Semalam Dengan Istrimu

Semalam Dengan Istrimu
Dua Garis Merah


Pagi harinya, Viona menggeliatkan tangannya dengan mata terpenjam, dia tersenyum begitu menyadari dirinya tidak memakai kain satu helaipun. Hanya tertutupi selimut saja.


Semalaman entah berapa ronde dia melakukannya bersama Daniel, sampai mereka berganti tempat di tangga, sofa yang ada di Vila itu, lalu berakhir di kamar.


Daniel memang sengaja menyuruh para ART pulang, mereka bekerja hanya sampai sore saja, tidak menginap di Vila. Sementara para bodyguard tidak akan berani masuk ke dalam Villa tanpa seizin dari Daniel.


"Kau sudah bangun?" sapa Daniel yang baru keluar dari kamar mandi.


Pria itu terlihat lebih tampan dan menggoda jika rambutnya dalam keadaan basah seperti ini. Di tambah dengan keadaan Daniel yang hanya memakai handuk yang menutupi bagian bawahnya saja.


"Kenapa melihat aku seperti itu? Kamu mau lagi?" Daniel terkekeh.


Wajah Viona memerah. "Ish... bukan. Aku harus mandi dulu, lalu buatkan sarapan untuk kamu."


Namun Daniel malah menarik selimut Viona, membuat tubuh Viona begitu polos tanpa satu helai kain apapun, Daniel membuka handuknya, dia langsung menindih tubuh sang istri.


"Aku ingin makan kamu aja pagi ini."


"Tapi aku belum mandi, belum gosok...ahhh."


Daniel tak ingin mendengarnya, dia langsung saja melakukan penyatuan.


Daniel melakukannya dengan sangat pelan,mencium bibir Viona, tak peduli Viona belum gosok gigi, baginya wanita itu sangat wangi. Lalu menciumi leher Viona, menambah berapa tanda kism@rk di lehernya.


"Ahhh...Daniel!" Viona mulai mendes@h ketika Daniel mengu-lum bagian puncak di dada Viona, menghisap nya seperti bayi yang sedang disusui.


Viona memeluk erat punggung Daniel, padahal Daniel melakukannya dengan begitu lembut tapi rasanya sangat membuat Viona melayang ke angkasa.


Apalagi Daniel, dia merasakan milik Viona selalu sempit, seakan sedang memijat-memijat jantannya. Setiap bersama wanita lain dia sama sekali tidak berselera untuk melakukannya, walaupun mereka yang menawarkan diri dan tentu saja ada yang masih perawan. Tapi apalah kata perawan jika nyatanya dia tidak cinta. Dia hanya ingin melakukannya bersama Viona, cukup hanya bersama Viona saja.


"Aku masih penasaran." ucap Daniel sambil terus menggerakkan pinggulnya.


"Tentang apa?"


"Malam itu aku sedang mengompres kening kamu, aku melihat raut wajah kamu seperti ini seperti sedang menikmati bercinta. Kamu bermimpi dengan siapa melakukannya?"


Viona sangat malu jika membahas itu lagi, nyatanya dia memang tidak bisa move on dari Daniel, segala hal tentang Daniel, termasuk dalam urusan ranjang.


"Kamu." Jawab Viona dengan jujur.


Daniel tersenyum lebar, dia senang jika Viona memimpikan dirinya. Dia akan sangat cemburu jika Viona memimpikan pria lain. Apalagi mimpi bercinta. Dia mencium bibir Viona kembali, saat merasakan mencapai puncaknya.


Daniel sedikit mempercepat ritme gerakan pinggulnya, sehingga bisa mengantarkan keduanya menuju puncak kenikmatan, sampai badan mereka bergetar mencapai pelepasannya.


"Aku bisa mandi sendiri." Viona merasa canggung karena dia belum pernah mandi bersama Satria, dulu.


Tapi Daniel tidak mendengarkan protes dari Viona, Daniel membawa Viona masuk ke dalam bath up, mandi bersama dirinya, dia menyabuni seluruh badan Viona, walaupun sesekali dia mendaratkan ciuman ke bibir Viona dan menciumi dua bongkahan indah di dada Viona.


Setelah selesai mandi, dan memakai pakaian yang lengkap, Viona memasak untuk Daniel, Daniel menyempatkan diri untuk membantu Viona memasak, dia ingin menjadi suami yang baik untuk Viona. Dan ingin segera meresmikan pernikahan mereka secara negara jika urusannya dengan Alexa selesai. Dia ingin mengakhiri hubungannya dengan Alexa secara baik-baik, dia harap Alexa mau menerima permintaannya.


Baru setelah itu dia ingin berbicara dari hati ke hati dengan papanya bahwa dia tidak bisa menikahi Alexa, karena dia sangat mencintai Viona.


"Masakan kamu selalu enak." Daniel memuji masakan sang istri, betapa beruntungnya dia memiliki istri seperti Viona.


Saat itu mereka sedang menikmati sarapan paginya di ruang makan.


Viona yang sedang ikut sarapan pun dia tersenyum dengan penuh rasa lega, melihat Daniel sangat menikmati masakannya.


...****************...


"Huekk..."


"Huekk..."


Alexa merasakan mual di pagi hari ini. Sampai dia mengeluarkan semuanya di wastafel.


"Aish... apa aku salah makan ya."


Alexa terlonjak begitu menyadari dirinya yang tidak datang bulan di bulan ini. Apalagi dia lupa tidak meminum pil kontrasepsi setiap berhubungan badan dengan Andrian.


Alexa segera membeli tespeck ke apotek terdekat, dia menggunakannya pagi itu juga. Dia terkejut begitu melihat hasil dari tespeck itu.


Matanya melotot begitu melihat ada dua garis merah di tespeck itu, sebuah pertanda bahwa dirinya sedang hamil. Tentu saja mengandung anak Andrian.


"Oh gak, aku gak boleh hamil anak dari pria bajingan itu. Kalau pun aku hamil, harus anak dari Daniel. Aku hanya menginginkan Daniel."


Pagi hari itu Alexa memutuskan untuk pergi ke apartemen Daniel, dia memakai pakaian yang sangat seksi untuk menggoda Daniel, namun dia sangat kesal karena Daniel mengganti password pintu apartemennya.


"Aish...sial. Kenapa dia mengganti passwordnya."


Alexa malah dikejutkan dengan Sandra yang baru keluar dari apartemen yang ada disebelah Daniel. Dia sangat tau sekali apartemen itu milik Asisten Zi.


"Sandra, kenapa kamu bisa di apartemen Asisten Zi pagi-pagi begini." Alexa terkejut melihat Sandra memakai pakaian pria yang tentu saja kedodoran.


"Aku..." Sandra bingung untuk menjawabnya. Bahkan wajahnya memerah begitu mengingat kejadian semalam, makanya dia harus buru-buru pergi sebelum Asisten Zi bangun.