Kesambet Cinta Sang Dokter

Kesambet Cinta Sang Dokter
Kebencian Yang Semakin Memuncak Dan Operasi mendadak


Disebuah lokasi pemotretan outdor,seorang model cantik tengah berpose berbagai gaya dan sedang dipotret oleh seorang fotografer.Model itu adalah Sonya.


"Oke, bungkus.Selesai untuk hari ini".kata Bara si fotografer.


"Baiklah, terimakasih".ujar Sonya sambil menyalami Bara sambil tak lupa cipika cipiki.


Lalu Sonya pergi ke ruang ganti,dia memeriksa ponselnya,namun tak ditemukannya satu pun pesan,chat,apalagi telepon dari Kenzo.Bahkan chat yang dia kirimkan hanya diread aja ga dibalas.


"Kenapa dia?, kenapa jadi berubah seperti ini. Ga biasanya dia seperti ini,mencurigakan sekali."ujar Sonya kalut dan merasa curiga.


"Atau jangan-jangan yang digosipkan orang-orang tentang dia dan Danest itu benar adanya?!"tanya nya lagi lirih pada diri sendiri.


"Ini tak bisa dibiarkan!"pikir Sonya lagi


Lalu ia menelepon orang kepercayaannya untuk mencari dimana Kenzo berada.Dia ingin sekali menanyakan hal itu langsung kepada Kenzo.Kenapa akhir-akhir ini Kenzo seakan menghindarinya??.


Tak butuh waktu lama, Sonya mendapatkan kabar kalau Kenzo sedang ada dirumah utama keluarga Martadinata.


Sonya tak buang-buang waktu,dia menyuruh asistennya Molly untuk membereskan dan membawa semua barang-barangnya pulang.


Sedangkan Sonya sendiri langsung mengemudikan mobilnya menuju kerumah Tuan Martadinata.


Karena Sonya sudah dikenal sebagai kekasih Kenzo dirumah itu,security pun membiarkannya masuk begitu saja.


Diruang tengah,Kenzo yang sedang menatap foto dilayar laptopnya sambil senyum-senyum tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan Sonya dari arah belakangnya.



"Oooo jadi begitu rupanya,apa yang digosipkan oleh fortal online itu benar adanya!? ."Suara Sonya semakin meninggi sambil berkacak pinggang dan rahangnya mengeras.


"Memangnya kalau benar kenapa? apa yang mau kamu lakukan hahh?!!"tanya Kenzo balik.


"Aku ini pacar kamu,apa maksudmu melakukan semua itu?,Jadi feelling aku selama ini benar,bahwa kamu mempunyai perasaan khusus kepada Danest,perasaan yang lebih dari sekedar paman dan keponakan, iya!!!?".Sonya membelalak penuh emosi.


"Tepat sekali,itu kamu tahu".jawab Kenzo santai seraya bangkit dari duduknya dan berdiri dihadapkan kekasihnya itu.


Sonya tak kuasa menahan tangisnya,air matanya menetes😭😭😭


"Kamu tega Ken,jadi kamu anggap aku ini apa?! selama dua tahun kita pacaran.tapi sekarang..."tangis Sonya makin terisak.


Kenzo hanya melangkah santai sambil menghela nafasnya.


"Aku sengaja manfaatin kamu sebagai alibi untuk menutupi perasaanku yang sebenarnya terhadap Danest.Tapi setelah semua ini terbongkar, aku sudah tidak membutuhkanmu lagi.Sekarang kamu boleh pergi dan carilah penggantiku.Mulai hari ini kita sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi."pinta Kenzo sambil memegang kedua bahu Sonya.


"Kamu..!!! "Suara Sonya tercekat, ada rasa sakit yang begitu dalam.


Ditatap nya mata kekasihnya itu dalam-dalam kiri dan kanan mencari kebenaran.


"Awas saja kamu,aku ga kan pernah membiarkan kamu dan Danest hidup bahagia walau dengan siapapun."Racau Sonya sambil memukuli dada orang yang baru saja menjadi mantan kekasihnya itu.


Sonya berlari meninggalkan Kenzo yang terus memandang kepergian nya.


😍😍Rumah sakit


****


Danest yang mendapat telepon dari rumah sakit,segera mungkin bergegas kerumah sakit.Tanpa sengaja dia bertabrakan dengan seseorang.


"Aww..!!"pekik Danest.Saat keningnya menabrak tepat didada lelaki itu.


"Anda tidak apa-apa nona?. "tanya laki-laki yang mengenakan jas dokter dan masker diwajahnya.


hanya mata mereka yang saling menatap.Sekilas Danest teringat dengan mata itu.


Lalu lelaki itu berlalu cepat keruang Operasi.Sedangkan Danest pergi keramar rawat Papinya.


Betapa terkejutnya dia saat Suster Leny yang ada diruangan papinya itu memberitahunya bahwa Papinya sedang dilarikan keruang operasi.


Tadi Tuan Martadinata anfal lagi setelah menyaksikan berita di televisi mengenai putrinya.Jantungnya tidak kuat menahan rasa sakitnya,dia pun pingsan.


Dokter pun segera mengambil tindakan darurat untuk menyelamatkannya,tindakan yang akan dilakukan adalah pemasangan ring pada jantungnya.


Danest sangat cemas,dia menunggu didepan ruang operasi.Sambil menangis ia berdo'a untuk kesembuhan sang papi.


Dua jam berlalu,akhirnya lampu diatas pintu ruang operasi itu padam,suster yang terlebih dahulu keluar dari ruangan dan menyampaikan kepada Danest bahwa operasinya berhasil.


Suster juga mempersilahkan Danest untuk membaca berkas-berkas laporan kesehatan papinya terlebih dahulu.


"Pasien akan segera kami pindahkan kekamarnya".ujar suster itu.


"Baiklah sus, alhamdulillah kalau Papi baik-baik saja".Danest bernafas lega.


Dia menyesal telah menyebabkan Papinya jadi sakit.Tapi dia bersyukur bahwa akhirnya Papinya baik-baik saja.


****😍keesokan harinya


Danest sudah bangun dan sedang bersiap dikamar mandi rumah sakit tempat Papinya dirawat.


Hari ini dia memutuskan untuk menyerahkan tugasnya kepada sahabatnya Mitha.Karena Danest ingin menjaga Papinya yang masih belum pulih.


Papinya baru sadarkan diri jam 6 pagi ini,tapi masih lemah dan tubuhnya masih dipasangi beberapa selang dan alat rekam jantung.


Dokter Tsabit yang memasuki ruangan itu untuk memeriksa tuan Martadinata terkejut ketika matanya melihat gadis cantik yang ditolongnya tempo hari ada diruangan itu sedang mengeringkan rambutnya menggunakan hairdrayer.


"Kamu.. ".Danest pun tercekat tak kalah kagetnya melihat Dokter Tsabit.


Tsabit hanya tersenyum sekilas dan melanjutkan tugasnya untuk memeriksa Tuan Martadinata yang perlahan mulai membuka matanya.


Danest tidak menyangka kalau pria yang menolongnya itu adalah seorang Dokter.Ada rasa terpesona dihatinya melihat ketampanan Dokter itu dengan jas kerjanya.


"Alhamdulillah, kondisi Bapak sudah mulai stabil.Jangan lupa nanti obatnya diminum ya Pak."kata Dokter Tsabit.


"Jadi kamu dokter yang merawat Papi ku?"tanya Danest.


Tsabit hanya mengangguk dan tersenyum.


"A_pa ka_lian sudah saling ke_nal?."tanya Tuan Martadinata kepada keduanya dengan terbata-bata.


"Iya Pi, kemaren beliau ini yang sudah menyelamatkan Danest".jawab Danest pelan.


"Ooo, ka_lau begi_tu saya u-capkan te_rima_kasih Dokter".kata Tuan Martadinata lagi terbata-bata.


"Sama-sama Pak, itu memang sudah kewajiban kita sebagai manusia.Siapapun itu saya pasti akan membantunya".jawab Dokter Tsabit sambil senyum manis😊😊


Tuan Martadinata melirik kearah kedua anak muda itu secara bergantian.


***Bagaimana kisah selanjutnya??? akankah Kenzo menyatakan cintanya secara terbuka kepada Danest? Dan apakah dokter Tsabit bersedia dijodohkan dengan Danest?


ikuti terus kisahnya, pasti makin seru


****Bersambung***