Kesambet Cinta Sang Dokter

Kesambet Cinta Sang Dokter
Rencana Balas Dendam


Sonya yang mendapatkan kabar dari anak buahnya tentang data-data Dokter Tsabit tersenyum licik.


"Karena kau sudah berani mengganggu hidupku dan cintaku,maka aku juga akan melakukan hal yang sama kepadamu wanita munafik".ujar Sonya sambil tertawa seram kayak mak lampir.


"hahahahahhaha"😂😂😂😂😂


🏥🏥


🙄***Ruangan dokter Tsabit


"Sus,panggilkan pasien berikutnya"


"Baik Dok".Suster pun keluar dan memanggil nomor antrean.


"Nomor 21".panggil Suster.


Seorang gadis cantik berdiri dan memasuki ruangan dokter tampan itu.


"Ya, silakan duduk Nona".Dokter Tsabit bersikap ramah.


Gadis itu pun duduk dikursi berhadapan dengan dokter Tsabit.


"Bisa ceritakan keluhan apa yang anda alami?".tanya Tsabit.


"Disini saya sering sakit dok".Jawab gadis itu yang tak lain adalah Sonya.Sambil menunjuk dada kirinya.


"Sejak kapan anda merasakan sakitnya? ".


"Sejak seminggu ini dok".jawab Sonya dengan wajah yang dibuat seolah sedang menahan sakit.


"Kita tensi dulu,silahkan berbaring di brangkar."tunjuk Tsabit kearah tempat tidur pasien diruangannya itu.


Sonya sudah bertekad ingin merusak hubungan Danest dengan dokter Tsabit. Ia mengira kalau Danest dan Tsabit punya hubungan spesial.Demi melancarkan balas dendamnya Sonya sengaja berpura-pura sakit agar bisa masuk kedalaman kehidupan dokter itu dan merebutnya dari sisi Danest.Padahal saat ini hubungan Danest dan dokter Tsabit belum ada apa-apa sama sekali.


(Sonya yang sengaja berpenampilan Sexy bermaksud menggoda dokter Tsabit.Dia juga memotong rambutnya karena frustasi putus dari Kenzo)


Setelah selesai memeriksa keadaan jantung Sonya,Dokter Tsabit menjelaskan bahwa kondisi jantung Sonya dalam keadaan baik-baik saja.


Dia menyarankan agar Sonya banyak beristirahat dan jangan terlalu setres.


"Dokter ini mirip dengan yang diberitakan bersama Danest Martadinata itu kan?".Sonya pura-pura belum tahu berita itu.


"Ah, itu hanya kesalah pahaman saja".jawab Tsabit sekenanya.


"Kesalah pahaman bagaimana maksudnya Dok? "tanya Sonya penuh selidik.


"Saya rasa itu sudah kawasan pribadi saya, maaf saya tidak bisa menjelaskannya kepada anda".jawabnya lagi.


"Boleh saya minta nomor anda Dok,siapa tau saya butuh sewaktu-waktu untuk menghubungi anda.Jika nanti saya mengalami gejala seperti ini lagi. "pinta Sonya.


"Baiklah,ini kartu nama saya".Dokter Tsabit menyerahkan selembar NameCard ketangan Sonya.


"Ooo ya sudah Dok terimakasih,saya permisi dulu".Sonya segera meninggalkan ruangan itu.


"Hemmm, ternyata susah sekali mendekati Dokter itu.Lihat saja nanti aku pasti akan mendapatkanmu!Dan Danest, kamu pasti akan merasakan lebih sakit dari apa yang aku alami!."gumam Sonya.


😍Dua hari kemudian


🏥


Hari ini jadwal check up Tuan Martadinata.Danest yang menemani papinya itu kerumah Sakit.


Mereka sudah membuat janji temu dengan Dokter Tsabit.


"Dokter Bit,pagi ini jadwal Check Up nya Tuan Martadinata.Beliau sudah menunggu diluar bersama putrinya. "kata Suster.


"Apa?Oo suruh mereka masuk".Tsabit agak kaget tadi.Dia merapikan jasnya.


Suster pun keluar dan memanggil pasien.


Mengingat Tuan Martadinata sudah mengatakan permintaannya waktu itu. Ditambah lagi keinginan Papanya agar dia menikah dengan Danest,membuat perasaannya makin ga karuan .


Danest pun ikut duduk disamping Papinya.Setelah melakukan tanya jawab soal keluhan-keluhan yang masih dialami tuan Martadinata dirumah mengenai penyakitnya,Tsabit memeriksa tekanan darah dan juga mengecek jantung tuan Martadinata dengan alat khusus,dia meminta suster untuk mencatat semuanya dibuku laporan.


Dokter Tsabit meresepkan obat untuk ditebus diapotek dan memberikan resepnya kepada Danest.Mata mereka saling bertemu,sesaat keduanya terpaku untuk beberapa detik.


Tuan Martadinata yang menyaksikan hal itu hanya tersenyum seraya berdehem ria.


"Uhukkk uhuuk"pura-pura batuk.Membuat pandangan mereka terputus.


"Sudah puas lihat-lihtannya,kalau belum lanjutkan saja Papi tunggu diluar. "kata Tuan Martadinata tersenyum bahagia menyaksikan kedua pasang mata yg terlihat gugup itu.


"Ah nggak Pi,ayo kita keluar".ajak Danest kemudian.


"Kami permisi dulu Nak Dokter".ujar tuan Martadinata pamit.


"Iya,Assalammu'alaikum pak. hati-hati dijalan".jawab Dokter Tsabit dengan senyum sumringah.


Danest hanya menunduk malu dan menganggukkan kepalanya sebagai tanda pamit.


Setelah keluar dari ruangan itu,Danest pamit ke Papinya untuk ketoilet sebentar karena dia sudah kebelet pipis.


Tuan Martadinata melihat dokter Tsabit berjalan dikoridor sendirian.Ia segera memanggil dan menghentikan Dokter itu.


"Dokter,nak dokter",panggilnya


"Iya,ada apa pak?? "tanya Tsabit,Tsabit menghentikan langkahnya.


"Bisa kita bicara sebentar? "


"Mengenai apa? "


"Pembicaraan kita tempo hari. "


"Baiklah,kita keujung sana aja. "Tsabit menunjuk ruang dipinggir dinding kaca


(*T**uan Martadinata yang sedang membujuk dokter Tsabit untuk bersedia menjadi menantunya*)


"Biarkan kami saling kenal dulu Pak,saya tidak munafik.Anak Bapak memang cantik dan baik,semua lelaki normal pasti akan bersedia menikahinya.Tapi kami juga butuh perkenalan dulu kan? 😁. "terang dokter Tsabit


Tak lama ada Suster Leny yang memanggilnya dan memberitahu bahwa dia sedang ditunggu diruangan direktur rumah sakit.Dia pun pamit dan bergegas pergi.


Danest selesai dari toilet dan menemui Papinya.


"Papi dari mana?".tanyanya.


"Ga dari mana-mana,tadi cuma lihat-lihat pemandangan dari kaca itu.ternyata cukup indah diluar sana".jawab papinya bohong.


"Ya udah kita pulang yuk,tapi sebelum pulang kita mampir ke apotek dilantai satu dulu. "ajak Danest sambil menggandeng tangan Papinya.


Mereka pun, pulang kerumah diantar supir.Hari ini Danest lagi malas menyetir.


🚗Di dalam mobil, Danest membayangkan wajah dokter Tsabit yang ga mau pergi dari otaknya.


"Aduh,apaan sih?".katanya sambil mengibaskan tangannya didepan mukanya sendiri.


"Kamu kenapa?lagi mikirin cowok ya? ".goda Papi nya.


"Ihhhh Papi,ya ga lah...wong ada nyamuk tadi lewat depan hidung Danest."jawab Danest gelagapan.


"Iya juga ga pa pa kok".goda Papinya lagi.


"Udah deh Pi, jangan godain Danest terus."rengek Danest.


" *Pa**pi tau Nest, apa yang kamu pikirkan. Papi akan memastikan kalau kamu akan menikah dengan dokter Tsabit ".bathin Papi*.


Akhirnya mereka pun tiba dirumah 🏛.Danest pun menuntun Papinya memasuki rumah mereka yang bak istana itu.