Kesambet Cinta Sang Dokter

Kesambet Cinta Sang Dokter
Muncul Masalah Baru


Sore hari sepulang dari kantor,Danest baru bisa mengunjungi Papinya dirumah sakit karena banyak sekali pekerjaan yang harus dia tangani sendiri dan tak bisa diwakilkan.


Setiba dirumah sakit,dia hanya menjumpai Papinya yang tengah tertidur.Tadi Suster Leny sudah memberitahukan kepadanya kalau dia harus menemui dokter spesialis jantung yang menangani Papinya itu.


Namun ternyata jam segitu Dokter nya sudah pulang.Jadi gagal lagi dia bertemu Dokter Bit 😁😁


Danest menelpon asisten rumah tangganya Bik Sari untuk mengantarkan beberapa pakaian untuknya dan juga sang Papi.Danest membersihkan diri dikamar mandi ruang VIP itu,dan setelah berganti pakaian santai dia duduk dikursi disamping brangkar Papinya.


Tuan Martadinata terbangun dari tidurnya, dan melihat kearah putri semata wayangnya itu duduk.


Dulu dia memang mempunyai dua orang anak,namun anak keduanya meninggal saat masih berumur sembilan bulan karena demam berdarah.


Sedangkan istrinya meninggal dikarenakan kecelakaan saat mobilnya menabrak truk dari arah berlawanan 5 tahun yang lalu.


Sehingga tersisa dia dan Danest yang harus tetap melanjutkan hidup.


Sepeninggal istrinya Tuan Martadinata sedikit tak terurus,walaupun dia mempunyai banyak pelayan dan juga uang,tapi kehilangan orang yang sangat dicintai membuatnya menyibukkan diri dengan bekerja,sedangkan Danest lebih banyak diurus oleh pelayannya.


Sekarang Usia Danest sudah 22 tahun, sebentar lagi dia akan lulus dari kuliahnya.Dia memang baru-baru ini menggantikan sang Papi dikantor,karena kondisi Tuan martadinata yang kadang-kadang ngedrop.


"Papi.. sudah bangun?. "sapa Danest haru.


"Iya sayang,kamu dari mana aja.Kenzo bilang kamu hilang diculik."tanya Papinya balik.


"Aku ga papa kok Pi,hanya ada sedikit kesalah pahaman aja".Danest mencoba menutupi masalah dari Papi nya. Sambil tersenyum sumringah,agar Papinya tidak curiga.


Danest menyuapi Papi nya itu dengan menu makan malam dari rumah sakit.Setelah itu dia membantu Papi nya minum obat.


Setelah magrib tiba dia bergegas menunaikan sholat magrib,lalu makan malam dengan makanan yang diantar oleh asisten rumah tangganya.


Karena kecapean akhirnya dia tertidur lelap.


***keesokan harinya🤨


Setelah menyuapi papinya sarapan,Danest pun pergi meninggalkan rumah sakit itu untuk kembali bekerja.


Karena perutnya belum diisi,dia pun menepikan mobilnya disebuah coffee shop yang menyediakan tempat outdor.Danest memesan menu spagheti aglio dan juga jus mangga kesukaan author(lah kok😅😅)



(Danest Pearly Martadinata yang sedang menunggu pesanannya datang)


Setelah makanan yang dipesannya tiba,dia segera menghabiskan makanannya.Karena dia juga diburu-buru waktu.


Ketika dia hendak meninggalkan cafe itu,tiba-tiba dia bertabrakan dengan seseorang yang sangat membencinya.


Siapa lagi kalau bukan Sonya kekasihnya Kenzo.Mata Sonya menatap tidak suka kepada Danest dengan tatapan penuh amarah.


Sonya makin tidak suka karena berita yang dua hari ini sedang viral mengenai perasaan Kenzo yang mencintai keponakannya sendiri.


tapi mereka ga sampe ribut-ribut,karena saat itu Danest segera pergi.Bukan untuk menghindari Sonya,tapi dia pergi karena pekerjaannya sudah menanti.


Hari ini dia harus meninjau beberapa tempat geray furniture miliknya yang sedang mengadakan pameran produk yang baru dilounching kemaren.


Menurut laporan dari staf nya,produk mereka kurang banyak peminatnya,mungkin dikarenakan gosip yang sedang berkembang dimasyarakat.


Dirumah sakit,Dokter Tsabit juga bingung dengan tatapan mata orang-orang yang dilewatinya.


"Ohhh dia kan orang yang difoto bersama putrinya Tuan Martadinata itu,jadi dia seorang Dokter?? "(bisik mereka)


Para karyawan dirumah sakit itu pun tak kalah heboh,menanggapi berita yang mereka ketahui dari mulut kemulut dan saking penasarannya tak jarang dari mereka yang bergegas mencari berita viral itu diponselnya.


"Dokter Bit,aku broken heart nih.Kok dokter ga bilang sih kalau dokter udah punya tambatan hati.Wah,jangan-jangan bentar lagi kita bakal dapat undangan,ya ga?".ledek para perawat dan juga rekan dokter lainnya yang berpapasan dengannya dikoridor.


Hal itu membuatnya jadi penasaran juga,salah satu Suster memperlihatkan foto-foto dirinya yang sedang menggendong seorang wanita yang seperti menggunakan gaun pesta didepan sebuah penginapan.


Matanya melotot ketika menyaksikan berita itu, dia ga menyangka bakal jadi viral dan ini juga bisa mencoreng citra baiknya.Karena kesibukannya akhir-akhir ini yang sangat padat membuatnya tidak punya banyak waktu untuk membuka medsos.


Dan video saat dia ditonjok oleh Kenzo didepan Hotel Aglonema juga tak kalah mengejutkannya.


Tiba-tiba ibunya menelpon dan mengintrogasi dirinya.Tentu saja dokter Tsabit menceritakan hal yang sesungguhnya terjadi pada malam itu.Ini mengenai nama baik kedua keluarga.


Menjelang waktu kunjungan keruang pasien, Suster Leny menghampiri dokter Tsabit dan memberitahu kalau sekarang jadwal pemeriksaan Tuan Martadinata.


Namun tuan Martadinata lagi-lagi hanya sendirian diruangannya,rencana untuk membicarakan tindakan pengobatan selanjutnya pun dicancel karena tidak adanya pihak keluarga.


Dokter Tsabit melakukan prosedur pemeriksaan seperti biasanya menggunakan stetoskopnya.


Sementara itu melihat ketelatenan sang dokter muda,Tuan Martadinata jadi kepikiran soal putrinya Danest.Terbersit dihatinya rasa suka dengan sikap dokter Tsabit yang santun, baik hati,dan ramah.Dia pun memberanikan diri untuk bertanya


"Apa Dokter sudah punya kekasih?kata suster Leny Dokter masih single".


"😁😁saya memang masih single kok Pak,dan juga saya belum punya pacar. "jawab dokter Tsabit diiringi senyuman yang menampakkan gigi putihnya.



Tuan Martadinata tersenyum puas,entah kenapa dia ingin sekali menjadikan Dokter yang merawatnya itu sebagai menantunya.Hatinya mengatakan klik.


"Selesai,saya pamit permisi dulu Pak.Nanti sore sebelum pulang saya akan visit sekali lagi kesini."jelasnya kepada pria paruh baya itu.


"Iya Dok,semoga saja putri saya sudah disini pas Dokter visit nanti,saya akan segera mengabarinya".ujar Tuan Martadinata bersemangat.


🤨sementara itu


****


Danest yang disibukkan berkunjung ke geray di Mall yang satu ke Mall lainnya untuk mengecek langsung penjualan produk terbaru dari perusahaan MN group itu merasa sangat frustasi.


Dihari kedua makin mengalami penurunan minat konsumen,mau tidak mau mereka mengadakan diskon yang lumayan memangkas keuntungan yang akan didapat oleh perusahaan.


Tapi mau gimana lagi,ini sudah sangat beresiko.Apalagi mereka sudah melakukan produksi secara besar-besaran karena sangat yakin kalau produk ini akan sangat laris dipasaran, namun kenyataannya berbeda.


Karena hal yang tak terduga itu,maka perusahaan kemungkinan akan menderita kerugian.


Memang sih usahanya tak hanya bergerak dibidang furniture saja,tapi imbas dari masalah ini bisa saja akan merembet kebagian property.


Bersambung bebs 😘