Kesambet Cinta Sang Dokter

Kesambet Cinta Sang Dokter
Hari Yang Super Sibuk


Tsabit yang baru akan berangkat kerja bertemu dengan Kenzo didekat tangga.Keduanya terlibat tatapan sengit,dan pertengkaran.


"Hey,dokter sok hebat.Apa maksudmu menyandera anak buahku?!."Tanya Kenzo dengan amarah yang ditahan.


"Hekh!akhirnya paman mengakuinya sendiri.Ternyata benarkan mereka adalah anak buah mu.Entah bagaimana perasaan Danest kalau dia tahu bahwa paman yang dia percayai selama ini telah menyuruh orang untuk menghabisi calon suaminya kala itu.Bahkan kau ingin menggagalkan pernikahan kami dan membuatnya hampir kehilangan muka!."jawab Tsabit sinis dan tak kalah tinggi nadanya.


"Jangan mentang-mentang kau sudah jadi suaminya Danest,kau mengira aku tidak akan tega untuk membunuhmu!."tantang Kenzo.


"O ya,jadi paman menantangku sekarang.Jangan lupa paman Kenzo!aku punya kartu as mu dan dengan sekali telepon saja polisi akan datang untuk menjemputmu dan memasukkanmu kedalam penjara,aku belum melakukan itu karena aku ingat dengan Danest dan juga papi.Kalau tidak memandang keduanya pasti kau takkan kubiarkan bebas seperti ini,ingat itu!."Jawab Tsabit tegas.


"Apa kau bilang?,kau mau memenjarakan aku.Hekh!,Kau kira aku segampang itu buat masuk penjara!?."Kenzo tak bergeming,dia belum tahu bukti apa yang sudah dimiliki Tsabit.


"Ok,kita akan lihat nanti bagaimana caramu untuk menghindar dari polisi!."tantang dokter Tsabit lagi.Lalu dia segera berlalu karena ingin berangkat kekampus tempatnya mengajar.



"Hey,tunggu dulu!.Memangnya bukti apa yang kau punya ha!!?."Kenzo mulai khawatir.


"Kau fikirkan saja sendiri,paman Ken-zo."jawab Tsabit dengan nada menyindir๐Ÿ˜.Tsabit pun tersenyum sinis dan meninggalkan Kenzo dengan muka tegangnya.๐Ÿ˜ฅ


Tanpa fikir panjang Kenzo pun kembali ke kantor MN Group dengan fikiran yang kacau.


๐ŸขSementara itu dikantor MN Group


Seperti biasanya Danest disibukkan dengan pekerjaannya.Kali ini perusahaan benar-benar sibuk,banyak pesanan dibagian furniture.Sedangkan dibagian property juga tak kalah menjanjikan keuntungan yang besar.


Pernikahan antara Danest dan dr.Tsabit memang mendatangkan keuntungan untuk perusahaan.Banyak kolega baru yang datang menawarkan kerja sama,sehingga Danest pun merasa sedikit kewalahan.Untung ada Mita yang selalu membantunya dikantor,sahabatnya itu memang sangat berkompeten.



"Coba kamu sampaikan berkas ini ke paman Kenzo Mit!."Suruh Danest.


"Aku belum melihat pamanmu itu hari ini,coba aku lihat keruangannya."jawab Mita.


"Aku rasa dia sudah dikantor,tadi aku juga tidak bertemu dengannya dirumah.Bilang sama dia untuk mengecek berapa budget yang harus dikeluarkan untuk proyek baru itu,jangan sampai kita salah kasih nilai budgetnya.Nanti kalau sudah,kamu harus segera buatkan proposalnya."jelas Danest.


"Siap bu bos."jawab temannya itu sambil bergaya kayak prajurit,membuat Danest tak bisa menahan tawanya.


"Apaan sih Mit๐Ÿ˜‚."kata Danest geli.


Mita segera menuju keruangan Kenzo yang hanya berseberangan saja dengan ruangan temannya itu,hanya dipisahkan lorong panjang saja.


Mita mengetuk ruangan Kenzo,tapi tak ada sahutan didalamnya.Mita pun berinisiatif membuka pintu itu dan mengintip kedalam.


Namun orang yang diajak bicara hanya diam mematung sambil menatap nanar kearah luar gedung dan mengepalkan tangannya dikaca,seolah sedang fokus memikirkan sesuatu.


Kenzo memang baru tiba lagi dikantor,tadi dia sengaja pulang sebentar untuk memperingatkan Tsabit setelah ia mendapat laporan dari salah satu anak buahnya bahwa Tsabit telah menahan salah satu diantara mereka.


Kenzo jadi merasa tidak tenang,terlebih lagi tadi Tsabit malah balik mengancamnya.Sekarang dia sedang fokus memikirkan mengenai bukti apa yang dimiliki Tsabit untuk menjatuhkannya.


"Memangnya bukti apa yang dia miliki untuk menjatuhkan aku,sial!!."Kenzo tak sadar dengan keberadaan Mita diruangannya.Setelah dia berbalik,dia kaget bukan main karena Mita berdiri dihadapannya.


"Apa yang kamu lakukan disini?."tanya Kenzo kaget.


Mita jadi merinding mendengar perkataan Kenzo.


"Maaf tuan,dari tadi saya panggil tuan hanya diam.Tadi saya sudah mengetuk pintu tapi tak ada jawaban,jadi saya masuk saja.Saya disuruh ibu Danest untuk memberikan berkas ini kepada anda untuk anda periksa,nanti kalau budget nya sudah disesuaikan saya akan membuatkan proposalnya."Jawab Mita.


"Baiklah,kamu tinggalkan saja disitu nanti saya periksa."Kenzo pun menyuruh Mita pergi,dia sedang tak mau diganggu.Dia kembali disibukkan dengan fikirannya sendiri.



Kenzo berfikir untuk menyuruh anak buahnya yang lain untuk mengikuti dr.Tsabit kemana pun agar mereka bisa tahu,kira-kira bukti apa yang dimiliki dr.Tsabit untuk menjatuhkannya.


Kenzo segera menelpon anak buahnya untuk melakukan hal itu.


Sedangkan dokter Tsabit sendiri tengah disibukkan memberi mata kuliah untuk para mahasiswa dan mahasiswi kedokteran dikampus,banyak mahasiswi yang menaruh hati pada dokter tampan ini.Tak jarang dari mereka sering memberikan hadiah kecil berupa cokelat atau pun bingkisan lainnya untuk menarik perhatian dr.Tsabit,tapi tentu saja hal itu tidak akan bisa membuat dr.Tsabit berpaling dari Danest seorang.


Dokter Tsabit memulai sesi tanya jawab dengan para mahasiswanya itu,dan mereka bergantian menjawab.



(seorang mahasiswi yang sedang menjawab pertanyaan dari dokter Tsabit)


***๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Bersambung.....๐Ÿ˜˜


jangan lupa like dan komennya sayang


biar thor makin semangat๐Ÿ˜๐Ÿ˜


i love you all๐Ÿ˜˜***