Semalam Dengan Istrimu

Semalam Dengan Istrimu
88


"Sepertinya ada yang harus kita lakukan malam ini."


Sandra menelan saliva nya mendengarnya ucapan Asisten Zi. Ada yang harus kita lakukan malam ini? Di malam pertama mereka? Membuat tenggorokannya kering memikirkannya.


"Me-melakukan apa?" Sandra mendadak jadi sepupunya azis gagap.


Siap tidak siap dia harus siap, karena dia kini sudah menjadi istri Asisten Zi. Bahkan sebelumnya dia dan Andrian susah merencanakan akan menikah, itu artinya dia sudah mempersiapkan diri lahir dah bathinnya untuk menjadi seorang istri.


"Ikut aku!"


Asisten Zi menyuruh Sandra untuk mengikutinya, membuat Sandra makin deg-degan. Apalagi memperhatikan perawakan Asisten Zi dari belakang, pria itu memiliki otot yang kekar, sudah terbayangkan bagaimana permainan ranjangnya.


Oh My God, aku deg-degan banget ini.


Apalagi saat melihat Asisten Zi masuk ke dalam kamarnya, karena mereka memiliki dua kamar disana, mungkin Asisten Zi ingin melakukan malam pertamanya di kamar Asisten Zi.


Sandra gemetaran saat masuk ke dalam kamar Asisten Zi, dia memperhatikan kamarnya yang begitu rapi, Asisten Zi pasti sangat suka kerapihan, berbanding terbalik dengan dirinya yang jarang beres-beres rumah.


"Apa kita akan melakukannya disini?" tanya Sandra, dia harus siap.


"Iya. Harus sampai habis dan bersih."


"Hm?" Sandra tidak mengerti.


Asisten Zi menunjuk kado-kado yang belum sempat mereka buka, sangat banyak sekali. "Aku tidak suka berantakan, jadi kita harus membukanya semua malam ini."


"Oh jadi maksud kamu yang harus kita lakukan malam ini itu kita harus membuka kado bersama-sama?" Sandra sangat malu sekali, mengapa dia malah berpikiran yang lain-lain, tapi mengapa harus malu? Toh hanya dirinya sendiri yang tau tentang pikiran m3sumnya itu.


"Iya kebanyakan tamu yang hadir teman kamu. Memangnya kamu pikir kita akan melakukan apa?"


"Sudah selesai, Indonesia menang, 3-2."


"Wah hebat sekali."


"Memangnya kamu ingin bermain bola?"


"Hm?" Sandra bingung maksud Asisten Zi itu bermain bola asli atau dalam tanda kutip. "Main bola yang mana maksudnya?"


"Yang dilapang itu, memangnya dimana lagi?"


Astaga pria ini benar-benar polos. Sandra malah pusing jadinya, mungkin karena dia sudah berpikir yang tidak-tidak, tapi Asisten Zi malah terlihat tenang begitu saja.


Mereka pun akhirnya membuka satu persatu kado yang banyak sekali berada di lantai kamar Asisten Zi itu. Sementara Daniel, dia bilang kado untuk Asisten Zi adalah sebuah kejutan nanti.


"Wah tas! Aku sangat menyukainya." Seru Sandra, dia memang selalu terlihat ceria. Dia membuka lagi beberapa kado yang masih banyak ternyata, ada yang memberi kado pakaian, aksesoris, sandal, dan banyak lainnya.


Diam-diam Asisten Zi memperhatikan Sandra, dia tersenyum begitu sudah melihatnya. Asisten Zi melihat ada kado yang sengaja ditulis siapa nama orang yang memberikan kado itu, "Ini kado dari nona Viona."


"Oh buka saja!"


Asisten Zi menganggukan kepala, dia segera membukanya. Rupanya banyak sekali yang Viona berikan padanya, dimulai dari tas, perhiasan, jam tangan couple, dan lainnya.


"Astaga, Viona banyak sekali kadonya." Sandra sangat terharu dengan pemberian dari sahabatnya itu.


Namun Sandra terkejut begitu melihat Asisten Zi mengeluarkan sebuah pakain wanita yang sangat tipis, sepertinya itu pakaian yang dinamakan lingerie.


"Apa ini?" Asisten Zi memperhatikan dengan seksama lingerie itu. Bahkan dia melebarkannya memperhatikan baik-baik pakaian yang menurutnya sangat aneh itu.