Semalam Dengan Istrimu

Semalam Dengan Istrimu
103


Pak Anderson telah pergi dengan tenang. Sudah di ke bumikan. Banyak yang datang melayad ke pemakamannya. Bahkan langitpun ikut menangisi kepergiannya.


Gemercik air hujan membasahi muka bumi ini dengan begitu deras.


Kini nama itu hanya tinggal sebuah kenangan yang tidak akan pernah Daniel lupakan di dalam hatinya, nama sang papa akan selalu ada di hati dan pikirannya. Siap tidak siap, rela tidak rela, namun tetap saja dia harus menerima kenyataan ini, bahwa sang papa kini sudah tidak ada lagi di dunia ini.


Malam itu di mansion, Viona melihat Daniel yang sudah lama menyendiri di balkon sana menatap langit yang gelap, Daniel butuh waktu untuk menenangkan diri karena itu selama beberapa jam dia belum bisa diajak bicara.


Viona mengantarkan teh hangat buat Daniel karena malam ini memang begitu sangat dingin, "Minum sedikit, dari siang kamu belum makan." Viona sangat mengkhawatirkan Daniel.


Daniel membawa teh manis itu di atas nampan lalu meminumnya sedikit, karena dia sangat menghargai istrinya, walaupun dia belum berselera untuk makan dan minum.


Daniel menyimpan teh manis itu di atas meja yang ada dibelakangnya. Lalu memeluk Viona dari belakang.


"Papa bilang papa minta maaf sama kamu karena sudah menyakiti hati kamu." lirih Daniel.


"Tentu saja, dari dulu aku sudah memaafkannya." Viona memegang tangan Daniel yang melingkari perutnya.


"Papa juga bilang kamu adalah menantu yang baik."


Viona tertegun mendengarnya, padahal Viona hanya satu minggu merawat Pak Anderson. Dia merasa tersentuh begitu mendengar bahwa Pak Anderson menganggapnya sebagai menantu yang baik.


"Terimakasih sudah merawat papaku."


"Terimakasih sudah bersabar menunggu restu dari papaku."


"Aku sangat bahagia dan beruntung memiliki istri seperti kamu Viona."


Viona melepaskan tangan Daniel yang melingkari perutnya, dia membalikkan badannya menghadap sang suami, dia hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


Daniel membawa Viona ke dalam pelukannya. "Mari kita menua bersama. Saling berbagi rasa sedih dan bahagia bersama-sama, tapi aku akan selalu berusaha membahagiakan kamu Viona."


Viona mengangguk, "Iya, aku juga, aku akan berusaha untuk menjadi istri yang baik buat kamu dan membahagiakan kamu."


Mata Daniel berkaca-kaca, "Sejujurnya aku tidak menyangka kita bisa hidup bersama seperti ini. Apalagi jika dulu aku mengingat kamu sudah menjadi istri orang lain. Namun kejadian malam itu membuat aku semakin berani untuk memperjuangkan kamu."


"Aku sangat mencintai kamu Viona."


Viona mengusap wajah Daniel dengan lembut, lalu menghapus air matanya. "Aku juga mencintai kamu Daniel. Aku pikir kamu hanya sebatas khayalan saja, namun ternyata kini semuanya menjadi nyata, aku sangat bahagia."


Daniel memegang tangan Viona yang menyentuh wajahnya. Dia melangkah semakin mendekat dan mencium bibir Viona dengan sangat lembut, Viona menyambut ciuman itu dengan seluruh perasaannya.


Mereka hanya berciuman sebentar dan berpelukan kembali. Biarlah langit dan bintang menjadi saksi betapa besar rasa cinta yang mereka punya.


...****************...


Saat kita menyukai seseorang, katakan saja, jangan sampai terlambat apalagi menyesal karena orang itu telah menjadi milik orang lain. Karena semua orang berhak untuk mengungkapkan perasaan, dan masalah diterima atau tidak kita harus siap menerima kenyataannya. Yang penting orang itu tau bahwa kita menyukai orangnya.


Besok mulai bonchap atau extra part Ziano dan Sandra.