Semalam Dengan Istrimu

Semalam Dengan Istrimu
Untuk Terakhir Kalinya


Setelah melewati malam yang panjang antara Daniel dan Viona, Daniel begitu terlelap di dalam tidurnya.


Rasanya begitu bahagia bisa menghabiskan malam yang indah bersama Viona, berharap malam ini tidak akan pernah berakhir, dia ingin Viona selalu ada disisinya.


Bahkan dipagi haripun Daniel enggan bangun, dia masih ingin terus tertidur diatas ranjang bersama Viona.


Viona?


Daniel baru menyadari Viona tidak ada di dalam pelukannya lagi, dengan masih memejamkan mata, tangan Daniel terus meraba ke samping, tapi dia tidak mendapati keberadaan Viona.


Daniel bangun terlonjak begitu menyadari Viona tidak ada bersamanya, padahal semalam mereka tidur dengan saling berpelukan.


"Viona!" Daniel memanggil nama wanita yang sangat dicintainya itu.


Namun sayangnya, tidak terdengar sahutan dari Viona. Daniel segera bangkit, dia melihat ada selembar kertas di atas nakas.


Daniel mengerutkan keningnya, dia segera membaca surat yang Viona tulis di selembar kertas itu.


Daniel...


Terimakasih untuk segalanya. Aku tidak pernah menyesali pertemuan aku bersama kamu. Bagiku semuanya sangat indah dan membuat aku menjadi wanita yang sangat bahagia setiap kali bersama kamu.


Namun aku tidak bisa membiarkan hubungan kita tetap seperti ini. Kamu pantas mendapatkan perempuan yang lebih segalanya dari aku. Karena itu mulai sekarang lupakan lah aku, menikahlah dan hidup bahagia dengan wanita yang tulus mencintai kamu.


Aku tau mungkin setelah ini kamu akan membenci aku karena telah mempermainkan perasaan kamu. Maafkan aku. Tapi memang tak seharusnya hubungan kita seperti ini.


Selamat tinggal Daniel, aku harap hidup kamu akan bahagia dengan pasangan kamu nanti.


Semalam Viona menulis surat itu dengan menitikan air matanya, dia terus terisak karena sesungguhnya dia tidak ingin berpisah dengan Daniel, tapi ini semua demi kebaikan semuanya. Dia tidak ingin Daniel bersitegang dengan Pak Anderson gara-gara dirinya, dia tidak ingin Pak Anderson mengusik keluarganya gara-gara kesalahan dia bersama Daniel, dan dia ingin segera melepaskan diri dari Satria.


Daniel menggeleng, tanpa terasa dia menetaskan air matanya setelah membaca surat dari Viona, dia tidak menyangka bahwa semalam adalah pertemuan terakhir dia dan Viona.


Daniel tidak bisa menerima keputusan Viona yang tega meninggalkan dia begitu saja tanpa alasan yang jelas "Gak, gak bisa. Kamu gak bisa meninggalkan aku seperti ini."


Daniel segera pergi, dia harus mencari Viona kemanapun Viona pergi.


...****************...


3 bulan kemudian...


Satria dan Viona telah resmi bercerai, rupanya Viona menyewa pengacara untuk mengurus perceraian dia dengan Satria sampai tuntas.


Satria masih tidak terima dengan perpisahan ini, bahkan selama 3 bulan ini dia belum pernah bertemu Viona lagi, saat dia menampar Viona, itu adalah terakhir kalinya dia bertemu Viona. Bahkan om Ari pun tidak tau keberadaannya.


"Katakan dimana Viona berada?" Satria terus mendesak pengacara yang disewa oleh Viona.


"Saya tidak tau Pak, hanya saja tiga bulan yang lalu dia membayar saya untuk mengurus perceraian dia bersama anda sampai tuntas."


"Gak mungkin, dapat uang darimana Viona untuk membayar kamu?"


"Saya berani bersumpah Pak Satria."


"Arrrggghhh..." Satria mengacak-acak rambutnya, dia tidak bisa menerima semua ini. Apalagi sekarang dia harus meninggalkan rumah karena sudah tiga bulan dia tidak bisa membayar cicilan rumah, apalagi dia susah untuk mendapatkan pekerjaan karena Pak Anderson telah memblokir nama dia di semua perusahaan di negeri ini.


...****************...


"Ini sudah hampir tiga bulan Asisten Zi, bagaimana bisa kamu tidak menemukan juga keberadaan Viona?" Daniel mengatakannya dengan emosi.


Pria itu ini berubah bukan seperti Daniel yang dulu lagi, kini Daniel terkesan menjadi pria yang sangat dingin kepada siapapun.


Daniel nampak prustasi, selama ini dia sudah menyewa banyak detektif untuk mencari Viona, tapi sulit sekali untuk menemukan keberadaannya. Bahkan dia sudah mendesak Sandra menanyakan dimana Viona berada tapi Sandra selalu mengatakan dia juga tidak tahu dimana Viona.


"Maafkan saya Tuan, saya sudah melakukan segala cara untuk menemukannya, tapi saya usahakan akan bekerja lebih keras lagi, saya akan menyewa lebih banyak detektif lagi." Asisten Zi mengatakannya dengan sungguh-sungguh.


Daniel merasakan dirinya merasa mual, dia segera lari ke wastafel, entah mengapa akhir-akhir ini dia sering merasakan mual, bahkan dia tidak bisa tidur jika tidak memeluk kemejanya yang dulu dipakai Viona.