Semalam Dengan Istrimu

Semalam Dengan Istrimu
Ketiga Kalinya


Padahal ini untuk yang ketiga kalinya, namun hati Viona bedebar tidak menentu, mungkin saja karena malam ini mereka akan melakukannya dengan status mereka yang sudah sah menjadi sepasang suami istri, itu artinya akan ada malam-malam yang lainnya untuk mereka bisa melakukannya lagi.


Karena kini Daniel adalah suaminya, ayah dari janin yang dikandungnya, walaupun tidak ada yang tau itu, dia tidak bisa seperti Alexa yang memamerkan bagaimana hubungan dia bersama Daniel, karena dia masih menjadi istri rahasia dari seorang Daniel Gilbert.


Daniel ingin melakukannya dengan sensasi yang berbeda, pria itu ingin melakukannya dialam terbuka, tepatnya diatas rooftop Villa, karena itu disana telah dia sediakan kasur besar untuk mereka, dan dengan dihiasi lilin-lilin yang membuatnya terlihat romantis.


Malam ini Viona memakai lingerie yang sangat seksi, tinggal Daniel suruh pegawai mall untuk membawa banyak pakaian wanita, termasuk lingerie untuk Viona. Karena Viona sama sekali tidak membawa pakaian ke Villa.


Daniel memeluk Viona yang sedang duduk dipangkuannya, wanita itu tengah asik memandangi langit yang indah, dengan dihiasi bintang-bintang yang bertaburan.


Hembusan angin malam begitu membuat tubuh sedikit mengigil, Daniel semakin erat memeluk Viona yang duduk di pangkuannya. Dia masih ingin menghirup lebih lama aroma wanita itu. Dengan membenamkan kepalanya ke leher Viona bagian belakang.


Viona sebenarnya merasakan geli ketika pria itu menciumi lehernya, tapi dia berusaha untuk bersikap tenang, memegang erat tangan Daniel yang sedang memeluk dirinya.


"Apa kamu tau semenjak kamu pergi, aku tak bisa tidur jika tidak memeluk kemeja yang dulu kamu pakai itu."


Viona menyipitkan matanya mencoba mengingat kemeja yang dia pakai di akhir pertemuan mereka tiga bulan yang lalu, "Kemeja putih itu?"


"Heueum, aku tidak pernah mencucinya, karna setiap malam aku harus mencium aroma tubuh kamu."


"Ishhh... jorok. Jadi selama tiga bulan kemeja itu tidak kamu cuci?"


"Tidak, yang ada aroma tubuh kamu akan hilang kalau dicuci." Tangan Daniel mulai tak bisa diam, mulutnya berbicara, sementara tangannya mulai masuk ke dalam lingerie Viona. Dia mer3mas dengan lembut p@yud@ranya, lalu memilin-milin bagian puncaknya dengan tangan.


Viona hanya bisa pasrah, dia berusaha untuk tidak mendes@h, berusaha untuk bersikap tenang. Memegang erat lingerie yang masih menutupi tubuhnya.


"Emm...apa...emm... apa mungkin selama ini kamu yang ngidam?" Viona mendadak menjadi gagap karena Daniel masih mengajaknya mengobrol tapi tangannya sudah mulai beraksi, tidak mungkin Viona mendes@h di sela-sela obrolan mereka, memalukan pastinya.


Apalagi Viona merasakan ada yang menonjol, sedikit menusuk dirinya dibagian belakang, karena Viona duduk di pangkuannya, dia bisa membayangkan bagaimana sang jantan yang sudah menggeliat dibalik celana Daniel. Oh sungguh mendebarkan.


"Iya sepertinya begitu, mungkin anak kita ingin memberitahu aku bahwa kamu sedang hamil, makanya aku ikut merasakannya." Kini tangan Daniel perlahan turun ke bawah, menelusuri bagian perutnya, lalu semakin turun ke bawah, masuk ke dalam kain tipis yang dipakai Viona, sehingga tangan itu sampai ke bagian yang menurutnya adalah surga dunianya.


Viona mencengkram tangan Daniel begitu merasakan jemari Daniel ada yang bergerak dilipatan kew@nitaannya, bergerak hilir mudik dengan begitu lembut, menggetarkan sukmanya.


"Katakan saja kalau kita ingin memulainya Viona!" bisik Daniel sambil menciumi kuping Viona, lalu menyesap leher Viona, memberikan beberapa kissm@rk disana.


"Aku ingin kamu yang meminta duluan."


Viona sungguh tidak tahan, ketika kedua tangan Daniel semakin merajalela, tangan kanannya sibuk merem@s p@yudar@nya, sementara tangan kirinya terus bergerak dibawah sana, rasanya tak tertahankan.


"Ahhh..." Akhirnya Viona menjerit begitu merasakan ada sensasi yang berbeda di bawah sana, ada sesuatu yang teramat dingin menyentuh kulit kew@nitaannya. Rupanya Daniel bermain disana dengan memakai es batu kecil yang sengaja dia bawa di dalam gelas.


"Oh Daniel... ahhh." Viona meracau begitu merasakan pelepasan pertamanya. Tubuhnya menggelinjang tak tertahankan, dia mencengkram erat tangan Daniel dengan begitu kuat.


Daniel menyeringai, dia tau Viona sudah tidak tahan ingin melakukan penyatuan dengannya. Tapi dia masih ingin bermain-main dulu dengan Viona, dia ingin menikmati disetiap jengkal tubuh sang istri.


Daniel berdiri mengangkat tubuh Viona, dia membaringkan tubuh Viona diatas kasur, dia merobek lingerie yang dipakai oleh Viona membuangnya ngasal, membuat lingerie dan pakaian dalam berterbangan ke udara dan jatuh berhamburan ke lantai rooftop sana.


Daniel tertegun memandangi tubuh indah Viona yang sudah tak tertutupi satu helai kainpun. Sementara dirinya kini hanya memakai boxer saja, membuat Viona menelan salivanya begitu melihat tubuh Daniel yang sixpack, begitu terlihat sangat menggoda. Beruntung hanya dia yang bisa menikmati tubuh indah pria itu.


Daniel memasukkan es batu ke dalam mulutnya,dia menciumi rambut Viona, lalu turun ke wajahnya, dia menghujani banyak kecupan ke wajah Viona, lalu *****@* bibirnya sebentar, Viona merasakan dinginnya bibir Daniel saat bercium bibirnya. Memancing gairahnya.


Viona menganga begitu merasakan bibir yang dingin itu menciumi lehernya, sentuhan dingin di lehernya membuat gairahnya semakin memuncak.


"Ahhh... emmhh..." Rasanya semakin tak tertahankan saat Daniel menyesap buah dadanya, apalagi saat merasakan benda dingin itu bermain di puncak p@yudaranya.


Tubuh Viona terus menggeliat, dia menengadah ke atas menatap bintang-bintang yang sedang menyaksikan percintaan mereka, dia memeluk kepala Daniel yang sedang melahap dengan rakus payud@ranya, rasanya Daniel ingin memasukan semuanya ke dalam mulutnya, sangat menggemaskan, namun tidak akan muat.


Setelah puas bermain dibagian dada, Dan menciumi perut Viona, dimana disana telah hadir buah dari cinta mereka, Viona hanya bisa meremang, menahan segala kegelian dan kenikmatan yang Daniel berikan.


Kepala Daniel mulai turun ke bagian bawah, dia mengecup paha Viona sampai ke ujung kakinya. Viona pintar merawat diri sehingga seluruh tubuhnya sangat bersih dan wangi.


Selalu saja pria itu tiada hentinya memuja tubuhnya, membuat Viona selalu tak bisa move on jika sudah bercinta dengan pria itu, Daniel sangat tau bagaimana caranya memberi kepuasan kepada Viona.


Daniel mulai menenggelamkan kepalanya di antara kedua pangkal paha Viona, dia mencumbu dengan begitu lembut milik Viona, bahkan dia membiarkan es batu ikut bermain di dalam mulutnya, menggerakkan es batu sedikit masuk ke dalam lalu dia mainkan lagi bergerak maju mundur bersamaan dengan lidahnya.


"Aahhh...ahhh... Daniel emmhh..." Viona semakin menjerit sejadi-jadinya, merasakan sensasi dingin di iringi gerakan lidah bermain dibawah sana. Dia mencengkram rambut Daniel dan menekan kepalanya, membuat Daniel semakin rakus mencumbuinya.


Viona semakin melebarkan pahanya agar Daniel bisa lebih leluasa bermain dibawah sana, dia hanya bisa menjerit dan terus menjerit, merasakan lidah yang begitu dingin bergerak keluar masuk di daerah kew@nitaannya.


Daniel semakin cepat menggerakkan lidahnya dibawah sana, membuat Viona semakin meremang, tubuhnya tak bisa diam, selalu dibuatnya menggeliat dan membusungkan dada ke atas.


"Ahhhhh..." Viona menjerit panjang begitu merasakan ada yang lolos untuk kedua kalinya malam ini. Daniel telah membuatnya b@sah lagi.


Viona nampak ngos-ngosan seakan telah diajak lari maraton, rasanya dia begitu lega setelah mendapatkan pelepasan untuk kedua kalinya.


...****************...


...Siapa yang kemarin bilang kangen es batu? Salam es batu 🏃🏃🏃...