
Hari ini Sandra sudah di dandani dengan begitu cantik, dia sudah memakai gaun pengantin, bahkan para tamu undangan sudah banyak yang hadir. Viona sengaja datang dari pagi untuk membantu mengurus pernikahan Sandra.
"Vi, kenapa aku jadi deg-degan banget ya." Sandra merasa deg-degan begitu melihat sudah banyak pada tamu undangan yang hadir.
Sandra takut dia akan mempermalukan kedua orang tuanya, gara-gara sudah menyuruh Asisten Zi untuk tidak datang ke acara pernikahan ini.
Apalagi terdengar desas desus dari para tamu undangan yang menanyakan keberadaan mempelai pria.
Viona mencoba untuk menenangkan Sandra, "Aku yakin Asisten Zi pasti akan datang,"
"Gak mungkin Vi, aku sudah menyuruhnya untuk tidak datang."
Pembicaraan mereka terhenti begitu terdengar suara banyak wanita yang bilang wah dengan begitu takjub, saat melihat ada Asisten Zi datang bersama Daniel, dan di kawal dengan beberapa bodyguard, datang kesana. Pak Anderson tidak bisa hadir karena masalah kesehatan.
"Mister Zi..." Mata Sandra berkaca-kaca, dia tidak tau harus mengucapkan terimakasih atau apa karena Asisten Zi lagi-lagi menolongnya
Asisten Zi tidak tau harus berkata apa, dia hanya bisa tersenyum. Baru kali ini Sandra melihat Asisten Zi tersenyum, terlihat sangat manis melebihi manis madu.
"Kamu memang pria yang bertanggung jawab, Ziano." Ucap Pak Lian, dia menepuk pundak calon menantunya itu.
Viona dan Daniel hanya bisa saling tersenyum, mereka sangat iri dengan pernikahan Asistem Zi dan Sandra, walaupun terkesan sederhana, tapi mereka tidak perlu menyembunyikan hubungan mereka.
Sampai akhirnya, sebuah janji suci pun telah mengikat tali pernikahan mereka, membuat Sandra dan Ziano kini resmi menjadi sepasang suami-istri. Rasanya mereka begitu canggung, tidak tau harus berbicara apa.
"Wah jadi itu suaminya Sandra?"
"Ganteng, gagah lagi!"
"Bukannya dia lama pacaran sama Andrian?"
"Iya aku kira sama Andrian?"
"Andrian bahkan tidak datang kesini."
"Tapi mengapa Daniel datang bersama suami Sandra?"
Para wanita Alumni SMA pada kepo dengan suami Sandra itu, Alexa yang sedang bersama mereka, dia merasa jengah karena dari tadi Andrian terus saja mendesak menelpon dirinya. Makanya Alexa terpaksa menonaktifkan ponselnya.
"Dia itu kak Ziano Ferdinand, Asistennya Daniel." Alexa terpaksa menjawab tanda tanya mereka.
"Pantesan, gantengnya menular ke asistennya. Eh tapi kapan kamu menikah Alexa?"
Alexa sangat kesal ditanya seperti itu, karena Daniel sudah membatalkan rencana pernikahan mereka, tapi dia tidak ingin malu, dia menatap Viona yang rupanya terpaksa ikut berkumpul dengan mereka karena ada salah satu Alumni yang menyapanya dan mengajaknya berbicara.
Sementara Daniel sedang bersama para alumni pria. Tapi banyak juga para wanita yang datang menyapa dirinya, mungkin begitu resikonya menjadi istri rahasia seorang pria yang begitu diidolakan di Sekolahnya dulu. Viona tidak bisa memperlihatkan rasa cemburunya.
"Daniel bilang dia ingin secepatnya menikah dengan aku. Bahkan semalaman kita bersama."
Seketika Viona langsung menoleh ke Alexa, Daniel memang tidak pulang malam ini karena menjaga Pak Anderson yang sakit, Viona yakin Daniel tidak akan membohonginya. Dia sangat mempercayainya.
"Wah, Daniel bucin banget ya sama kamu Alexa."
Perhatian mereka teralihkan sebentar pada sepasang pengantin yang mulai berdansa, karena memasuki sesi acara dansa. Mereka terlihat sama-sama kaku, apalagi Asisten Zi tidak pernah berdansa. Mereka tidak tau akan ada acara dansa seperti itu.
"Haruskah kita berdansa seperti ini?" tanya Asisten Zi, dia kelihatan gugup sekali saat berhadapan dengan Sandra.
Astaga, dia lupa kita sudah menikah apa, bermesraan juga sudah boleh kali. Batin hati Sandra.
Viona merasa enek mendengar kebohongan Alexa, dia memilih untuk pergi menjauhkan jaraknya dari Alexa, namun tanpa sengaja dia hampir bertabrakan dengan Alvin. Alvin baru saja datang, dia tidak ingin terlewatkan untuk menghadiri pernikahan sepupunya.
"Kak Alvin?"
"Emm... iya kak."
"Akhir-akhir ini susah untuk dihubungi, kenapa?"
"Emm... kebetulan aku lagi sibuk." Viona nampak ragu untuk bilang bahwa dia tidak bisa kembali ke Thailand. Apalagi dia memiliki hutang yang banyak pada Alvin.
"Apa kamu mau berdansa dengan aku, Viona?" Alvin mengulurkan tangannya.
Daniel dari tadi sedang memperhatikan Viona, dia sangat tidak suka melihat Viona kelihatan akrab sekali dengan laki-laki lain, padahal dirinya sudah berusaha menghindari setiap wanita yang mencoba untuk mendekatinya. Apalagi pria itu malah mengajak istrinya berdansa.
Tiba-tiba Alexa datang, dia terpaksa harus terlihat mesra dengan Daniel karena banyak yang bertanya mengapa Alexa tidak berdansa dengan Daniel, padahal banyak pasangan lain yang ikut berdansa. Alexa langsung merangkul lengan Daniel.
"Sayang, bagaimana kalau kita berdansa."
Daniel melepaskan tangan Alexa, dia sangat risih, apalagi Viona sedang melihat ke arahnya. "Kamu lupa ya, aku sudah membatalkan rencana pernikahan kita."
"Tapi aku tidak mau..."
Daniel meninggalkan Alexa, berjalan ke arah Alvin dan Viona, dia menarik tangan Viona untuk menjauhkan sang istri dari Alvin, dia tidak suka melihat Viona dekat-dekat dengan pria lain.
"Wah!"
"Wah!"
"Mengapa Daniel menarik tangan Viona?"
Para Alumni disana malah berseru melihat pemandangan yang sangat tidak mereka sangka.
"Daniel, kita mau kemana?" Viona sadar kini dia jadi pusat perhatian para alumni SMA disana, bagaimana kalau hal ini akan tersebar dan sampai ke telinga Pak Anderson.
Daniel membawa Viona ke tempat dansa, dia sudah tidak ingin lagi hubungan mereka disembunyikan lagi, "Kita akan berdansa."
"Tapi...."
Daniel merengkuh pinggang Viona, membuat jarak mereka begitu dekat. Alexa sangat kesal melihatnya, sementara Alvin hanya bisa diam, padahal dia sengaja datang kesini untuk mengungkapkan isi hatinya pada Viona.
"Aku tidak ingin hubungan kita sembunyi-sembunyi lagi. Aku ingin semua orang tau kita saling mencintai Viona."
"Tapi papa kamu..."
"Mari kita menghadapinya sama-sama, aku pasti akan melindungi kamu. Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti kamu. Dan aku tidak akan membiarkan papa aku mengusik bisnis om kamu, mari kita datang kesana, aku juga ingin bertemu keluarga kamu."
Viona hanya diam menatap Daniel dengan mata berkaca-kaca, dia rasa ucapan Daniel ada benarnya, kini mereka memang harus berani. Apa salahnya jika mereka saling mencintai? Mereka hanya dua insan manusia yang ingin hidup bersama dengan penuh rasa cinta.
Namun di tempat dansa itu, mereka bukannya berdansa seperti pasangan lainnya. Tapi Daniel malah mencium bibir Viona, Viona terbelalak begitu merasakan Daniel menyatukan kedua bibir mereka, bahkan memeluknya begitu erat.
Para Alumni yang hadir disana terperangah, sangat tidak menyangka mengapa Daniel bisa mencium Viona. Apalagi Alexa, dia terlihat sangat kesal dan merasa dipermalukan oleh Daniel, padahal banyak yang tau mereka akan segera menikah.
"Wah ada hubungan apa Viona dan Daniel?"
"Mengapa Daniel mencium Viona?"
"Dari tatapan mereka terlihat seperti saling mencintai? Apa mereka berkencan?"
"Bukannya Viona sudah menikah?"
"Aku dengar Viona sudah bercerai dengan suaminya."
"Lalu bagaimana dengan Alexa?"