
Viona terpekik keget saat ada seseorang memeluk dirinya, membawa tubuhnya bersembunyi di dadanya. Hanya ini yang bisa pria lakukan karena tidak ada waktu lagi.
Prang...
Botol minuman jatuh mengenai kepalanya, membuat kepalanya terluka.
Viona langsung menengadah ke atas melihat siapa yang menolongnya, dia terperangah, "Dan-Daniel?"
Bukan hanya Viona, tapi semua yang ada disana di buat terperangah dengan bagaimana cara Daniel menolong Viona, bahkan Satria yang suaminya pun tidak sampai melakukan hal seperti itu untuk mengorbankan dirinya sendiri.
"Siapa wanita itu?"
"Mengapa pewaris DG Grup begitu peduli sekali dengan wanita itu?"
"Perempuan itu pasti sangat penting untuk Daniel, makanya dia sampai rela mengorbankan dirinya untuknya."
"Siapa yang tega melemparkan botol dari atas?"
Desas-desus kini terdengar ramai di pesta itu.
Satria hanya mematung dia tidak menyangka bagaimana bisa Daniel sampai segitunya menolong Viona, bahkan dirinya juga tidak yakin akan berbuat hal seperti itu.
Apalagi Alexa, dia terlihat kesal melihatnya. Walaupun berusaha terus mengelak sampai terus memanasi Viona seolah Daniel mencintai dirinya, tapi hatinya tak bisa berbohong merasa Daniel menyukai Viona.
Tuan Anderson yang masih duduk di kursi roda, dia terlihat murka dengan pemandangan yang tak terduga seperti ini. Bagaimana bisa anaknya berbuat nekad seperti itu demi nolong seseorang, terlebih lagi orang itu adalah seorang wanita. Padahal dia sedang bersama calon besannya, rasanya memalukan sekali.
Tapi Daniel tak peduli hal itu, yang dia pedulikan saat ini adalah kondisi Viona, "Kamu gak apa-apa Viona? Kamu gak terluka kan?"
"Kamu yang terluka Daniel, kepala kamu berdarah!" Viona terkejut saat melihat ada darah yang bercucuran di kepala Daniel melewati pelipisnya.
Daniel sedikit meringis merasakan sakitnya luka di kepalanya, kepalanya terasa pusing, tapi dia tidak boleh ambruk, masih ada yang harus dia selesaikan malam ini. "Ah aku tidak apa-apa, kepalaku hanya terluka sedikit."
Pemandangan seperti apa ini, Satria tidak terima jika ada yang memperhatikan istrinya berlebihan seperti itu. Sekalipun itu adalah bosnya. Dia segera menarik tangan kanan Viona, "Viona lebih baik kita pulang."
Tapi tangan kiri Viona ditahan oleh Daniel. Satria sangat marah sekali saat melihat Daniel memegang tangan Viona.
"Jangan dulu pulang, ada yang harus kamu tonton Pak Satria."
Salah satu bodyguard menghampiri Daniel, "Tuan, anda harus segera ke rumah sakit."
Jreng...
Layar besar diatas panggung tempat para artis bernyanyi itu kini menyala, membuat perhatian semua orang pada Daniel Viona kini teralihkan dengan layar tersebut.
Luka dikepala Daniel sama sekali tidak dirasa, dia harus memperlihatkan dulu bagaimana kejahatan Miska.
Semua yang ada disana tercengang melihat video bagaimana Miska masuk ke kamar hotel, lalu satu jam kemudian disusul oleh Satria. Viona membulatkan mata begitu melihat Satria masuk ke kamar hotel yang ditempati dahulu oleh Miska itu, sudah jelas terpikirkan apa yang terjadi di dalam sana.
Selama ini dia selalu dihantui merasa bersalah dan menjauhi Daniel demi menghargai pernikahannya bersama Satria, tapi orang yang dia hargai malah sama sekali tidak memikirkannya.
Lalu terlihat video bagaimana mereka keluar dari kamar hotel, Satria dulu, kemudian disusul oleh Miska terselang waktu satu jam juga.
"Apa yang mereka lakukan di kamar hotel itu?Apa mereka berselingkuh?"
"Pantas saja Pak Satria cepat sekali naik jabatannya."
"Jadi ini alasan Pak Satria cepat sekali jadi supervisor."
Para tamu undangan di pesta kembali saling berbisik.
Miska yang baru keluar dari lift, dia tercengang melihat ada dirinya di layar tesebut. "Brengsek, ini pasti kelakuan anak tiri kurang ajar itu."
Tuan Anderson sangat murka melihatnya, sampai dia terpaksa harus berdiri dari kursi rodanya karena sudah bisa berjalan walaupun belum lancar, dia menghampiri Miska, "Apa ini Miska? Jelaskan padaku? Mengapa kamu bisa ke hotel dengan karyawan di DG Grup?"
Begitu juga Viona, dia menatap Satria dengan mata berkaca-kaca, "Mas..."
"Ini salah paham Viona, ini gak benar."
"Sudah cukup, jangan berbohong lagi Mas. Terimakasih, karena telah membodohi aku selama ini. Aku semakin yakin ingin berpisah dengan kamu."
" Viona..."
Miska dan Satria sangat kesulitan untuk menjelaskan ini semua. Tidak mungkin menjawab mereka datang kesana karena pekerjaan, tidak akan ada yang mempercayainya.
Mereka yang ada disana semakin dikejutkan dengan video 8 tahun yang lalu, dimana terlihat ada mobil Miska masuk ke Mansion Tuan Anderson 2 jam sebelum terjadi kecelakaan Bu Amanda.