
Semua urusan untuk rapat sudah disiapkan oleh Mitha sebelum dia cuti.Danest pun juga mulai menyiapkan keberangkatannya ke Korea.
Hari ini Danest begitu sibuk,pagi-pagi harus memimpin rapat dibantu oleh Tuan Martadinata.Setelah rapat selesai Danest pun segera menuju ke rumah sakit untuk menjemput Dokter Tsabit.
Kedua suami istri itu ingin ikut membantu persiapan pertunangan kedua sahabatnya.Dokter Tsabit yang tengah ngobrol bersama rekan-rekan dokternya dikagetkan dengan kedatangan sang istri.
"Oh,Dokter Tsabit ada yang menjemput rupanya."kata dr.Pras tiba-tiba.
Dokter Tsabit yang membelakangi istrinya jadi terkejut mendengar kata-kata dari dr.Pras.Dokter Tsabit pun menoleh kebelakang,benar saja ternyata ada sang istri dibelakangnya.
"Ough,kamu sudah datang rupanya."kata Tsabit.
"Iya,apa kamu sudah siap?ayo kita berangkat."ajak Danest.
"Baiklah,aku ambil tas ku dulu diruanganku."jawab suaminya itu.
"Aku ikut juga sayang."pinta Danest.
"Ayo."Tsabit pun menggandeng tangan sang istri menuju ruangannya.
Begitu sampai diruangannya,Tsabit membereskan berkas dimejanya.Danest yang masih berdiri melihat-lihat kesekeliling ruangan suaminya itu,tiba-tiba matanya tertuju pada suatu benda diatas meja kerja suaminya.Benda yang membuatnya merasa dianggap penting,apalagi kalau bukan foto pernikahannya bersama dr.Tsabit.
Danest benar-benar tidak menyangka jika suaminya itu menyimpan foto pernikahan mereka dimeja kerjanya.
Terpaku,tersanjung,terdiam dan senyum-senyum sendiri,hanya itulah yang bisa Danest lakukan.
Betapa bangga dan berbunganya hati Danest saat ini,bahkan dirinya saja belum kefikiran untuk menaruh foto suaminy diruang kerjanya.
"Ayo."Tsabit mengajak Danest untuk segera berangkat,namun yang diajak malah bengong memandangi foto yang ada diatas meja.
"Sayang,ada apa?."Tsabit menyapa Danest yang bengong dengan memegang lengannya lembut.Dia tahu bahwa sekarang istrinya itu sedang terhipnotis dengan isi figura diatas meja,akan tetapi dia masih belum ingin membahasnya.
"Oh,iya..maaf aku cuma spichles aja melihat foto itu ada diruangan kamu.Aku ga nyangka kamu mau menyimpannya disini."
"Oooo,begitu.Tentu saja aku harus menyimpannya disitu,agar para pasienku tahu kalau aku ini sudah menikah."jawab Tsabit dengan senyuman khasnya.
"Benar juga,kamu kan banyak sekali fans nya."jawab Danest sambil menunduk.
"Tapi aku lebih suka jika kamu yang jadi fans ku,bagaimana kalau mulai sekarang kamu jadi fans beratku?."tanya Tsabit sembari mendekat kearah Danest.
"Ooo ya,masa' sih??."Danest menghindar dan senyum-senyum sambil berjalan kearah pintu.
Tsabit jadi bingung dengan apa yang dilakukan oleh istrinya,baru saja dia mau menggodanya sedikit,eh Danest sudah lari.
"Iya tunggu aku sayang."Tsabit pun menyusul istrinya yang sudah lebih dahulu keluar dari ruangannya itu.
Mereka berangkat bersama dengan mobil Danest langsung menuju kerumah Mitha.
Pertunangan ini akan diadakan dikediaman orang tua Mitha.Setelah setengah jam berkendara,sepasang suami istri ini kini telah tiba ditempat acara.
Terlihat belum begitu ramai,Baru ada pihak keluarga Mitha dan pihak EO yang sibuk wara wiri mempersiapkan segala perlengkapan.
Danest mengajak suaminya untuk langsung masuk aja,diruangan tengah rumah Mitha sudah ada Papa dan Mama Mitha yang bersiap menyambut para tamu yang mulai berdatangan,begitu juga dengan pihak calon besan yang satu persatu mobilnya mulai memasuki halaman rumah mereka.
"Nak Danest,langsung aja kekamar Mitha.Dampingi dia ya."Pinta Mamanya Mitha.
"Oke tante,titip suami Danest ya😁😁."Danest melirik kearah suaminya itu untuk minta izin.
Dokter Tsabit hanya mengangguk dan duduk dikursi tamu yang sudah disediakan.
Tak lama kemudian ada yang menepuk pundaknya.
"Hey bro,apa kabar?."sapa orang itu.
"Heyyy,wah ini nih calon pengantinnya datang."Tsabit menyambut rekan satu propesinya itu dengan yel yel seperti biasanya.Salaman adu jotos.
"Kok sendirian aja,mana istri loh?."tanya dokter Barry.
"Lagi sama calon elo didalam,dia mau ngedampingin sahabatnya.Kejutan banget ya,tau-tau mau tunangan aja,dan kabarnya abis ini langsung nikah ya?."Tanya Tsabit lagi.
"Iya bro,ini juga kan atas nasehat elo tempo hari.Akhirnya gue bilang ke Bokap Nyokap gue soal Mitha dan mereka setuju.Finally...ya beginilah."dokter Barry mengangkat kedua tangannya.
"O ya,sebelum yang lain pada ngucapin,gue duluan yang mau ngucapin.Selamat ya Bro atas pertunangan elo sama Mita,semoga kalian langgeng sampai jenjang berikutnya."ucap Tsabit seraya memeluk rekannya itu.Dan dibalas juga pelukan oleh Dokter Barry.
"Terimakasih bro,terimakasih banyak karena udah mendukung hubungan kami berdua selama ini."jawab Dokter Barry.
Karena semua tamu sudah datang,Mita dan Danest pun keluar dan menaiki panggung kecil yang disediakan ditengah-tengah.
Acara tukar cincin pun dimulai,Danest kembali duduk disisi suaminya.Sedangkan dokter Barry sekarang sudah ada disisi Mitha diatas panggung.
Keduanya nampak serasi sekali,tukar cincin pun berjalan lancar.Semua tamu pun bersorak gembira.Danest dan Dokter Tsabit juga tak ingin melewatkan foto bareng kedua calon mempelai.
Kedua pasang sejoli ini,nantinya akan honeymoon bareng ke negeri gingseng.
😍😍😍😍😍😍😍