Semalam Dengan Istrimu

Semalam Dengan Istrimu
Kembali Sementara


"Asisten Zi, aku mau rujak."


"Asisten Zi, aku mau buah jeruk yang gak ada bijinya."


"Asisten Zi, aku mau durian yang dibawa dadakan dari pohonnya."


"Asisten Zi, aku mau nasi uduk di kedai dekat taman bunga."


"Asisten Zi, aku mau kelapa muda tapi harus kamu yang manjat."


"Asisten Zi, aku mau ini."


"Asisten Zi, aku mau itu."


Asisten Zi hanya bisa mangut saja, menuruti keinginan sang tuan. Seakan seperti seorang suami yang lagi melakukan apa saja buat istrinya yang ngidam.


Yang membuat Asisten Zi kesal adalah saat malam itu Daniel meminta dibelikan nasi goreng malam-malam tapi harus buatan Mbok Sum, seorang pedagang nasi goreng terkenal sampai harus ngantri tiga jam, pas nyampe apartemen Daniel, sang Tuan Muda malah sudah tidur.


Asisten Zi hanya bisa mengusap dada, mungkin kalau bukan tuannya, sudah dia pites.


"Tuan, nasi gorengnya sudah saya belikan." Asisten Zi berusaha membangunkan Daniel dengan begitu lemah lembut, saat itu Daniel sudah tertidur di sofa.


Asisten Zi memang tau pasword pintu apartemen Daniel.


Namun Daniel enggan bangun, seperti biasa dia memeluk kemeja yang dulu dipakai Viona.


"Tuan."


"Hhh... buat kamu saja." Daniel mengatakannya dengan nada kesal dan mata terpenjam.


Daniel tidak tau perjuangan Asisten Zi untuk mendapatkan nasi goreng itu, apalagi dia kebagian porsi terakhir. Dan harus beradu mulut dulu dengan seorang wanita yang tak kebagian porsi nasi goreng itu, padahal wanita itu membeli nasi goreng buat temannya yang lagi hamil.


Mereka sama-sama tidak mau mengalah, karena Asisten Zi harus selalu melaksanakan tugas dari tuannya dan wanita itu harus sangat setia pada sahabatnya.


Akhirnya si pedagang nasi goreng membagi satu porsi nasi goreng itu menjadi dua bagian, agar keduanya kebagian dan tidak bertengkar lagi.


Asisten Zi melihat ada cincin yang tergeletak diatas meja, sepertinya Daniel habis mecopot cincin pertunangannya bersama Alexa yang sudah diselenggarakan seminggu yang lalu.


"Kenapa cincinnya tidak di pakai tuan?"


Daniel terpaksa bangun, dia kelihatan malas sekali untuk menjawab pertanyaan dari Asisten Zi, dia memakai kembali cincin itu. Sebuah pertunangan yang sama sekali bukan keinginannya.


"Bagaimana kondisi papa sekarang? Hari ini aku belum sempat ke rumah sakit," Daniel baru pulang dari perjalanan bisnisnya, karena itu dia pasti kelelahan.


"Besok Tuan Anderson sudah bisa pulang ke rumah."


"Syukurlah." Daniel lega mendengarnya.


Awalnya Pak Anderson kelihatan baik-baik saja, namun makin kesini racun yang ditaburi ke makanan oleh Miska itu semakin menggerogoti tubuhnya, padahal Pak Anderson sudah melakukan berbagai pengobatan bahkan sudah ke luar negeri.


Dokter bilang usia Pak Anderson tidak akan lama lagi, karena itu Daniel terpaksa menyetujui pertunangan itu karena Pak Anderson memohon padanya dengan kondisi Pak Anderson sedang berbaring tak berdaya di rumah sakit. Anak mana yang tega melihat kondisi orang tuanya seperti itu.


Mereka tidak tau bahwa yang beli nasi goreng itu adalah Sandra, kebetulan hari ini Viona pulang ke Indonesia, rencananya dia akan mengambil cuti liburan selama satu minggu ini.


"Akhirnya setelah beradu mulut dengan laki-laki nyebelin itu aku bisa mendapatkan nasi goreng ini." Sandra memberikan nasi goreng Mbok Sum kepada Viona.


Viona nampak bahagia karena akhirnya dia bisa memakan nasi goreng yang terkenal dengan cita rasa nya itu.