Semalam Dengan Istrimu

Semalam Dengan Istrimu
Part Special


Daniel dan Viona telah menjadi keluarga yang sangat bahagia, apalagi dengan kehadiran Richard membuat kebahagiaan mereka semakin sempurna.


Usia Richard kini sudah berusia 5 bulan, dari selama Richard dilahirkan sampai usia Richard 5 bulan, Daniel belum tega untuk menyentuh Viona, mungkin karena menyaksikan sendiri bagaimana perjuangan Viona melahirkan Richard di dalam mobil di tengah kemacetan.


Dari semenjak itu Daniel semakin memanjakan Viona, Daniel hanya minta Viona untuk mengurus Richard saja dibantu babysitter, urusan pekerjaan rumah biar para ART yang urus.


Dan ada kabar bahagia dari pasangan Ziano dan Sandra yang akhirnya telah resmi menjadi seorang mama dan papa, hari ini Sandra telah resmi melahirkan.


"Wah anak kamu cantik banget San, mirip mamanya." puji Viona. Dia memperhatikan bayinya Sandra di ranjang bayi.


"Haruskah kita menjodohkannya nanti?" canda Viona sambil terkekeh.


"Ya harus, kita jodohkan saja." Sandra menanggapi candaan dari Viona.


Daniel dan Ziano hanya terkekeh mendengar perkataan istrinya.


"Siapa nama putrimu bang?" tanya Daniel pada Ziano.


"Namanya Julia Valencia Ferdinand." jawab Ziano, dia kemudian merangkul sang istri yang duduk di pinggiran ranjang.


"Wah nama yang cantik." puji Daniel.


...****************...


Satria ikut bahagia mendengar Viona yang kini telah menjadi seorang ibu. Sesuatu yang sangat Viona harapkan dari dulu. Apalagi sekarang usia Richard sudah berusia 5 bulan.


Satria masih bekerja di cafe milik Bayu, dia menjadi manager disana.


Hari ini ada kejadian yang tak terduga, setelah dia pulang kerja, dia sengaja ingin berjalan kaki dulu menikmati suasana taman, namun ternyata disana dia tak sengaja bertemu dengan seorang anak perempuan yang sedang menangis.


"Hik...hik...hik..."


Satria tidak tega melihatnya, dia segera menghampiri anak kecil itu. "Adek kenapa sendirian disini?"


Anak kecil itu enggan menjawab, malah semakin mengencangkan tangisannya. 'Hik...hik...hik..."


Satria nampak kebingungan. Dia tidak tau harus bagaimana, mau meninggalkannya tapi tidak tega. Bagaimana kalau ada penculik.


Satria terpaksa membeli ice cream untuk anak itu. Tak disangka, anak itu berhenti menangis begitu Satria memberikannya ice cream, "Adek mau ice cream?"


"Boleh om?"


"Boleh lah."


Anak itu langsung meraih ice cream itu dan memakannya.


Satria tersenyum lega karena anak perempuan itu sudah berhenti menangis, dia duduk di kursi besi disamping anak itu.


"Nama kamu siapa dek?" tanya Satria dengan lembut.


"Nama aku Zivana om, aku lupa jalan pulang ke rumah." Sudah satu bulan Melinda memutuskan untuk kembali ke Indonesia, karena itu Zivana sekolah di Indonesia.


"Ya udah habiskan dulu ice creamnya, nanti om antar pulang."


"Benar om?"


Satria menganggukkan kepala. "Iya."


Pembicaraan mereka terhenti begitu mendengar suara teriakan seorang wanita memanggil nama Zivana.


"Zivana!"


"Zivana!"


Rupanya Melinda sedang mencari anaknya yang hilang dua jam yang lalu, saat dia mau menjemput anaknya di TK, rupanya Zivana malah pulang sendirian dari tadi.


Melinda melihat Zivana yang sedang duduk berdua bersama Satria, dia langsung berlari memeluk anaknya itu, "Ya ampun Zivana, kamu kemana aja nak? Mama mencari kamu dari tadi."


Melinda langsung melihat ke arah Satria dengan tatapan penuh rasa curiga.


"Om ini om baik Mah, tadi om ngasih Zivana ice cream biar Zivana tidak nangis lagi. Dan mau antar Zivana pulang."


"Emm... iya mbak, saya bukan orang jahat." Satria takut dikira penculik.


Melinda mempercayai Satria, dia mengulurkan tangannya, "Nama saya Melinda."


Satria dengan sungkan meraih uluran tangan Melinda. "Satria."


Melinda memberikan kartu namanya pada Satria, "Ini sebagai bentuk rasa terimakasih aku karena sudah mau menolong anak saya. Kalau gak bertemu Mas pasti Zivana sangat ketakutan sekali menangis sendirian. Nanti kapan-kapan Mas datang ya ke restoran aku."


Melinda dan Satria pun saling tersenyum dan berpandangan.


...****************...


Malam ini Viona memakai lingerie yang sangat seksi, sudah 5 bulan Daniel tidak meminta jatah darinya, tentunya dia sangat merindukan sentuhan dari Daniel.


Viona sangat percaya Daniel tidak akan jajan di luar, karna sang jantan hanya bereaksi pada satu wanita saja yaitu istrinya sendiri. Karena itu mumpung Richard tidur nyenyak, Viona ingin menggunakan waktu luang ini untuk menghabiskan malam bersama Daniel.


Daniel yang sedang berkutat di depan laptop, dia jadi tidak konsentrasi saat melihat Viona mengantarkan kopi panas dengan memakai lingerie.


"Kau mau menggodaku?" Jakun Daniel naik turun memprihatinkan Viona.


Viona malah menutup laptop Daniel dan duduk dipangkuan sang suami, dia melingkarkan tangannya ke leher Daniel. "Apa aku salah jika ingin menggoda suami aku hm?"


"Aku masih terbayang saat kamu melahirkan, aku takut kamu masih sakit."


"Tentu saja tidak, aku sudah tidak kesakitan. Malah sekarang aku sangat merindukan malam panas kita."


"Kamu yakin tidak akan sakit sayang?"


"Tidak lah, aku jamin."


Daniel langsung meraup bibir Viona, mencium bibirnya dengan begitu ganas, sudah 5 bulan dia berpuasa, pastinya sangat tersiksa sekali. Dia langsung membuka lingerie Viona, rupanya Viona tidak memakai pakaian dalam , membuat tubuh indah itu terlihat begitu jelas dan menggairahkan.


Padahal Viona habis melahirkan, tapi badannya masih seperti seorang gadis, tidak memperlihatkan dia seperti pernah hamil, mungkin karena dia sangat merawat tubuhnya. Daniel membaringkan Viona diatas kursi sofa.


Daniel menciumi buah dada Viona yang terlihat semakin membesar, menyesap sebentar daerah pucuknya, sampai sedikit asi itu terhisap olehnya.


"Emmm... Daniel!" Viona mengerang saat merasakan tangan Daniel bergerak di bawah sana, sudah lama ladangnya seakan mengering karena Daniel menahan diri untuk tidak menyentuhnya.


"Ahhh...emmm...ahhh..." Viona semakin mengerang begitu merasakan ladangnya telah basah, dia mencium bibir Daniel dengan nafas mereka yang beradu dipenuhi n@fsu.


Daniel langsung melakukan penyatuan, "Ahhhh..." Mereka menganga saat merasakan kembali bagaimana nikmatnya bercinta, bahkan Daniel merasa milik Viona semakin terasa sempit, begitu terasa berdenyut meremas sang jantan.


"Ahh... nikmat sekali sayang." Daniel mulai bergerak diatas Viona.


"Aku mencintaimu Daniel Gilbert." ucap Viona di sela-sela aksi panas mereka.


"Aku lebih mencintaimu Viona Maharani."


Malam ini adalah malam yang panjang untuk mereka berdua, karena tidak cukup satu kali saja, namun mereka akan melakukannya berkali-kali sampai pagi. Dan akan terulang lagi di hari-hari berikutnya.


...****************...


...Ini adalah edisi spesial permintaan dari beberapa reader, terutama tentang anaknya Sandra yang telah lahir ke dunia dan juga nasib Satria. Hanya satu part saja....


...Terimakasih sudah membaca dan semoga bisa berjumpa lagi di novel berikutnya...


...Jangan lupa mampir di novel saya yang lainnya, cari saja DF_14, gak kalah seru....


Gairah Cinta Adik Ipar



Ranjang Balas Dendam Sang Mafia



Hasrat Satu Malam With Calon Ipar



Terjerat Hasrat Ceo Cantik



Menikahi Gadis Koma ( Arwah Cantik )



Morgan Sang Casanova



Terjebak Di Pulau Zombie