur di kamar. Aku akan melakukannya lagi dan lagi malam ini, jadi beristirahat lah sebentar. Aku tidak ingin kamu kelelahan."


Viona menelan saliva mendengarnya, "Berapa kali?"


"Sepuasnya. Padahal kamu ada disini, tapi rasa rindu ini masih begitu dalam padamu." Daniel meraih tangan Viona untuk memegang dadanya, dia ingin Viona merasakan detak jantungnya yang begitu berdebar-debar tak karuan kerena sangat merindukan Viona.


Setelah beristirahat sebentar, Daniel menyerang Viona kembali.


****************


Malam ini Satria sengaja berkunjung ke rumah om Ari, dia sangat mengkhawatirkan Viona, karena sampai sekarang belum diketahui juga keberadaannya. Walaupun status mereka sudah bercerai tapi Satria masih berharap bisa kembali pada Viona.


"Jadi sampai sekarang sama sekali gak ada kabar dari Viona om?" lirih Satria, dia sangat frustasi sekali, sangat merindukan wanita itu, ingin sekali dia memeluknya jika mereka bertemu. Bahkan ingin melepaskan rasa rindunya yang teramat dalam.


"Iya, terakhir kita bertemu tiga bulan yang lalu. Saat itu ada banyak preman menghancurkan bengkel motor om, om juga tidak tau orangnya, hanya saja mereka menyuruh Viona untuk menjauhi seorang pria bernama Daniel. Om sangat meminta maaf padamu jika seandainya Viona malah selingkuh, om malu sekali sama kamu dan ayahmu." Om Ari benar-benar kecewa pada Viona, walaupun Viona sudah menggantinya, tapi tetap saja tidak bisa mengurangi rasa kecewanya terhadap Viona.


Satria hanya menundukkan kepala, tidak mungkin kan kalau dia bilang ke om Ari tentang kejadian yang sebenarnya, bahwa dia yang memulai perselingkuhan itu, dia yang telah mengabaikan Viona, bukan hanya om Ari yang marah padanya, tapi juga keluarganya.


Tante Sinta sangat gemas mendengar segala hal tentang Viona "Ya udahlah lebih baik kamu lupakan Viona. Kamu pria baik-baik Satria, gak pantas kamu mendapatkan wanita seperti Viona."


"Mama!" Om Ari membentak Tante Sinta, bagaimanapun Viona adalah keponakannya, sesalah apapun Viona, Om Ari tetap menganggapnya keponakan, anak dari kakak kandungnya.


"Tapi faktanya begitukan? Sudah memiliki suami tapi malah berhubungan dengan pria lain." Tante Sinta memang sangat membenci sekali Viona.


"Seburuk apapun Viona dimasa lalu, aku tidak peduli. Karena aku sangat mencintai Viona. Aku ingin kembali padanya, tante, om." Satria ingin om Ari dan tante Sinta tau kesungguhan hatinya bahwa dia masih mencintai Viona dan berharap rujuk kembali dengan mantan istrinya itu. "Aku sangat merindukannya."


Om Ari merasa tersentuh dengan ucapan Satria,dia bisa melihat bagaimana Satria sangat mencintai Viona dengan begitu besar. Dia sangat menyayangkan kenapa Viona tega menyelingkuhi pria sebaik Satria. "Om pasti akan membantu kamu untuk kembali pada Viona. Terimakasih sudah mencintai keponakan om dengan sepenuh hati."


Satria kebetulan sekarang sudah mendapatkan pekerjaan, dia bekerja di Cafe milik sahabatnya, Bayu.