
Selesai makan malam,Danest dan Tsabit masuk kekamar Tsabit yang ada dirumah Mamanya itu.Danest yang merasa gerah baru saja keluar dari kamar mandi dan mengenakan baju tidur piyama.Sedangkan Tsabit dari tadi sibuk merapikan bantal dan selimut ditempat tidur.
"Biar aku aja sayang yang ngerapiin."ujar Danest ketika melihat suaminya yang sedang sibuk dengan bantal ditangannya.
"Udah mau selesai kok."jawab suaminya itu.
"Kita keruang keluarga aja dulu yok,ngobrol-ngobrol sama Mama Papa.Udah lama kan kita ga main kesini."Ajak Danest.
"Aku mandi dulu ya,kamu kalau mau duluan,duluan aja."Tsabit segera mengambil handuk dari dalam lemarinya dan masuk kekamar mandi.
Danest yang merasa ga enak kalau ga keluar kamar padahal masih sore,sekarang sedang berjalan menuju ruang keluaraga, keluarga Atmaja.
Ternyata disana masih ada Mama dan Papa,sedangkan Tsania masih sibuk mengerjakan tugas kuliah dikamarnya.
"Lagi nonton acara apa Ma,Pa?."sapa Danest.
"Biasa sayang,sinetron jaman now yang lagi viral itu."jawab Mama.
"Emang ada Ma sinetron yang viral."tanya Danest.
"Itu sinetronnya,Aladin."jawab Mama Anita seraya menunjuk kearah tv.
"Danest jarang nonton tv ma,jadi kurang gaul."Jawab Danest malu-malu.
"Kamu pasti sibuk kan,jadi mana punya waktu untuk nonton sinetron.O ya mana anak itu?."tanya Mama.
"Dia lagi mandi Ma,bentar lagi kesini kok."Jawab Danest.
Benar saja,tak lama setelah itu Tsabit muncul dan duduk disamping istrinya.
"Lagi ngobrolin aku ya?."tanyanya.
"Ga kok,orang kita ngomongin sinetron."Kata Mama.
"Iya,siapa yang ngomongin kamu."timpal Danest.
"Kita foto yuk,Mama kan kangen sama kalian.Nanti mau Mama pamerin sama teman-teman arisan Mama."ajak Mama Anita dengan penuh semangat.
"Kayak anak kecil aja Ma."sahut Papa Leo yang sedari tadi sibuk dengan laptopnya.
"Ya udah kalau Papa ga mau ikut,kita aja ya kan sayang."Kata Mama Anita seraya minta persetujuan dari anak dan menantunya.
"Ok ma,yuk kita foto bareng."jawab Danest sambil mendekatkan diri kedekat Mama mertuanya.Sedangkan Tsabit hanya tetap nyender dikursi.
Mama Anita masih terlihat cantik diusianya sekarang,sebagai nyonya besar dia ga begitu dipusingkan dengan perihal apapun didalam hidupnya.Semuanya tinggal perintah,dan suruh-suruh aja.
Ketiganya sangat manis dalam satu frame.Mama Anita juga tak lupa memposting foto itu diakun IG nya.
"Sweet banget kan sayang."kata Mama Anita sambil memperlihatkan Foto di layar ponselnya itu kepada tuan Leo suaminya.
"Iya,bagus banget Ma."sahut papa Leo.
Mereka pun berbincang -bincang sambil menikmati sisa Tiramishu dan juga teh.
Karena sudah jam 10 malam,Mama menyuruh Danest dan Tsabit untuk segera beristirahat Karena besok mereka berdua akan bekerja.
"Jangan lupa,bikin cucu ya buat Mama.Mama udah pengen loh nimang cucu.Ga usah ditunda-tunda."kata Mama Anita sebelum keduanya berlalu.
Sehingga Tsabit dan Danest yang mendengarnya jadi menghentikan langkahnya dan saling menoleh satu sama lain.
"Tenang aja Ma,yang penting Mama bantu do'a nya aja,biar kita berdua segera dikasih momongan."jawab Tsabit dengan lantang sambil melirik kearah Danest yang tampak malu-malu.
"Bagaimana mau jadi cucu Ma,orang istriku ga mau disentuh."Bathin Tsabit.
Tak lama kemudian Mama Anita keluar dengan membawa sebuah amplop putih.Kemudian amplop itu diserahkannya ketangan Danest.
"Ini hadiah pernikahan untuk kalian,tiket bulan madu ke korea."kata Mama.
"Bulan madu Ma."Danest kaget sampai dahinya menggerenyit.
"Iya sayang,mmm pasti kamu ga mau ya ninggalin bisnis kamu.ini cuma seminggu kok sayang."Kata Mama lagi.
"Iya,nanti kita fikirin dulu ya Ma."timpal Tsabit,dia tahu mungkin Danest sedikit keberatan dengan rencana Mama.
"Jangan lama-lama,sayang loh tiketnya udah dibooking."Jawab Mama.
"Iya Ma,insya Allah."Sahut Danest pula.
Keduanya pun berterimakasih kepada Mama Anita karena sudah repot-repot mikirin soal honeymoon keduanya segala.
Danest yang duluan masuk kekamar memilih tidur disisi kiri.Sedangkan Tsabit tersisa tempat disisi kanan.
Dalam diam dia memperhatikan istrinya itu dalam-dalam.
"Ada apa,apa kamu keberatan dengan permintaan dan keinginan Mama tadi?."tanya nya.
"Keberatan???,aku rasa ga juga."Jawab Danest.
"Berarti kita... bisa.."Tsabit hati -hati berkata sambil menautkan jari telunjuk nya kiri dan kanan.
"Apaan sih."Danest menimpuk suaminya itu dengan bantal.
"Aww,sakit sayang."Kata Tsabit sambil memegangi kedua tangan Danest.
"Jangan mikir aneh-aneh dulu deh,aku belum siap."kata Danest sambil menunduk.
"Aku akan tunggu sampai kamu siap sayang."Jawab Tsabit dengan nada sedikit kecewa.
"Kamu ga marah kan."Danest merasa bersalah,karena dia bisa merasakan kalau suaminya itu sudah menginginkan dirinya saat ini.
"Ga kok sayang,kenapa aku harus marah sama kamu."Kata Tsabit sambil melepas tangan istrinya perlahan.
Kemudian dia berbaring dibantal sebelah istrinya,Danest yang merasa tidak enak karena mengecewakan Tsabit kini mencari cara agar suaminya itu bisa memaafkannya.
Sebenarnya dia pun juga ingin memadu kasih,hanya saja dia merasa kurang percaya diri.Maklum saja Danest memang ga pernah pacaran sama sekali,pengalaman merayu dan bercinta jauh dari kamusnya.
Perlahan-lahan Danest membaringkan kepalanya dilengan suaminya,yang baru akan terpejam.Membuat Tsabit menjadi ga jadi memejamkan matanya.
Tsabit spontan duduk kembali dan tersenyum bahagia karena Danest mau manja-manja dengan dirinya.
"Kamu kalau mau manja-manja gini ga pa pa kok,tiap hari tiap malam juga ga pa pa.Dengan senang hati."ujar Tsabit gombal.
"Aku cuma mau bersandar aja kok,ga lebih."jawab Danest sambil senyam senyum.
"Mau yang lebih juga ga pa pa kok sayang,dengan senang hati aku akan melayanimu tuan putri."ujar Tsabit lagi.
"ππmau nya...."jawab Danest sambil memegang dagu suaminya.
Entah terhanyut atau kesambet cinta sang dokter Danest jadi mematung saat bibir suaminya itu menaut dibibirnya.
Keduanya terhanyut dalam ciuman yang begitu dalam dan panjang sebelum akhirnya tertidur dan saling memeluk.
ππππ
Bersambungπ