Semalam Dengan Istrimu

Semalam Dengan Istrimu
Bonchap 7


"Mister Zi..." Sandra sangat merasa keheranan dengan sikap Ziano, apalagi pria itu masih saja memeluk dirinya.


Baru kali ini mereka tidur bersama diatas satu ranjang yang sama sambil berpelukan, apalagi ini sebuah brankar di rumah sakit.


"Hm?"


"Mengapa polisi bisa langsung tau aku ini istrinya kamu?"


Ziano berpikir sejenak, mungkin saja semalam polisi menghubungi Sandra lewat ponselnya. Saat itu ponsel Ziano bermasalah, susah diaktifkan apalagi sekarang kondisinya retak.


Ziano melihat ada ponselnya diatas nakas, dia melepaskan pelukannya sebentar, dia ingin membawa ponselnya dulu.


Ziano memperlihatkan daftar kontak di ponselnya, dia memperlihatkan juga sebuah nama yang dia save di ponselnya.


MY WIFE


Sandra membulatkan matanya begitu melihat nama yang Ziano save pada kontak nomor Sandra. Dia sama sekali tidak menyangka seorang Ziano yang kaku akan menamainya seperti itu.


Ceklek!


Mereka langsung terperanjat begitu mendengar seseorang membuka pintu. Mereka lupa mengunci pintu dari semalam.


Sandra langsung turun dari brankar, merapikan pakaiannya dan duduk di kursi.


Rupanya yang datang seorang Dokter tampan yang ingin memeriksa Ziano, "Selamat pagi Pak Ziano..." Dokter Dhika nampak terkejut begitu tau Ziano sudah sadarkan diri, dia lebih terkejut lagi saat melihat Sandra.


"Sandra!"


Sandra membulatkan matanya begitu melihat teman satu kelasnya itu, "Oh...Dhika."


Tentu saja bagi Ziano wajah Dhika tidak asing, pria ini yang mengajak istrinya berbicara di pesta pernikahan Daniel Viona.


"Mungkin waktu itu aku gak hadir ke pernikahan kamu karena sibuk sekali, makanya aku gak tau Pak Ziano ini suami kamu." Dokter Dhika memang tidak hadir ke pernikahan Sandra dan Ziano waktu itu.


"Oh tidak apa-apa kok. Padahal kamu orangnya super sibuk, bagaimana caranya kamu mau membuka laundry?"


"Emm... oh itu, iya mungkin nanti adik saya yang akan mengelolanya."


Keduanya nampak akrab sekali, padahal mereka hanya membicarakan seputar bisnis tapi Ziano sangat tidak menyukainya.


"Ya sudah semoga sukses usaha laundry nya Dhika."


"Iya, makasih Sandra. Hm... tadinya aku mau minta bantuan sama kamu untuk membantu membeli barang apa saja nanti yang dibutuhkan untuk membuka laundry." Dokter Dhika mengatakannya sambil memeriksa kondisi Ziano.


Ziano langsung ikut nimbrung, "Kamu bisa melihatnya di google dokter. Disana kamu tinggal tulis barang apa saja yang dibutuhkan untuk membuka laundry."


Mungkin google sudah bersahabat dengan Ziano, apapun yang tidak dia mengerti, dia coba mencarinya di google, kalau jawabannya meragukan, baru bertanya ke Daniel.


"Oh iya benar sekali, kadang saya malas sekali membuka google." Dokter Dhika tertawa kecil. "Tadinya saya ingin konsultasi sama istri anda, kebetulan kami ini berteman waktu kita masih SMA, jadi saya sangat tau sekali kalau laundry Qu itu memang legend."


Sandra malah ingin tertawa melihat raut wajah Ziano, dia tau sepertinya Ziano cemburu pada Dokter Dhika, padahal Sandra sama sekali tidak ada ketertarikan pada Dokter Dhika. "Emm...iya benar apa kata suami aku, lebih baik kamu coba tanyakan di internet. Atau juga ke laundry yang sudah pada sukses. Kebetulan dulu yang membuka laundry itu orang tua aku, jadi aku gak begitu paham."


"Tentu saja, itu juga baru rencana." Dokter Dhika memilih fokus kembali memeriksa kondisi Ziano.


"Kondisi anda sudah mulai membaik Pak Ziano."


"Hmm....iya terimakasih dokter, kapan aku bisa pulang?"


"Lusa juga bisa, tapi harus rajin chek up juga nanti."


"Baik, Pak Dokter, terimakasih."


Setelah selesai memeriksa Ziano, Dokter Dhika pun berpamitan kepada Sandra. "Ya udah San,aku harus memeriksa pasien lain."


"Iya Dhika."


Setelah Dokter Dhika pergi, Sandra tidak mengerti mengapa Ziano menatapnya dengan tatapan mengintimidasi.


"Kenapa?" Sandra menatapnya dengan penuh keheranan.


"Lain kali jangan terlalu bersikap ramah pada pria lain. Itu akan membuat orang lain salah paham."


"Maksudnya Dhika salah paham?" Sandra malah terkekeh, "Ya gak lah, lagian buat apa dia naksir aku."


Ziano yang sedang duduk di tepi brankar, dia menarik Sandra membuat wanita itu berdiri tepat dihadapannya. "Apa kamu tidak sadar kalau kamu itu cantik?"


Sandra malah terdiam, dia menelan salivanya memandangi Ziano, apalagi saat ini Ziano telah melingkari pinggangnya membuat dia semakin merapat pada Ziano.


"Laundry itu hanya dibuat alasan saja agar kamu bisa dekat dengan dia."


Sandra malah tertawa kecil, dia sangat senang kalau Ziano cemburu padanya. Walaupun menurut dia tidak logis jika Dhika naksir padanya. Apakah dia secantik itu? Walaupun naksir juga dia tidak peduli karena di hatinya hanya ada pria yang ada dihadapannya ini.


"Kenapa tertawa?" Ziano padahal tidak melawak, tapi mengapa Sandra malah tertawa.


"Kamu itu lucu kalau lagi cemburu Mister Zi."


"Aku? Cemburu?" Ziano sama sekali tidak merasa cemburu. "Aku hanya memperingati kamu saja agar kamu berhati-hati dan jangan terlalu ramah."


"Hmm... ya sudah kalau tidak cemburu. Itu artinya aku boleh membantunya, iya kan?" Padahal Sandra hanya ingin mengetes saja. Dia juga pasti tau batasan, tidak mungkin membantu Dhika walaupun dia sama sekali tidak memiliki perasaan padanya, tapi tetap saja dia harus menghargai pernikahannya.


"Tidak boleh, aku tidak mengizinkannya." Ziano mengatakannya dengan tegas.


"Kenapa?"


Seketika Ziano membalikkan keadaan,mengangkat tubuh Sandra untuk duduk di pinggir brankar, sementara dirinya berdiri di depan Sandra. Kedua tangan Ziano memegang wajah Sandra, menatapnya begitu lekat, "Karena kamu adalah milikku, semua yang ada dirimu adalah milikku. Jadi aku tidak akan mengizinkan kamu untuk dekat-dekat dengan pria lain."


Sandra merasakan keanehan pada Ziano, dia tidak biasanya bersikap seperti ini. Apakah mungkin Ziano ingin menunjukkan rasa cintanya itu. "Mister Zi...emmhhh."


Sandra tidak diberi kesempatan untuk bicara , karena Ziano langsung meraup bibirnya begitu saja. Sandra terlihat begitu kaget karena Ziano tiba-tiba mencium dirinya. Ziano *****@* bibir Sandra, memberikan gigitan kecil membuat mulutnya terbuka sehingga dia bebas memainkan lidahnya menulusuri di dalam rongga.


Sandra dengan perlahan-lahan membalas ciuman Ziano, memeluk punggung pria itu. Aliran darahnya berdesir hebat merasakan ada sesuatu yang membuat tubuhnya terasa panas karena Ziano begitu n@fsu mencium bibirnya.


Ziano melepaskan ciumannya sebentar dengan nafas terengah-engah seakan sedang menahan sesuatu, "Harus kah kita pulang saja hari ini?"


...****************...


...PROMO NOVEL...


Novel ini terlalu banyak ah nya, jadi harus siapkan es batu yang banyak kalau mau baca hehe..


...HASRAT SATU MALAM WITH CALON IPAR...


Haikal Sebastian Keano, tidak menyangka bahwa wanita yang telah melakukan cinta satu malam dengannya adalah calon istri kakaknya, Ghisell Carissa Adelardo. Karena yang mereka lakukan disaat mereka sedang sama-sama mabuk.


Padahal sang kakak begitu sangat mencintai wanita itu, apalagi sebentar lagi mereka akan menikah.


Lalu bagaimana kisah mereka nanti?